Wah Keren, Sawahlunto Punya Puskesmas Inklusi Pertama di Sumbar


Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:31:16 WIB
Wah Keren, Sawahlunto Punya Puskesmas Inklusi Pertama di Sumbar Pelayanan penyandang berkebutuhan khusu diPuskesmas Sungai Durian yang kini menjadi Puskesmas Inklusi. RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Puskesmas Sungai Durian menjadi Puskesmas Inklusi Ramah Disabilitas pertama di Sumatra Barat setelah diresmikan oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta, yang juga bertepatan dengan peringatan hari Cerebral Palsy se Dunia, Selasa 22 Oktober 2019.

Deri Asta mengatakan  Peresmian Puskesmas Inklusi ini merupakan realisasi keseriusan  Pemerintahan yang dipimpinnya dalam memperhatikan dan memberikan hak-hak  kaum marginal.

"Puskesmas inklusi disediakan tenaga pelayanan khusus pendamping disabilitas yang mampu berbahasa dan menulis braile. Kita berharap langkah yang ditempuh ini menjadi pilot projek di Sumbar sehingga hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi," tuturnya.

Menjadi Puskesmas Ramah Disabilitas lanjutnya,Puskesmas Sungai Durian dilengkapi dengan berbagai fasilitas khusus  diantaranya  lantai paving blok timbul sebagai petunjuk arah bagi tunanetra, papan informasi dengan huruf braile, petugas yang mampu berbahasa isyarat dan mampu menulis dengan huruf timbul, sehingga surat administrasi, resep dokter dan hasil labor bisa dimengerti oleh penyandang disabilitas lewat tulisan timbul.

Kepala Puskesmas Sungai Durian, dr. Desfarina menambahkan, Puskesmas ini juga dilengkapi dengan pelayanan fisioterapi untuk kesehatan ABK maupun untuk pelayanan pasien dengan keluhan disabilitas fisik lainnya seperti stroke.

"Kami juga memiliki Kader Rehabilitasi Medik Bersumberdaya Masyarakat dan kader Sahabat ABK yang bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat  dan orangtua ABK, sehingga mereka tahu tindakan apa yang harus dilakukan untuk membantu  kesehatan ABK," katanya.

Sementara salah seorang penyandang disabilitas, Elsi Ramadani (19) mengaku senang adanya Kepala Daerah yang memberikan perhatian besar kepada anak berkebutuhan khusus, salah satunya dengan menyediakan Puskesmas dan Sekolah Inklusi. 

Elsi Ramadani penyandang tunanetra yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Padang  jurusan pendidikan   Luar Biasa itu juga  meminta kepada Pemerintah untuk mengadakan pelatihan ketrampilan kerja bagi penyandang disabilitas.

"Kami juga meminta adanya program beasiswa pendidikan bagi ABK, serta kampanye menyadarkan masyarakat untuk menghargai dan tidak merendahkan ABK," katanya. (h/rki)

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]