Ekonomi Memburuk, Warga Beli BBM dengan Rokok


Ahad, 27 Oktober 2019 - 14:02:19 WIB
Ekonomi Memburuk, Warga Beli BBM dengan Rokok Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemilik kendaraan di Venezuela kini bisa membeli bahan bakar minyak (BBM) menggunakan sebatang rokok. Tak hanya itu, pengendara juga bisa menukar makanan dan permen ketika membayar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Mengutip AP News, sistem barter ini terjadi di tengah memburuknya ekonomi di Venezuela. Hiperinflasi yang melanda salah satu negara terbesar penghasil minyak bumi ini membuat mata uang Venezuela sulit ditemukan dan beberapa denominasi tak berharga.
Untuk itu, mayoritas masyarakat yang tak memiliki uang tunai di dompet mereka menyerahkan satu tas berisikan nasi, minyak goreng, atau apa pun yang berada dalam jangkauan petugas SPBU.

Baca Juga : Jepang Dihantam Gelombang 4 Corona, Hingga yang Meninggal di Rumah Meningkat

"Anda dapat membayar dengan sebatang rokok," kata Orlando Molina yang sedang mengisi subcompact Ford Ka di Caracas, dikutip Sabtu (26/10).

Diketahui, krisis ekonomi di Venezuela semakin parah. Jutaan masyarakat Venezuela telah melarikan diri dalam beberapa tahun terakhir untuk menghindari upah yang rendah, rumah sakit yang rusak, dan kurangnya keamanan di negara itu.

Baca Juga : Warga Gunakan Kotoran Sapi Cegah Covid-19, Dokter India: Stop, Itu Bahaya!

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi di Venezuela dapat mencapai 200.000 persen pada tahun ini. Dulunya, Venezuela adalah negara yang sangat kaya dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Namun, ekonomi negara itu jatuh karena terjadi korupsi dalam dua dekade dan salah urus di bawah pemerintahan sosialis. Kepemimpinan Presiden Nicolaas Maduro mendapat tantangan dari politikus oposisi Juan Guaido.

Guaido bisa dibilang sedang berada di atas angin. Ia mendapatkan dukungan dari AS hingga 50 negara lain yang menentang pemilihan ulang Maduro pada 2018.
Harga bensin di Venezuela merupakan masalah serius. Ada sekitar 300 orang yang meninggal pada 1989 selama kerusuhan yang terjadi setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar secara moderat.

Sementara, di tengah ekonomi yang terus memburuk saat ini, Maduro belum mengerek harga gas. Hanya saja, ia mengakui bahwa PDVSA, perusahaan minyak milik negara, kehilangan pendapatan miliar dolar per tahun karena perbedaan antara harga bensin dan biaya produksi.

Satu tangki bensin di Venezuela secara historis harganya sama dengan beberapa sen dolar Amerika Serikat (AS). Namun, inflasi dan devaluasi mata uang membuat harga bensin jatuh. (*)
 

Editor : NOVA | Sumber : cnnindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]