Gelombang Tinggi, Abrasi Mengancam di Pantai Pariaman


Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:08:56 WIB
Gelombang Tinggi, Abrasi Mengancam di Pantai Pariaman Abrasi pantai Desa Apar, Kota Pariaman yang telah menumbangkan benerapa batang pohon pinus, di kawan itu, Kamis (17/10). (Yuhendra)

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Abrasi kembali melanda pantai Pariaman, tepatnya di Desa Apar. Kejadian itu, terjadi beberapa minggu belakangan yang hampir merobohkan pondok tempat berjualan masyarakat di lokasi itu.

Abrasi itu terjadi dan telah menumbangkan puluhan pohon pinus yang menjadi pelindung di kawasan pantai tempat konservasi penyu di Kota Tabuik itu. Diduga hal ini terjadi disebabkan perubahan cuaca yang menimbulkan gelombang cukup tinggi.

"Ini terjadi mungkin karena pertukaran bulan dan angin yang terjadi sekitar satu minggu belakangan," kata Sekretaris BPBD Kota Pariaman, Yunaidi saat meninjau abrasi di Pantai Desa Apar tersebut, Kamis (17/10).

Akibat angin laut yang kencang ini, lanjut Yunaidi, makanya terjadi pengikIsan pantai, jadi memang kajian ini murni dari peristiwa alam yang terjadi. "Jadi dilihat saat ini sudah tiga baris pohon pinus yang tubang karena abrasi ini. Kondisi ini akan kami laporkan pada pimpinan untuk mengantisipasinya," katanya.

Dia menyampaikan, pihaknya juga akan koordinasi dengan pihak terkiat untuk mengatasi abrasi ini. Karena jika tidak diambil tindakan cepat akan berdampak pada masyarakat yang berada di objek wisata itu. "Jika ini dibiarkan tentu akan berdampak, apalagi kawasan ini menjadi salah tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat," ujarnya.

Salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan cara pemasangan batu grip dengan jarak sekitar 50 meter. Batu ini akan berfungsi memecah ombak sehingga empasan ombak yang besar tidak berdampak pada abrasi pantai. "Itu salah satu solusi, mungkin saja pada pihak terkait lainya ada solusi lainya, yang penting hasil kajian kita akan dilaporkan hingga pada pemerintahan pusat agar kondisi ini tidak berlanjut," katanya.

Ditempat yang sama, Romi (30) salah satu pedagang dilokasi itu menyampaikan kejadian ini sudah terjadi semenjak beberapa hari belakangan, dulunya memang juga pernah terjadi abrasi sehingga pantai semakin dekat pada tampat berjualan bagi masyarakat dilokasi ini.

"Dulu pantai ini ada sekitar 30 pohon dan pohon pinus ini juga telah banyak yang tumbang, yang roboh hari ini merupakan baris keempat dari pantai," katanya.

Ia berharap ada perhatian pemerintah untuk mengatasi ini. Karena jika tidak ditangani dengan cepat, maka abrasi ini akan mengancam pemukiman masyarakat dan temapat berjualan di objek wisata tersebut. "Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk memasang batu grib disini, untuk memcah ombak, kalau tidak pantai ini lama-lama bisa habis," ujarnya. (h/mg-hen)

Reporter : Yuhendra /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]