Ini Isi Percakapan di Grup WA Penggagalan Pelantikan Presiden


Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:52:43 WIB
Ini Isi Percakapan di Grup WA Penggagalan Pelantikan Presiden Rencanakan gagalkan pelantikan Presiden di grup WA, 6 orang ditangkap polisi. (Samsudhuha Wildansyah)

 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Polisi mengungkap adanya perencanaan upaya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober lalu, melalui sebuah grup WhatsApp 'Fisabilillah'. Apa saja isi percakapan di grup tersebut?
"Jadi ini di brainwashing (dicuci otak) dalam grup ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (22/10/2019).

Grup tersebut diinisiasi oleh salah satu tersangka Samsul Huda (SH). Di dalam grup tersebut, para tersangka dan member lainnya saling berkomunikasi soal perencanaan penggagalan pelantikan. Selain itu, para tersangka juga saling sharing link berita-berita di media melalui grup WA tersebut.

Grup tersebut beranggotakan 123 member dengan 5 orang admin. Para member menyebar informasi hingga merencanakan penggagalan pelantikan lewat grup WA itu.

Salah satu informasi yang kerap disampaikan yakni tentang banyaknya tenaga kerja asal China dan polisi China di Indonesia. Para anggota yang ada di grup itu percaya dengan informasi tersebut.
"Dengan adanya grup ini ada tersangka FAB ini kenapa dia ikut bergabung, itu dia meyakini Indonesia komunis makin berkembang, indikatornya ada unras polisi China yang diperbantukan untuk pengamanan unras yang disenjatai lengkap, padahal nggak ada," kata Argo.

"Juga ada tenaga asing China masuk ke Indonesia dan China kuasai pemerintahan," sambungnya.

Diketahui, polisi menangkap 6 orang terkait upaya menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Upaya menggagalkan pelantikan presiden ini dibahas secara khusus oleh para tersangka dalam sebuah grup WhatsApp.

Mereka berencana akan menggagalkan pelantikan presiden dengan cara menyiapkan ketapel dan pelurunya. Peluru ketapel itu menjadi 'bom karet' yang akan dilemparkan ke polisi saat demo.
Kelompok ini juga merencanakan kekacauan pada saat pelantikan di DPR dengan melepaskan monyet-monyet. Ada 8 ekor monyet yang sudah dibeli oleh para tersangka untuk kegiatan tersebut.
Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang digelar di Gedung DPR pada Minggu 20 Oktober lalu berlangsung tertib dan lancar. Tidak ada hambatan yang signifikan saat pelantikan berlangsung.
(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 06 Juni 2020 - 20:24:45 WIB

    Mulai Malam Ini, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Secara Bertahap

    Mulai Malam Ini, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Secara Bertahap HARIANHALUAN.COM - Sehubungan dengan berakhirnya operasi pengendalian transportasi dalam rangka larangan mudik Lebaran tahun 2020, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengopera.
  • Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:40:12 WIB

    Ini Sanksi Bagi Pelanggar di Masa Transisi PSBB dari Denda hingga Cabut Izin

    Ini Sanksi Bagi Pelanggar di Masa Transisi PSBB dari Denda hingga Cabut Izin HARIANHALUAN.COM -- Warga Ibu Kota diimbau mematuhi aturan selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Masyarakat bahkan diimbau berpartisipasi melaporkan jika ada pelanggaran..
  • Sabtu, 06 Juni 2020 - 08:46:11 WIB

    Tagihan Listrik Kamu Bengkak? Ini Kata PLN

    Tagihan Listrik Kamu Bengkak? Ini Kata PLN HARIANHALUAN.COM -- PT PLN (Persero) menanggapi banyaknya keluhan pelanggan terkait lonjakan kenaikan tagihan rekening listrik di Provinsi Riau. PLN melakukan penghitungan riil di meteran..
  • Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:42:56 WIB

    Sudah Ada Rumah Tapi Gaji Dipotong Tapera, Ini Kegunaannya?

    Sudah Ada Rumah Tapi Gaji Dipotong Tapera, Ini Kegunaannya? HARIANHALUAN.COM -- Gaji pegawai baik negeri maupun swasta bakal dipotong untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar 3% setiap bulan. Program pemerintah ini dirancang untuk mempermudah pembiayaan rumah bagi warga.
  • Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:47:57 WIB

    SOP New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

    SOP New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik HARIANHALUAN.COM -- Geliat wisata di NTB yang mati suri akibat Covid-19 membuat para pemangku kebijakan harus berpikir soal tatanan hidup baru atau new normal untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di bidang pariwisata.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]