Alasan Agama, Keluarga Ini Sembunyikan Fosil Dinosaurus 170 Tahun


Jumat, 25 Oktober 2019 - 11:29:17 WIB
Alasan Agama, Keluarga Ini Sembunyikan Fosil Dinosaurus 170 Tahun Fosil Ichthyosaurus, yang ditemukan keluarga di Inggris 170 tahun lalu, baru diungkap ke publik.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebuah fosil dinosaurus Ichthyosaurus akhirnya terungkap setelah disembunyikan selama 170 tahun oleh keluarga di Inggris dengan alasan agama. Mereka tidak ingin membuat masalah di komunitasnya dengan menunjukkan bukti tentang kehidupan masa lalu.

Laman Thevintagenews, baru-baru ini mengabarkan, keluarga itu merasa secara historis  agama belum terlalu terbuka terhadap temuan ilmiah baru. Jadi ketika keluarga di Inggris itu pada 1850 secara tidak sengaja menemukan fosil Ichthyosaurus ketika sedang menggali tanah, mereka segera menguburnya kembali karena dihadapkan dengan ajaran agama yang dipegang keluarga.

Fosil Ichthyosaurus tersembunyi ditemukan di properti Temperley dahulu kala merupakan penemuan langka, sisa-sisa kehidupan 90 juta tahun itu bukan satu-satunya dari jenisnya.

Penemuan itu mendahului Charles Darwin dan teorinya tentang evolusi selama beberapa tahun. Jadi orang hanya bisa membayangkan betapa bingungnya orang-orang ini saat melihat kerangka ikan yang sangat besar seperti kadal ini.


Bagi kekuarga Temperley, dari Somerset, penemuan itu harus dibingkai dalam konteks zaman Inggris kuno. Masa di mana iman memerintah masyarakat dan orang percaya cerita asal mereka ada di dalam Alkitab.

Namun, sekarang, fosil itu adalah kebanggaan keluarga, dan lebih dari itu, bahkan menjadi bagian dari merek bisnis mereka. Julian Temperley adalah kepala keluarga, yang menampilkan fosil itu pada sederetan logo produk.

Dia menceritakan kisah bagaimana nenek moyangnya pertama kali menemukan Ichthyosaurus dalam sebuah wawancara dengan IFL Science. Dia menjelaskan bagaimana kerabatnya pertama kali menemukan fosil di properti mereka pada tahun 1850.

"Awalnya, mereka membawanya kembali ke rumah keluarga, di mana semua orang mengagumi benda aneh ini. Tapi mereka mencoba memahami apa itu sebenarnya, dan khawatir jika memperlihatkannya berarti menyangkal Tuhan," kata Temperley.

Oleh karena itu, mereka membawanya kembali ke tambang dan menguburnya kembali. "Fosil tidak bisa dijelaskan sampai Darwin datang," kata Temperley. "Saat itu, jika Anda percaya pada fosil, Anda menyangkal Alkitab."

Selama beberapa dekade berikutnya, ia menambahkan, setiap keluarga Temperley mengunjungi Somerset, mereka menggali dan umumnya kagum. "Ketika tahun-tahun berlalu dan kekangan gereja melonggarkan, keluarga  menyadari bahwa fosil adalah sesuatu yang harus dihargai dan ditampilkan," tutur Temperley. (h/tmp)

 Sumber : Tempo /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]