Danau Singkarak Bertambah Luas Setiap Tahun, Ini Penjelasannya!!


Kamis, 24 Oktober 2019 - 12:27:45 WIB
Danau Singkarak Bertambah Luas Setiap Tahun, Ini Penjelasannya!! Seorang nelayan mencari ikan bilih, di tepian Danau Singkarak, Nagari Sumpur, Batipuh Selatan, Tanah Datar, Sumbar. Replubika

BATUSANGKAR, HARIANHALUAN.COM - Tim Ahli Pokja Geopark Ranah Minang yang juga menjabat Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pengurus daerah Sumatra Barat, Dian Hadiyansyah menyebut, Danau Singkarak yang terletak di Kabupaten Solok dan Tanah Datar setiap tahun bertambah luas.

"Danau itu makin lama makin luas karena memang ada istilah geologi namanya lembah patahan, yakni danau yang terbentuk akibat patahan lempengan," kata Dian Hadiyansyah, Kamis (24/10).

Kondisi tersebut salah satu yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) atau kelompok diskusi terarah dalam rangka mengembangkan Danau Singkarak menjadi kawasan geopark nasional di Batusangkar, Rabu (23/10). Ia mengatakan dalam skala waktu geologi, pergerakan patahan tersebut terjadi dalam waktu yang lama, bisa mencapai rentan waktu puluhan, ribuan, bahkan jutaan tahun.

"Itu adalah proses geologi yang biasa karena terbentuknya dari patahan. Proses perubahan tersebut tidak cepat, dalam puluhan tahun bergerak hanya berapa sentimeter saja," katanya.

Kendati demikian proses pergerakan tersebut hanya proses geologi biasa, dan tidak memberikan dampak negatif bagi warga yang bertempat tinggal di kawasan tersebut. Terkait dengan pengembangan Danau Singkarak menjadi geopark nasional, secara geologi Danau Singkarak memiliki nilai warisan dan keanekaeragaman yang bernilai tinggi tidak kalah dari geopark Danau Toba.

Dengan telah ditetapkannya Danau Toba sebagai geopark global dari UNESCO, diharapkan Danau Singkarak segera menyusul bersama dengan Danau Dibawah dan Diatas, sebab kedua danau itu memiliki proses yang sama yakni satu jalur patahan Sumatra. Konsep pengembangan geopark tersebut adalah konsep konservasi atau pelestarian dan mengingatkan masyarakat dibalik alam yang indah itu juga harus waspada dengan bencana alam yang muncul.

Geopark juga menaikkan nilai dan daya tarik kawasan melalui destinasi wisata dengan memanfaatkan segala potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia di daerah setempat yang dapat dikelola secara bermanfaat dan berkelanjutan. 

"Jadi dalam geopark ditentukan produk lokal yang bisa dijual ke pengunjung. Sebagai contoh di Gunung Sewu karena di sana banyak jangkrik jadi mereka menjual hama jangkrik itu yang sudah digoreng. Jadi itu yang kita pertahankan dan kita kembangkan, pemberdayaan masyarakat lokal," ujarnya. (h/rep)

 

 Sumber : Republika /  Editor : heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 25 Februari 2020 - 09:39:13 WIB

    Pesona  Danau Hijau Kandi Hadir Lengkapi Destinasi Wisata Sawahlunto 

    Pesona  Danau Hijau Kandi Hadir Lengkapi Destinasi Wisata Sawahlunto  SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Kawasan Dermaga Kandi Desa Salak Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto, yang selama ini mati suri bahkan tidak terurus lagi, bakal kembali bergeliat menjadi salah satu destinasi wisata. Adalah PT. Bu.
  • Senin, 17 Februari 2020 - 23:27:37 WIB

    Danau Maninjau dan Singkarak Masuk Penyelamatan Danau Prioritas Nasional

    Danau Maninjau dan Singkarak Masuk Penyelamatan Danau Prioritas Nasional PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Program penyelamatan Danau Maninjau dan Danau Singkarak diyakini akan segera terealisasi. Kedua danau tersebut, masuk ke dalam daftar Penyelamatan Danau Prioritas Nasional karena memang telah lama .
  • Ahad, 22 Desember 2019 - 11:12:06 WIB

    Bunga Langka Ditemukan di Danau Maninjau

    Bunga Langka Ditemukan di Danau Maninjau PADANG, HARIANHALUAN.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menemukan bunga langka jenis Rhizanthes lowii di kawasan Danau Maninjau. Bunga itu ditemukan tepatnya di Kubuak, Kecamatan Matur, Resor Agam, Sumatera Barat.
  • Kamis, 10 Oktober 2019 - 17:20:44 WIB

    300 Ribu Bibit Ikan Dilepas ke Danau Singkarak

    300 Ribu Bibit Ikan Dilepas ke Danau Singkarak TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam, Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan 300 ribu bibit ikan untuk dilepas di perairan danau .
  • Kamis, 12 September 2019 - 21:31:24 WIB

    Stop Kekerasan! Nelayan Danau Singkarak Sampaikan Aspirasi ke DPRD Sumbar 

    Stop Kekerasan! Nelayan Danau Singkarak Sampaikan Aspirasi ke DPRD Sumbar  PADANG,HARIANHALUAN.COM-Puluhan Nelayan yang tergabung dalam Assosiasi Masyarakat Nelayan Danau Singkarak ( Amandas) datangi Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk menyampaikan aspirasi terkait Pemprov Sumbar melakukan pen.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM