Terbukti !! 'Ramalan' Komandan Kopassus Sintong Panjaitan Soal Prabowo 34 Tahun Lalu


Sabtu, 26 Oktober 2019 - 12:58:57 WIB
Terbukti !! 'Ramalan' Komandan Kopassus Sintong Panjaitan Soal Prabowo 34 Tahun Lalu Prabowo Kopassus. ©facebook/prabowo subianto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Prabowo Subianto baru saja dilantik sebagai menteri pertahanan. Setelah berhenti dari militer sejak tahun 1998, kini Prabowo akan kembali mengurusi soal TNI dan pertahanan.

Ada kisah menarik bagaimana hal itu dulu sudah 'diramalkan' oleh atasan Prabowo semasa di Kopassus, Sintong Panjaitan.

Saat itu tahun 1985, Kolonel Sintong baru saja dilantik menjadi Komandan Kopasandha (Komando Pasukan Sandi Yudha yang kini bernama Kopassus). Dia menerima surat dari Mabes AD yang menanyakan kenapa Mayor Prabowo Subianto belum pindah ke Kostrad.

Saat itu Prabowo masih menjabat sebagai Wakil Komandan Sat-81 Antiteror dan sebelumnya sudah keluar penugasan baru agar Prabowo dipindah menjadi Wakil Komandan Batalyon 328/Raiders di Kostrad.

Saat itu, Prabowo meminta untuk menghadap Sintong. Sesuai aturan, jika pindah seharusnya Wakil Komandan Sat-81 tidak perlu melapor langsung kepada Komandan Kopasandha. Cukup pada atasannya, Letkol Luhut Pandjaitan.

Namun Sintong tetap menerima Prabowo di ruang kerjanya. Saat itu Prabowo menanyakan kepada Sintong kenapa dia dipindahkan ke Kostrad?

Kolonel Sintong terkejut. Dia langsung menegur Prabowo.

Menurutnya dalam sejarah Korps Baret Merah, belum pernah ada perwira yang berani bertanya kenapa dipindahkan. Namanya perintah bukan untuk ditanyakan, tetapi dilaksanakan.

Sintong menilai setelah menjadi menantu Presiden Soeharto, Prabowo yang semua selalu idealis dan berbicara soal militer, kini mulai dekat dengan politisi.

Sintong menasihati Prabowo. Dia meminta anak buahnya itu tetap mengikuti aturan militer.

"Selama kamu di tentara, kamu harus ikuti aturan tentara. Kalau kamu tidak mau, kamu bisa saja keluar dari tentara dan masuk Partai." tegas Sintong sambil menambahkan orang bisa jadi apa saja dari Parpol.

"Mungkin di masa datang, kamu bisa menjadi menteri pertahanan. Saya akan menghormati kamu. Itu tidak menjadi masalah saya," lanjutnya.

Hal itu dikisahkan Sintong Panjaitan dalam buku biografinya Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando yang ditulis Hendro Subroto dan diterbitkan Kompas.

Dia berbicara seperti itu merujuk pada seorang letnan dalam ketentaraan Belanda yang keluar dari dinas militer dan masuk partai politik. Di kemudian hari, letnan itu menjadi politisi besar dan bisa menduduki jabatan menteri pertahanan.

Sintong mengakui sejak peristiwa itu hubungannya dengan Prabowo menjadi renggang.

Saat buku ini terbit tahun 2009 lalu, Prabowo menolak berkomentar. (h/mdk)

 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]