Wahh..! Dirut Jasa Marga Diperiksa KPK, Inilah Penyebabnya


Senin, 28 Oktober 2019 - 12:12:08 WIB
Wahh..! Dirut Jasa Marga  Diperiksa KPK,  Inilah Penyebabnya Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya akan memeriksa Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk Haris Gunawan terkait kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT Waskita Karya. (CNN Indonesia/Adhi Wicakson

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya yang diangkat jadi Direktur Utama PT Jasa Marga  Desi Arryani, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Selain Desi, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap karyawan PT Waskita Karya, Imam Bukhori dan Direktur PT Mer Engineering, Ari Prasodo. 

 Direktur Utama PT Jasa Marga akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013, Fathor Rachman.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka FR [Fathor Rachman]," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Indrayati Iskak dikutip detik.com, Senin (28/10).

Dalam proses penyidikan berjalan, KPK telah menggeledah rumah Desi pada Selasa (12/2).

Dari sana, penyidik menyita sejumlah dokumen penting terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan Badan Usaha Milik Negara itu.

Sebelumnya KPK sudah memeriksa Direktur Keuangan PT Waskita Karya, Haris Gunawan dan staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya bernama Wagimin untuk menelisik aliran dana dari proyek fiktif. Selain juga guna melengkapi berkas penyidikan tersangka Fathor Rachman.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Fathor Rachman dan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka.


Terdapat 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya itu. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Fathor dan Yuly diduga telah menunjuk empat perusahaan subkontraktor untuk mengerjakan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya. 

KPK menaksir kerugian negara dari ulah dua pejabat Waskita Karya ini paling sedikit Rp186 miliar.(*)

 Sumber : DTC /  Editor : DODI

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 15 Oktober 2019 - 12:22:31 WIB

    Wah,wahh..! Jawab Kritik dari KPK, Ngabalin: Jangan Baper Dong

    Wah,wahh..! Jawab Kritik dari KPK, Ngabalin: Jangan Baper Dong JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Pihak istana Negara akhirnya buka suara atas kritik KPK perihal keputusan Presiden Jokowi yang tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemilihan sosok menteri di tubuh kabinet pemer.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]