Niat Pangkas Birokrasi, tapi kok Tambah Wakil Menteri?


Sabtu, 26 Oktober 2019 - 07:00:54 WIB
Niat Pangkas Birokrasi, tapi kok Tambah Wakil Menteri? Presiden Joko Widodo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah 12 posisi wakil menteri dinilai hanya akan membuat postur Kabinet Indonesia Maju semakin gemuk. Pengangkatan wamen ini juga dianggap bertolak belakang dengan janji Jokowi yang akan memangkas birokasi pemerintahan.

"Menggemukkan kabinet jelas bukan pilihan yang tepat bagi Presiden karena belum tentu menjanjikan efektifitas. Apalagi kontradiktif dengan upaya pemangkasan eselon di birokrasi. Jadi ini tidak konsisten. Apalagi sudah banyak jajaran eselon 1 yang membantu menteri, mulai sekjen, para dirjen, dan irjen. Jadi pengangkatan wamen yang cukup banyak ini kontradiktif dengan obsesi Presiden melakukan reformasi birokrasi," kata Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Harris, kepada wartawan, Jumat (25/10/2019) malam.

Syamsuddin menilai penambahan posisi wamen merupakan bagian dari proses akomodasi politik dari Jokowi. Jumlah kursi menteri yang ada dinilai tak cukup menampung semua kepentingan politik.
"Bahasa saya, ini memang bagian dari akomodasi politik yang dilakukan Presiden Jokowi karena menteri yang maksimal 34 kursi tidak bisa lagi mewadahinya," tutur dia.
Pendapat lain disampaikan pengamat politik Hendri Satrio. Hendri menilai wajar masyarakat beranggapan penambahan posisi wamen merupakan cara Jokowi bagi-bagi kursi ke sejumlah parpol dan relawan.

"Saya sih melihatnya ada kebutuhan karena menteri juga memiliki keterbatasan tetapi wajar kalau kemudian masyarakat melihat ini sebatas hanya bagi-bagi kursi saja. Apalagi beberapa hal terlihat sekali, Pak Jokowi hanya seperti menjawab keresahan publik. Misalnya pada saat mengangkat Fachrul Razi sebagai Menteri Agama, itu kan ada gesekan yang keras. Makanya kemudian masuklah Pak Zainut, untuk menambal itu. Pada saat ada teriakan atau kegeraman, 'wah ini kurang nih menteri perempuannnya', masuklah Angela. 'Wah ini kurang kuat Papua', masuklah Wempi," tutur Hendri saat dihubungi secara terpisah.
antara wakil menteri dan dirjen serta deputi nantinya.(*)
 

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]