Dipicu Persoalan Tanah, Pak Walijorong Ini Babak Belur Dihajar Warga


Selasa, 22 Oktober 2019 - 20:19:23 WIB
Dipicu Persoalan Tanah, Pak Walijorong  Ini Babak Belur Dihajar Warga WaliJorong III Kampung, Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang yang babak belur dihajar salah seorang warga. YURSIL

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM-Walijorong III Kampung, Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang babak belur dihajar salah seorang warga, Selasa (22/10) sekitar pukul 09,30 WIB, akibatnya korban mengalami luka  memar di sekitar tubuh.

Informasi yang diperoleh Haluan menyebutkan peristiwa penganiayaan Jorong III Kampuang Nevrigon (36) yang dilakukan Gerri (26) itu terjadi di belakang kedai depan pos ronda simpang Sawah Dangka, Jorong III Kampung.

Korban, Nevrigon atau lebih dikenal dengan Negon kepada Haluan  mengatakan peristiwa penganiayaan  itu dipicu oleh persoalan tanah Koperasi Seayun Selangkah  milik sejumlah eks pejabat Pemko Bukittinggi dengan keluarganya yang berlokasi di Mato Air Jorong III Kampuang.

Menurut Negon, sebelum kejadian ia bersama sejumlah warga sedang duduk duduk di sebuah kedai depan pos ronda tersebut.

"Tiba tiba datang pelaku dan mengajaknya keluar dari kedai, dan menanyakan permasalahan akses jalan menuju tanah kapling milik Koperasi itu," kata Negon.

Menurut pelaku jelas Negon, Koperasi masih mempunyai hutang atas pembelian tanah untuk akses jalan ke kaplingan itu, sepengetahuannya permasalahan hutang itu telah diselesaikan oleh pihak Koperasi.

Tak puas atas jawaban Negon akhirnya pelaku menghajarnya secara membabi buta, akibatnya korban mengalami pendaraan di hidung dan luka memar di sejumlah tubuh.

Setelah kejadian ia langsung mendatangi Puskesmas Pakan Kamis untuk memeriksa luka luka yang dialaminya. Karena masih mengalami pusing setelah diobati di Puskesmas, ia diantar pihak keluarga medatangi Rumah Sakit Strok Bukittinggi guna pemeriksaan lebih mendalam.

Terpisah, Kapolsek Tilatang Kamang Iptu Lirman ketika dihubungi membenarkan peristiwa penganiayaan itu, namun korban belum bisa di periksa karena masih menjalani perawatan.

"Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Tilatang Kamang untuk proses selanjutnya. Korban belum bisa kita BAP karena masih berobat," ungkap Lirman.(*).

Reporter : YURSIL /  Editor : DODI NJ

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 28 Februari 2020 - 23:47:13 WIB

    Dipicu Salah Paham, TNI-Polri Baku Hantam di Jalinsum

    Dipicu Salah Paham, TNI-Polri Baku Hantam di Jalinsum TAPANULI, HARIANHALUAN.COM -- Dipicu salah paham, personel TNI-Polri di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, terlibat bentrok pada Kamis, 27 Febuari 2020. Akibatnya, sejumlah polisi terluka dan Kantor Polsek Pahae Jae.
  • Kamis, 17 Oktober 2019 - 18:31:03 WIB

    Pembunuhan Kepala Sekolah di Sintang Dipicu Kekesalan

    Pembunuhan Kepala Sekolah di Sintang Dipicu Kekesalan PONTIANAK, HARIANHALUAN.COM -- Penusukan Kepala Sekolah SDN 24 Mensiap Baru Kecamatan Tempunak, Sukimin yang akhirnya tewas di jalan ketika hendak ke sekolah, Kamis (17/10) pagi, dipicu permasalahan keluarga. "Pelaku, sebelum.
  • Senin, 19 Agustus 2019 - 14:57:14 WIB

    Kapolri: Kerusuhan di Manokwari Dipicu oleh Aksi di Surabaya dan Malang

    Kapolri: Kerusuhan di Manokwari Dipicu oleh Aksi di Surabaya dan Malang SURABAYA, HARIANHALUAN.COM – Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) pagi dipicu insiden penyerangan dan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dan kejadian di Malang, Jawa Timur akhir pekan silam. Hal it.
  • Rabu, 03 April 2019 - 17:18:56 WIB

    Duel Maut Tukang Ojek di Solok, Dipicu Karena Uang Rp 50 Ribu

    Duel Maut Tukang Ojek di Solok, Dipicu Karena Uang Rp 50 Ribu SOLOK, HARIANHALUAN.COM- Gara- gara uang lima puluh ribu rupiah, Bermawi panggilan  alias Buya (65)  tega menghabisi nyawa temannya sendiri dengan sebilah belati..
  • Senin, 05 November 2018 - 15:43:37 WIB

    Wagub: Banjir Dipicu Pembangunan Jembatan

    Wagub: Banjir Dipicu Pembangunan Jembatan BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menduga banjir yang merendam ratusan rumah di sepanjang Banda Bakali, Padang dipicu tertahannya material sungai oleh tiang penyanggah jembatan rel kereta ap.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]