Hadir di Dharmasraya, Ini yang Dikatakan Moeldoko untuk Pemuda


Senin, 28 Oktober 2019 - 12:44:45 WIB
Hadir di Dharmasraya, Ini yang Dikatakan Moeldoko untuk Pemuda Moeldoko

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menegaskan, anak muda sebagai generasi penerus bangsa, harus menggenal adat dan budaya secara holistik tentang Indonesia. Hal itu agar nanti bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijak.

“Jadi saya pikir, upaya yang dilakukan oleh bapak Bupati Dharmasraya (mengembangkan nilai adat dan budaya) ini, sangat bagus. Perlu juga dikembangkan di daerah lain. Khusus anak muda, itu juga perlu mengenal adat budaya secara holistik tentang ke Indonesiaan agar mereka nanti menjadi pemimpin yang baik, yang bijak,” kata Moeldoko, usai mengikuti upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke 91 di halaman kantor Bupati Dharmasraya, Senin, 28 Oktober 2019.

Menurut Moeldoko, jika nilai adat dan budaya ini terus dikembangkan, diharapkan dapat membendung hal-hal yang kurang baik, tidak lagi mengembangkan intoleran, tidak lagi mengembangkan dan mempersoalkan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Ini harus dikembangkan. Mungkin menjadi budaya tradisi baru berikutnya, bagaimana menggali anak muda ini dari segi potensi sehingga mereka ini bisa berkompetisi di setiap hal. Karena, kita sedang menghadapi kompetisi global yang luar biasa maka daerah juga harus membangun kompetisi yang kuat agar secara nasional kita bisa memiliki kompetitifnis yang luar biasa,” ujar Moeldoko.

Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan, ancaman terbesar Indonesia saat ini yakni, adanya paham baru yang ingin mengembangkan kelompok eksklusifisme. Di antaranya, menggunakan cara-cara intoleran . Hal ini jika tidak ditangani dengan cepat akan berbahaya.

“Untuk itulah, dalam setiap kesempatan saya selalu katakan dengan keras jangan lagi kita mempersoalkan mayoritas dan minoritas. Kita di lahirkan oleh Tuhan, ya seperti ini, prural. Kita tidak bisa lagi menghindari dari itu," ujarnya.

Dia menambahkan, "Ada memang kelompok kecil dan besar, tetapi jangan lagi itu menjadi persoalan sehingga tidak perlu lagi kita bicara mayoritas dan minoritas. Kita ingin menekan paham radikal, paham intoleran yang dikembangkan mulai dari anak kecil yang sudah diajarkan. Ini harus dihilangkan, enggak boleh berkembang.(h/vva)

 Sumber : viva.com /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]