Akibat Kabut Asap, 0,4 Ha Terumbu Karang Alami Pemutihan


Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:19:53 WIB
Akibat Kabut Asap, 0,4 Ha Terumbu Karang Alami Pemutihan Tim dari DKP Sumbar meninjau terumbu karang yang mengalami pemutihan di kawasan Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (21/10). Dok. DKP Sumbar

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Terumbu karang seluas 0,4 hektare di kawasan Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, tengah mengalami proses pemutihan (bleaching). Kerusakan tersebut salah satunya disebabkan oleh fenomena kabut asap yang beberapa bulan terakhir mengepung wilayah Sumatera Barat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri menyebut, apabila pemutihan ini terus berlanjut, maka akan berujung pada matinya terumbu karang. Hal ini tentu juga akan berdampak pada keberlangsungan biota ikan yang hidup di perairan tersebut.

"Hari ini tim dari DPK Sumbar telah turun langsung meninjau lokasi pemutihan terumbu karang tersebut.  Ada beberapa penyebab utama pemutihan tersebut. Salah satunya adalah karena adanya kabut asap yang melanda Sumbar," katanya kepada Haluan, Senin (21/10).

Kabut asap tersebut, ucap Yosmeri, telah menyebabkan terjadinya perubahan suhu sekitar dua hingga tiga derajat Celsius di dasar laut. Hal ini lantaran kabut tersebut menutup masuknya sinar matahari ke dasar laut.

"Ditambah lagi, terumbu karang yang mengalami pemutihan tersebut berada di perairan dangkal. Sehingga dampak perubahan suhu bisa berakibat fatal," ucapnya.

Selain karena kabut asap, penyebab lain dari pemutihan itu ialah lantaran adanya erosi sungai yang terbawa hingga ke laut. Untungnya, hal tersebut tidak sampai menutup sedimen bawah terumbu karang. "Kalau terumbu karang sampai tertutup erosi, tentu akan langsung mati. Untungnya tidak sampai begitu," ujarnya.

Yosmeri mengatakan, bleaching atau pemutihan terumbu karang tersebut belum mencapai tahap yang berbahaya. Namun begitu, ia tetap mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak mengambil terumbu karang yang mengalami pemutihan tersebut.

"Banyak juga masyarakat yang mengira terumbu karang itu telah mati, sehingga langsung saja mengambilnya. Padahal tidak begitu. Mereka belum mati," tuturnya. (h/mg-dan)

Reporter : Dani /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]