Dosen IPB Disebut Ingin Kacaukan Pelantikan Presiden


Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:55:31 WIB
Dosen IPB Disebut Ingin Kacaukan Pelantikan Presiden Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Polisi menyebut dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith (AB) berencana melempar bom rakitan dalam Aksi Mujahid 212 di Jakarta lantaran tidak puas dengan aksi pelemparan molotov saat demo mahasiswa 24 September di Gedung DPR/MPR.
AB merupakan salah satu perencana dalam aksi pelemparan bom molotov saat aksi demo berujung kerusuhan di daerah Pejompongan pada 24 September lalu.
"Setelah 24 September dengan bom molotov dilempar ke petugas, untuk bakar ban, dievaluasi kurang maksimal untuk mendompleng unjuk rasa, untuk membuat chaos," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10).

Argo mengatakan aksi peledakan bom juga bertujuan untuk mempengaruhi acara pelantikan presiden-wakil presiden. Pada intinya, mereka bermaksud membuat kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta
"(Motif peledakan) membuat chaos (kerusuhan) kalau chaos kemudian kegiatan prosedural kita bisa berpengaruh, seperti berpengaruh pada pelantikan DPR dan berpengaruh ke pelantikan presiden," kata Argo.
Ada sembilan titik strategis yang direncanakan menjadi lokasi pelemparan bom. Antara lain Glodok, daerah Roxy, Mall Taman Angrek, Mall Kelapa Gading, Jalan Otista Jakarta Timur dan sebagainya.

Tak hanya itu, AB juga merencanakan aksi peledakan itu di seluruh toko retail yang ada di Jakarta.
"Peledakan direncanakan di 9 titik terutama di tempat perekonomian dan seluruh toko retail di Jakarta," tutur Argo.

Rapat Perencanaan

Argo mengatakan bahwa Abdul Basith (AB) menghelat rapat usai demo berujung kerusuhan 24 September lalu. Rapat dilakukan untuk mengevaluasi aksi pelemparan molotov yang tak berjalan sesuai rencana.
Pertemuan itu dihelat di rumah tersangka SO di Tangerang. Pertemuan itu juga dihadiri tersangka AB, SO, SN, DMR, JA, AK.
"Perencanaan di sana adalah untuk mematangkan melakukan peledakan pada tanggal 28 dan pembakaran, peledakan di sembilan titik, terutama di tempat perekonomian. Juga rencana pembakaran di seluruh retail di Jakarta," tutur Argo.
Lalu, tanggal 25 September, tersangka LOS menghubungi dua orang yang merupakan seorang ahli pembuat bom yakni LON dan LOA. AB memberikan uang sebesar Rp8 juta kepada LOS untuk mendatangkan LON dan LOA.

Dikatakan Argo, dua orang ahli pembuat bom ini tinggal di Papua. Selain itu, juga didatangkan seorang ahli pembuat bom asal Bogor yakni JH.
AB juga memberikan uang sebesar Rp1 juta untuk tersangka SO.
Tanggal 26 September, LON dan LA yang merupakan ahli pembuat bom itu tiba di Jakarta dan langsung menuju ke kediaman tersangka AB di Bogor.
Setelahnya, kembali diadakan pertemuan di rumah SO yang beralamat di Tangerang. Pertemuan itu dihelat pada 27 September dan dihadiri oleh AB, SO, OK, YD, dan LOS.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 26 April 2020 - 10:27:45 WIB

    Corona, 80 Persen PTS di DKI Mulai Kesulitan Bayar Gaji Dosen

    Corona, 80 Persen PTS di DKI Mulai Kesulitan Bayar Gaji Dosen JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah DKI Jakarta Agus mengatakan sebanyak 80 persen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terdampak virus corona..
  • Senin, 17 Februari 2020 - 21:55:03 WIB

    Dosen Unnes Diskors karena 'Hina Jokowi', Moeldoko: Otoritas Kampus

    Dosen Unnes Diskors karena 'Hina Jokowi', Moeldoko: Otoritas Kampus JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko enggan berbicara banyak soal skorsing yang dijatuhkan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, terhadap dosen Sucipto Hadi Purnomo. Moeldoko menyatakan .
  • Senin, 17 Februari 2020 - 10:34:32 WIB

    Istana Bela Dosen Unnes yang Hina Jokowi

    Istana Bela Dosen Unnes yang Hina Jokowi YOGYAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Universitas Negeri Semarang (Unnes) membebastugaskan seorang dosen, Sucipto Hadi Purnomo, dari kewajibannya. Sucipto dinilai menghina Presiden Jokowi dalam unggahan Facebook. Namun pihak istana .
  • Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:02:48 WIB

    Rencana Menteri Purna Tugas: Menulis Novel Percintaan, Adapula Dosen

    Rencana Menteri Purna Tugas: Menulis Novel Percintaan, Adapula Dosen JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Usai menteri-menteri Kabinet Kerja melakukan silaturahim terakhir dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dua pembantu Presiden mengungkap rencananya jika purna tugas kelak..
  • Jumat, 18 Oktober 2019 - 19:51:10 WIB

    Dosen IPB Ini Disebut Menunggangi Aksi Mahasiswa dan Merakit Bom

    Dosen IPB Ini Disebut Menunggangi Aksi Mahasiswa dan Merakit Bom NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Polda Metro Jaya meringkus sejumlah orang terkait kasus rencana permufakatan kerusuhan dalam demonstrasi bertajuk Aksi Mujahid 212 dan demonstrasi yang digelar elemen mahasiswa, beberapa waktu la.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]