Bikin Ulah di Masjid, Bapak dan Anak asal Pakistan Ditangkap Imigrasi Agam


Sabtu, 19 Oktober 2019 - 09:08:03 WIB
Bikin Ulah di Masjid, Bapak dan Anak asal Pakistan Ditangkap Imigrasi Agam AMANKAN WNA - Kantor Imigrasi Agam mengamankan WNA Pakistan di Kantor Imigrasi Agam, Jumat (18/20). YURSIL

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam kembali mengamankan tiga orang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan di Mesjid Istiqomah Surau Kaba Kecamatan Ampek Angkek Kab. Agam, Rabu (16/10) sekitar pukul 18,30 WIB.

Ketiga WNA Pakistan yang diamankan itu merupakan Bapak dan dua orang anaknya, Saeed Muhammad (51), Naveed Muhammad (29) dan Allah Rakha (31). Mereka ditangkap karena menyalahi izin kunjungan ke Indonesia.


Penangkapan bapak dan anak itu tidak direncanakan sama sekali namun berawal dari secara kebetulan Kasubsi Intelkim Kanim Agam Fajar Adiguna bersama rekan kerjanya melaksanakan shalat Maghrib di mesjid Istiqamah Surau Kamba dalam perjalanan dari Padang menuju Kantor Imigrasi Agam.


Usai melaksanakan shalat Maghrib bersama, Fajar Adiguna melihat dua WNA itu mengalang dana dari para jemaah mesjid. Sebagai seorang Intelkim, Fajar Adiguna merasa curiga terhadap WNA tersebut dan mempertanyakan paspor serta izin kunjungan (Visa) mereka. 


Setelah diminta menunjukan paspornya, ternyata dua orang yakni Saeed Muhammad dan Naveed Muhammad tidak dapat menunjukkan paspor dengan alasan paspor mereka di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk memperpanjang izin kunjungan, sedangkan Allah Rakha dapat menunjukan Paspor dengan Visa B211A.


Kepala Kantor Imigrasi Agam Dani Cahyadi mengatakan, bapak dan anak itu diamankan karena sedang melakukan penggalangan dana dari para jemaah mesjid. 


"Setelah kita tanyakan, menurut mereka dana yang terkumpul itu akan digunakan untuk membuat Alqur'an bruelle dan disumbangan untuk anak-anak yatim di Madrasah Darul Ulum Fakhrul Islam di Negara Pakistan," kata Dani didampingi Kasi Inteldakim Deny Haryadi di Kantornya, Jumat (18/20) sore.


Dani menjelaskan, dalam menggalang dana mereka mengantongi surat izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Jakarta, namun pihaknya curiga atas keabsahan surat izin tersebut.

Selain itu, menurut pengakuan mereka kedatangan mereka ke Bukittinggi diajak  oleh seorang warga Pakistan atas nama Khalid Samsat, namun sewaktu akan ditangkap di mesjid Istiqomah Khalid Shamsad berhasil melarikan diri.


"Bapak dan anak ini sebetulnya datang ke Indonesia untuk berobat, sampai di Indonesia mereka bertemu  dengan Khalid Shamsat dan diajak untuk menggalang dana," ulas Dani.


Saat ini ketiga WNA itu tambah Dani, diamankan di rumah detensi Imigrasi Agam sambil menunggu paspor dan dokumen mereka. Ia belum bisa memastikan apakah WNA itu akan di deportasi karena dokumen mereka belum sampai di Kantor Imigrasi Agam.


Ketika Haluan meminta keterangan dari WNA itu, ternyata mereka tidak bisa berbahasa Inggris, namun bapaknya Saeed Muhammad dapat berbahasa Inggris.


"Kami datang ke Indonesia  sejak tiga bulan lalu dan di Bukittinggi baru seminggu. Kami ke sini untuk berobat, selama berobat  di Indonesia ada perkembangan.  Kami merasa betah di sini," kata Saeed dalam bahasa Inggris.


Karena sudah lama berada di Indonesia tambahnya, anaknya Allah Muhammad datang ke Indonesia untuk mengajak pulang ke Pakistan tapi keburu ketangkap. (*)


Reporter : Yursil /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM