Dosen IPB Ini Disebut Menunggangi Aksi Mahasiswa dan Merakit Bom


Jumat, 18 Oktober 2019 - 19:51:10 WIB
Dosen IPB Ini Disebut Menunggangi Aksi Mahasiswa dan Merakit Bom Dosen IPB yang ditangkap karena diduga sebagai pendompleng aksi demo mahasiswa rusuh dan juga ikut merakit bom untuk sejumlah aksi.

NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Polda Metro Jaya meringkus sejumlah orang terkait kasus rencana permufakatan kerusuhan dalam demonstrasi bertajuk Aksi Mujahid 212 dan demonstrasi yang digelar elemen mahasiswa, beberapa waktu lalu.

Seusai menunggangi unjuk rasa mahasiswa pada Selasa (24/9) lalu, dosen IPB Abdul Basith kembali merancang kerusuhan di aksi Mujahid 212. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Istana Negara, Sabtu (28/9). Pasalnya, rencana kerusuhan yang dirancang saat menunggangi aksi mahasiswa dirasa kurang memuaskan. 

Seusai aksi, pada 24 September malam, Abdul Basith kembali menggelar pertemuan di kediaman SO bersama SN, DMR, JA, dan AK di kawasan Tangerang. Dievaluasi ternyata kurang maksimal kegiatan (peledakan) untuk mendompleng membuat chaos (kerusuhan) tanggal 24 September. 

"Makanya, tanggal 24 malam diadakan rapat permufakatan merencanakan untuk berbuat kejahatan berupa membuat chaos dengan medompleng aksi tanggal 28 September," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10).

Argo menyebut, tersangka bernama Laode S selaku pembuat bom rakitan mendapat perintah untuk menghubungi Laode N dan Laode A yang berada di Papua. Tak hanya itu, tersangka JH yang berada di Bogor juga dihubungi.

Selanjutnya, Abdul Basith memberikan uang senilai Rp8 juta kepada Laode S. Uang tersebut nantinya digunakan untuk ongkos Laode N dan Laode A bertolak ke Jakarta. Kemudian, Basith memberi uang senilai Rp 1 juta pada tersangka SO untuk membeli bahan-bahan untuk membuat bom rakitan. 

Mulai dari paku, merica, mie instan, lakban, hingga sumbu. "Dia (Abdul Basith) juga memberi uang kepada SO senilai Rp 1 juta untuk membeli bahan-bahan (bom rakitan)," katanya. 

Laode N dan Laode A akhirnya tiba di Jakarta pada Kamis (26/9). Selanjutnya, mereka langsung bertolak ke kediaman Basith di kawasan Bogor, Jawa Barat. Esoknya pada Jumat (27/9), Basith, YD, Laode S kembali menggelar pertemuan di kediaman SO. 

Sayangnya, seusai pertemuan polisi langsung meringkus mereka. Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari 28 bom rakitan, serta bahan peledak seperti merica, paku, hingga deterjen.

"Kami akan melakukan rekonstruksi sehingga bisa tahu saat permufakatan jahat oleh AB, membahas apa. Kita akan rekonstruksi sesuai apa yang disampaikan (tersangka) dan berita acara pemeriksaan (BAP)," papar Argo.

Terkini, semua tersangka telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Para tersangka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 169 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 KUHP Jo pasal 56 KUHP. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 26 April 2020 - 10:27:45 WIB

    Corona, 80 Persen PTS di DKI Mulai Kesulitan Bayar Gaji Dosen

    Corona, 80 Persen PTS di DKI Mulai Kesulitan Bayar Gaji Dosen JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah DKI Jakarta Agus mengatakan sebanyak 80 persen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terdampak virus corona..
  • Senin, 17 Februari 2020 - 21:55:03 WIB

    Dosen Unnes Diskors karena 'Hina Jokowi', Moeldoko: Otoritas Kampus

    Dosen Unnes Diskors karena 'Hina Jokowi', Moeldoko: Otoritas Kampus JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko enggan berbicara banyak soal skorsing yang dijatuhkan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, terhadap dosen Sucipto Hadi Purnomo. Moeldoko menyatakan .
  • Senin, 17 Februari 2020 - 10:34:32 WIB

    Istana Bela Dosen Unnes yang Hina Jokowi

    Istana Bela Dosen Unnes yang Hina Jokowi YOGYAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Universitas Negeri Semarang (Unnes) membebastugaskan seorang dosen, Sucipto Hadi Purnomo, dari kewajibannya. Sucipto dinilai menghina Presiden Jokowi dalam unggahan Facebook. Namun pihak istana .
  • Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:55:31 WIB

    Dosen IPB Disebut Ingin Kacaukan Pelantikan Presiden

    Dosen IPB Disebut Ingin Kacaukan Pelantikan Presiden JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Polisi menyebut dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith (AB) berencana melempar bom rakitan dalam Aksi Mujahid 212 di Jakarta lantaran tidak puas dengan aksi pelemparan molotov saat demo .
  • Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:02:48 WIB

    Rencana Menteri Purna Tugas: Menulis Novel Percintaan, Adapula Dosen

    Rencana Menteri Purna Tugas: Menulis Novel Percintaan, Adapula Dosen JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Usai menteri-menteri Kabinet Kerja melakukan silaturahim terakhir dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dua pembantu Presiden mengungkap rencananya jika purna tugas kelak..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]