Masyarakat Mentawai Antusias Pasang KB Implant


Jumat, 25 Oktober 2019 - 21:20:35 WIB
Masyarakat Mentawai Antusias Pasang KB Implant Rangkaian kegiatan program pelayanan KB Terpadu oleh BkkbN Provinsi Sumatera Barat di Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (24/10).

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan Layanan KB Terpadu sukses menjalankan program layanan berupa pemasangan 130 implant KB gratis kepada masyarakat yang terdiri dari 7 desa di Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (24/10).

Pemasangan 130 implant gratis tersebut dilakukan di dua titik, 81 aseptor berpusat di Puskesmas Sioban, Kecamatan Sipora Selatan dan 49 lainnya di Kantor Desa Saumenuk, Kecamatan Sipora Selatan.

Dalam kegiatan layanan KB terpadu tersebut, juga dilakukan monitoring dan evaluasi yang berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) KB, Gudang Alat Kontrasepsidan (Alkon) dan penyusunan profil kependudukan.

Asrul Effendi, selaku Kasubbid Kesertaan KB Wilayah Sasaran Khusus bersama tim perwakilan BkkbN Provinsi, mendatangi langsung lokasi pelayanan tersebut.

"Ini merupakan program KB terpadu, berupa layanan pemasangan implant gratis kepada masyarakat dan beberapa monev terhadap dana, alat dan profil kependudukan. Implant itu sejenis alat kontrasepsi yang ditanamkan di bawah kulit yang jangka waktu penggunaannya 3 tahun. Namun kalau aseptor memutuskan ingin punya anak lagi, implannya bisa dilepas," ungkap Asrul kepada Haluan di Mentawai.

Menurut Asrul, pemilihan implant lebih efisien dibanding pil atau suntik KB, mengingat fungsinya yang berjangka waktu panjang, hal tersebut lebih memudahkan masyarakat yang bermukim jauh dari pusat layanan kesehatan. 

"Kenapa kita pilih implant bukan pil atau jarum suntik, manfaatnya untuk masa pemakaian 3 tahun atau jangka panjang, seandainya 2 tahun sudah pakai implant dan pasangan ingin punya anak lagi, bisa dibuka implannya."

"Sedangkan dengan alat kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan suntik, sulit. Kalau lupa minum atau suntik tentu bisa hamil. Belum lagi kondisi demografis Mentawai, kalau aksesnya jauh tentu dengan implant lebih efektif," ucapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa umumnya masyarakat sudah paham akan fungsi pemasangan implant saat disosialisasikan, sehingga tidak ada kendala pada saat pemasangan.

Melalui serangkaian sosialisasi yang dilakukan BkkbN, Asrul mengungkapkan grafik capaian program KB di Kepulauan Mentawai dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat Mentawai menjadi salah satu wilayah yang sering masuk ke dalam agenda program layanan BkkbN Provinsi.

"Grafiknya terus meningkat, dari yang dulu rendah sekarang sudah naik, BkkbN menggerakkan capaian tidak hanya satu daerah saja. Artinya mengambil satu daerah untuk menggerakkan layanan secara menyeluruh," ungkapnya.

Ia berharap melalui program pemasangan implant gratis ini, semua pasangan bisa memanfaatkan alat kontrasepsi jangka panjang supaya bagi aseptor yang jauh dari Puskesmas, bisa efektif.

Salah seorang pengguna, Tarulina (48) asal Saureinu (Saureinuk) mengakui sangat mendukung program pemasangan implan KB oleh BkkbN di Mentawai. 

"Kami (masyarakat Sipora Selatan Mentawai) memperoleh informasi dari penyuluh KB (BkkbN) dan tidak ada paksaan untuk mengikuti kegiatan ini karena kami sudah tau manfaatnya," ungkap Tarulina.

Lebih lanjut Tarulina mengucapkan terimakasih kepada BkkbN atas program implan KB di Mentawai. "Kami mengucapkan terimakasih kepada BkkbN. Saya sangat setuju dengan program ini dan berharap terus dilanjutkan," ucapnya singkat. (*)

Reporter : Tio /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]