Resmi! Pemerintah Kota Padang Menerima Plakat Warisan Dunia UNESCO


Selasa, 29 Oktober 2019 - 15:53:53 WIB
Resmi! Pemerintah Kota Padang Menerima Plakat Warisan Dunia UNESCO Wali Kota Padang bersama perwakilan dari UNESCO dan Wali Kota Sawahlunto usai pemasangan plakat.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto resmi masuk menjadi warisan dunia oleh UNESCO. Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO secara resmi menyerahkan sertifikat warisan dunia UNESCO kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan tujuh kepala daerah untuk Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto.

Untuk Kota Padang, Kawasan Area C Silo Gunuang merupakan bagian dari warisan budaya tersebut. Warisan budaya ini terletak di Kelurahan Teluk Bayur, Padang Selatan. Pemberian Plakat ini secara resmi diberikan oleh Nadjamuddin Ramly selaku Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya kepada Walikota Padang. Penyerahan ini dilaksanakan pada Selasa (29/10).

Turut hadir dalam penyerahan tersebut Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Perwakilan Kemenlu, Dinas Kebudayaan Sumbar, Sekretaris PT Bukit Asam, PT. KAI, Walikota Sawahlunto dan perangkat OPD Kota Padang.

Dalam sambutan yang disampaikan Direktur Bukit Asam yang diwakili oleh Suherman, selaku sekretaris, dia menyampaikan PT Bukit Asam berkomitmen mendukung pariwisata Sawahlunto dan Sumatera Barat. Penetapan Warisan Dunia pada 6 juli 2019 menjadi kebanggaan Sawahlunto dan Sumatera Barat. 

"Ini karena masih kita rawat lokasi hingga sekarang. Bukit Asam berkomitmen mendukung Sawahlunto masih dalam sektor pariwisata" ucapnya dalam sambutan.

Sebagai bagian dari usaha peningkatan lokasi wisata, PT Bukit Asam telah membangun Kebun binatang dan areal pariwisata. Selain itu juga membuka sarana pendidikan. PT Bukit Asam terus mendukung pemerintah, sehingga lokasi tersebut layak untuk dikunjungi sebagai lokasi wisata. 

"Perjuangan bersama ini akhirnya berbuah manis bagi kita semua. Ini tidak lantas membuat kita senang, tapi ini awal baru untuk meningkatkan pariwisata" tutupnya.

Setelah penyerahan plakat, Wali Kota Padang, Mahyeldi juga memaparkan pentingnya Kawasan Area C Silo Gunuang sebagai bagian dari pariwisata Kota Padang. Menurutnya, dengan ditetapkannya kawasan ini, pemerintah Kota Padang akan mengkoneksikan dengam kawasan pariwisata yang lain, terutama kawasan kota tua pondok.

"Kawasan Silo bisa kita integrasikan dengan kota lama padang. Kita akan memfungsikan kereta api sebagai angkutan publik Kota Padang. Kereta api tersebut akan tersambung ke muaro, bukik putuih, hingga ke teluk bayur. Ini menjadi bagian yang terintegrasi dan terkoneksi dengan Kota Padang. Silo Gunuang akan menyempurnakan pariwisata Kota Padang," ucapnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Mahyeldi menjelaskan rencana yang akan dilakukan Pemko. Rencana tersebut yaitu pemetaan, mengidentifikasi situs bangunan dan kawasan, rencana aksi pemanfaatan kawasan cagar budaya warisan dunia area c, rencana revitalisasi dan penyusunan biaya serta penyusunan rencana pengelolaan. 

Menurutnya, semuanya butuh kesepakatan dengan berbagai stakeholder. "Minimal tempat ini bisa kita manfaatkan kegiatan pameran dan pariwisata. Tentu dengan  melengkapi beberapa fasilitas seperti toilet dan lain lain" tambahnya.

Rencana ke depan pemanfaatan kawasan ini diawali dengan MoU dengan pihak pihak terkait. Kawasan seluas 2.6 hektar ini akan disinergikan sesuai dengan visi misi Kota Padang yaitu Pariwisata. Usaha ini harus memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat di Sumbar. 

"Salah satunya seperti mengarahkan kegiatan siswa sekolah kesini, ini bisa memberikan manfaat kepada generasi muda. Akan bisa kita lakukan," ujarnya.

Dalam sesi wawancara, Nadjamuddin Ramly mengatakan, proses pembangunan kawasan ini hrus dilakukan dengan duduk bersama. "Kita sudah meminta Gubernur untuk membentuk Badan Pembina Pengelolaan Warisan Sumatera Barat. Badan ini adalah wadah koordinasi dan akan memuluskan langkah langkah pembangunan," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan di wilayah warisan budaya harus dilakukan secara hati-hati. Prosesnya harus melibatkan tim ahli dan pakar warisan dunia, sehingga tidak asal bangun. UNESCO akan selalu melakukan pengawasan dan evaluasi. 

"Harus ada perlindungan/proteksi. Silo gunuang tidak boleh diubah, tetapi diperbaiki sesuai aslinya memungkinkan. Harus kita jaga sehingga mekanisme pembangunan sesuai dengan aturan yang ada" tandasnya. (*)

loading...
Reporter : Onriza /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]