DKP Sumbar Akan Tenggelamkan Bagan yang Masih Bandel di Singkarak


Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:23:23 WIB
DKP Sumbar Akan Tenggelamkan Bagan yang Masih Bandel di Singkarak Keramba di Danau Singkarak. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar akan segera menindak tegas bagan-bagan yang masih beroperasi di perairan Danau Singkarak. Bulan depan, DKP Sumbar bakal menenggelamkan bagan-bagan yang masih membandel.

Kepala DKP Sumbar, Yosmeri menyebut pihaknya telah berulang kali melakukan sosialisasi dan mengimbau para pemilik bagan untuk menarik bagannya dari Danau Singkarak. Pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan penertiban. Namun begitu, usai ditertibkan, pemilik bagan kembali menurunkan bagannya ke Danau Singkarak.

"Sekitar dua minggu yang lalu, kami kembali melakukan evaluasi ke Danau Singkarak. Ternyata, ada beberapa pemilik bagan yang kembali menurunkan bagannya. Ini kan artinya ada ketidakpatuhan di sini. Kalau sudah begitu, kami juga tidak punya pilihan selain menenggelamkan bagan-bagan yang masih membandel tersebut," ujarnya di sela-sela acara Penyerahan Piagam WTP Atas Capaian Standar Tertinggi LKPD Tahun 2018 dan Seminar Kebijakan APBN Tahun 2020, bertempat di Hotel Pangeran Beach, Senin (21/10).

Bulan depan, DKP Sumbar akan kembali mengumpulkan wali nagari dan tokoh-tokoh masyarakat, lalu melakukan patroli dan mendata jumlah bagan yang masih beroperasi di Danau Singkarak. "Jika masih membandel, akan langsung kami tenggelamkan. Setelah itu, jika masih membandel juga, kami tindak lagi. Sampai nantinya Danau Singkarak benar-benar bersih dan bebas bagan," tuturnya.

Penertiban bagan ini, ujar Yosmeri, bukannya tanpa alasan. Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan ekosistem dan populasi ikan bilih di Danau Singkarak. Keberadaan bagan, bagaimanapun, tidak hanya mengancam populasi ikan bilih, tetapi juga menghambat perkembangan pariwisata di Sumbar.

"Di Singkarak, banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari ikan bilih. Jadi, apabila ikan bilih benar-benar punah, maka ini tidak hanya akan menjadi kehilangan biota laut, tetapi juga akan berdampak pada ekonomi kreatif masyarakat sekitar," katanya.

Ia mengatakan, pemilik bagan yang masih membandel tersebut bukan berasal dari nelayan tradisional. Mereka dulunya adalah para pengusaha yang ada di sekitar Danau Singkarak.

"Sehingga mereka tidak merasakan bagaimana sulitnya menjadi nelayan bilih tradisional. Sedangkan nelayan tradisional yang belakangan menggunakan bagan, akhirnya sadar dan kembali ke cara-cara tradisional yang lebih aman dan tidak mengancam keberadaan ikan bilih," ujarnya. (h/mg-dan)

Reporter : Dani /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 11 November 2016 - 00:41:24 WIB

    DKP Terima Bantuan Ekscavator

    DKP Terima Bantuan Ekscavator PASBAR, HALUAN — Tahun ini, Dinas Kelautan dan Peri­kanan (DKP) Kabupaten Pasa­man Barat (Pasbar) menda­patkan bantuan berupa satu unit alat berat excavator dari Men­teri Kelautan dan Perikanan RI. Penyerahan bantuan da.
  • Kamis, 11 Agustus 2016 - 04:22:53 WIB

    DKP Kota Pariaman Laksanakan Workshop

    DKP Kota Pariaman Laksanakan Workshop PARIAMAN, HALUAN — De­ngan mulai diberlakukannya Masya­rakat Ekonomi Asean (MEA) di tahun 2016 ini, kita harus kom­petitif, jangan sampai produk kita kalah dari produk yang berasal dari luar. Karena itu, Workshop ini san.
  • Rabu, 11 Mei 2016 - 15:15:33 WIB

    Tahun Ini, DKP Sumbar Menambah Satu Unit Kapal Patroli

    Tahun Ini, DKP Sumbar Menambah Satu Unit Kapal Patroli PADANG, HALUAN -- Tahun 2016 ini, DKP Sumbar membuat satu unit lagi kapal patroli. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri kepada Haluan, Rabu (11/5), di Padang..
  • Sabtu, 02 April 2016 - 04:16:22 WIB

    DKP Bukittinggi Terima Bantuan dari Hotel Bunda

    DKP Bukittinggi Terima Bantuan dari Hotel Bunda BUKITTINGGI, HALUAN — Pemko Bukittinggi melalui Dinas Kebersihan Dan Perta­manan (DKP), menerima ban­tuan CSR dua unit container sampah dari Hotel Bunda Bukittinggi..
  • Kamis, 28 Januari 2016 - 11:52:43 WIB

    DKPP Sidangkan KPU dan Panwaslu Sijunjung

    PADANG, HALUAN — Proses sidang Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sijunjung oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berlangsung panas. Dari pernyataan yang dikeluarkan oleh majelis.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]