Waspada! Ada Potensi Gempa Besar Hingga 8.9 SR di Masa Mendatang


Kamis, 24 Oktober 2019 - 15:05:22 WIB
Waspada! Ada Potensi Gempa Besar Hingga 8.9 SR di Masa Mendatang ilustrasi gempa

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera kembali diguncang gempa dengan magnitudo M=5,5 yang berpusat di laut pada jarak 48 Km arah Selatan Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 23 km, Selasa (22/10) pukul 06.49 WIB.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, namun pakar gempa yang juga merupakan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Ade Edward mengatakan ada potensi gempa  besar hingga 8.9 S.R di masa mendatang. "Berada pada zona seismic gap siberut sipora, zona pembangkit gempa megathrust yang jarang terjadi gempa tetapi menyimpan potensi gempa besar dimasa datang," ucap Ade.

Dia menambahkan, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat mengetahui kapan gempa akan terjadi. "Kapan akan terjadi gempa sampai saat ini belum ada teknologinya untuk mengetahui kapan saat akan terjadi gempa berikutnya," ucapnya saat dihubungi Haluan via WhatsApp.

Ade berpesan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan yang bisa terjadi. "Bagi masyarakat diharapkan tetap membangun kewaspadaan, dan Untuk petugas terkait pemantauan dan peringatan dini diharapkan tetap menjaga kesiapsiagaan setiap saat," jelas nya.

Senada dengan Ade Edward, pakar gempa yang juga akademisi dari Universitas Andalas Badrul Mustafa Kemal mengatakan gempa yang terjadi Selasa pagi berada di daerah Megatrust Mentawai. "Dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman pusat gempa yang 23 km di bawah permukaaan laut, maka gempabumi ini termasuk gempa dangkal, bahkan sangat dangkal di daerah *megathrust Mentawai," ucap Badrul.

Megathrust Mentawai, kata dia terbentuk akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang kemudian menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Daerah Megathrust Mentawai seperti yang diketahui merupakan daerah aktif bahkan sangat aktif gempabumi.

"Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Mentawai, II-III MMI (Modified Mercally Intensity). Di Padang dan Pesisir Selatan juga sama," ucap Badrul.

Namun menurut analisa Badrul, gempa yang terjadi belum bisa menentukan peluang munculnya gempa besar di megathrust segmen Siberut berkurang. "Bukan berarti munculnya gempa besar di Megatrust Mentawai berkurang karena energinya di segmen ini berkurang lagi, atau ini merupakan "fore-shock" sebelum muncul yg lebih besar," ucapnya.

Dia juga meminta masyarakat terus waspada dan bersama pemerintah harus terus melakukan mitigasi, baik struktural maun non fisik. "Kesiapsiagaan menghadapi gempa besar harus terus dibangun," terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) data dan informasi BMKG Padang Panjang Mamuri mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. 

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan selalu waspada karena wilayah Sumbar pada umumnya daerah rawan gempa. Dan sebagai catatan bahwa gempabumi sampai saat ini blm bisa di prediksi, maka kalau ada isu-isu terkait gempabumi bisa konfirmasi langsung ke BMKG Padang Panjang," jelasnya. (*)

Reporter : Yessi Swita /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]