Duh..! KPK Singgung Tetty Paruntu di Kasus Bowo Sidik


Selasa, 22 Oktober 2019 - 07:10:48 WIB
Duh..! KPK Singgung Tetty Paruntu di Kasus Bowo Sidik Tetty Paruntu

 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kehadiran Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

KPK menyebut Tetty pernah diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dan persidangan terkait kasus dugaan suap gratifikasi Anggota Komisi VI DPR RI Nonaktif Bowo Sidik Pangarso.
"Yang bersangkutan memang pernah diperiksa sebagai saksi di penyidikan dan persidangan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (21/10).
Bowo Sidik didakwa menerima suap sebesar US$163.733 dan Rp311.022.932 terkait kerja sama pengangkutan dan sewa kapal antara PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) dengan PT Pilog.

Selain itu, Bowo juga didakwa turut menerima gratifikasi senilai Sin$700 ribu dan Rp600 juta terkait sejumlah kasus.

Pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (25/9), Bowo Sidik disebut memfasilitasi revitalisasi pasar di Kabupaten Minahasa Selatan dan mendapat sejumlah uang. Hal itu diungkap oleh politikus Partai Golkar Dipa Malik kala menjadi saksi di persidangan.

Bowo pun mengonfirmasi bahwa dirinya memang menerima uang dari revitalisasi pasar Minahasa Selatan tersebut.
"Yang minta tolong Bu Tetty Bupati Minahasa Selatan. Revitalisasi pasar itu idola di kabupaten-kabupaten, semua anggota DPR komisi VI diperbolehkan untuk mengajukan proposal melalui Kemendag dengan nilai maksimal Rp6 miliar, lalu ada revisi anggaran itu kemungkinan kabupaten Minahasa Selatan lebih dari Rp6 miliar dan harus direvisi jadi maksimal Rp6 miliar jadi Bu Teti mengatakan 'Pak Dipa yang akan bantu mengurus', itu amplop saya lihat isinya uang dan Pak Dipa gak lihat isinya," ungkap Bowo seperti dilansir Antara.
Febri mengatakan perkara yang menjerat Bowo Sidik masih bergulir di persidangan. Fakta yang muncul di persidangan, kata dia, akan dicermati lebih dulu sebelum ditentukan langkah selanjutnya.

"Perkara ini, untuk terdakwa Bowo Sidik masih berproses di Pengadilan. Diduga ada sejumlah pemberi gratifikasi dan suap," kata Febri.

Febri mengklaim pihaknya tidak merespons perihal keperluan Tetty di Istana hari ini. Namun, kata dia, KPK hanya ingin mengonfirmasi bahwa Tetty pernah dimintai keterangan oleh penyidik.

"Terkait dengan apa keperluan yang bersangkutan ke Istana, saya kira kami tidak merespons hal tersebut dulu sekarang. Yang bisa kami konfirmasi, yang bersangkutan memang pernah diperiksa dan ada sejumlah fakta persidangan yang perlu didalami lebih lanjut," katanya.
Tetty sebelumnya diketahui menyambangi Istana Kepresidenan, Senin (21/10). Kedatangannya bersamaan dengan agenda pertemuan sejumlah tokoh dengan Presiden Jokowi.
Namun, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin mengonfirmasi bahwa Tetty tidak dipanggil oleh Jokowi. Tetty baru sebatas usulan dari Partai Golkar untuk menjadi menteri pada periode kedua Jokowi.

"Tadi ada Ibu Tetty, usulan dari Partai Golkar, di dalam tadi beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping. Jadi, tidak sampai ketemu Presiden," kata Bey Machmudin, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).(*)


 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 12 Desember 2019 - 09:54:56 WIB

    Indeks KUB 2019, Duh..! Tiga Terbawah: Aceh, Sumbar, dan Jabar

    Indeks KUB 2019, Duh..!  Tiga Terbawah: Aceh, Sumbar, dan Jabar JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Berdasarkan survei Kemenang, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB)  2019 sejumlah provinsi masih berada di bawah rata-rata nasional. Aceh, Sumbar dan Jabar merupakan tiga  provinsi  paling rendah. .
  • Selasa, 10 Desember 2019 - 18:48:18 WIB

    Duh..! Semua Universitas Disebut Terpapar Radikalisme

    Duh..! Semua Universitas Disebut Terpapar Radikalisme JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil Siradj menyatakan banyak universitas di Indonesia yang terpapar radikalisme. Meski tak memperinci universitas yang dimaksu.
  • Jumat, 06 Desember 2019 - 19:21:52 WIB

    Duh..! Polisi Temukan Komunitas LGBT, Anggotanya 4.000 Orang

    Duh..! Polisi Temukan Komunitas LGBT, Anggotanya 4.000 Orang CIKARANG, HARIANHALUAN.COM - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat jumlah pria dengan kelainan seksual pecinta sesama jenis atau homoseksual di wilayahnya mencapai 4.000 orang. .
  • Rabu, 04 Desember 2019 - 09:07:49 WIB

    Duh..! Kemendagri Kirim Surat Teguran untuk Pemprov DKI

    Duh..! Kemendagri Kirim Surat Teguran untuk Pemprov DKI JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengirim surat peringatan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena telat menyerahkan Raperda APBD 2020 untuk dievaluasi. Namun belum ada sanksi atas ke.
  • Senin, 02 Desember 2019 - 14:01:46 WIB

    Duh..! Mau Jadi Apa? Ada Ustaz Sindir Ustaz Lain, TGB: Ayo Move On...

    Duh..! Mau Jadi Apa? Ada Ustaz Sindir Ustaz Lain, TGB: Ayo Move On... JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ustaz Al Habsyi menyindir mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi dan Ustaz Yusuf Mansur dengan istilah 'apes' karena tidak dapat 'kursi' dari Presiden Joko.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM