Benarkah Penyandang Diabetes Tak Boleh Makan Manis?


Selasa, 29 Oktober 2019 - 18:54:16 WIB
Benarkah Penyandang Diabetes Tak Boleh Makan Manis? Ilustrasi

KESEHATAN, HARIANHALUAN.COM - Diabetes hingga kini menjadi salah satu penyakit yang menimpa banyak orang. Penyakit ini seringkali dikaitkan dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan manis seperti gula. Sehingga, muncul banyak anggapan bahwa makanan manis adalah musuh bagi para penyandang diabetes. Benarkah demikian?

Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur mengatakan diabetes melitus (DM) adalah penyakit di mana tinggi nya kadar gula dalam darah. Penyakit ini terjadi karena dua faktor. Pertama karena kelainan atau bawaan dari lahir. Kedua terjadi saat dewasa yang berhubungan dengan pola hidup.

"Kenapa kadar gula dalam darah tinggi pada penderita diabetes? Itu karena adanya kegagalan atau kekurangan hormon insulin dalam tubuh, karena hormon ini yang mengatur kadar gula darah. Kalau telah terjadi keseimbangan insulin maka tubuh harus bisa mengontrol nya," ujar dr Muliaman baru-baru ini.
Menurutnya mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi gula adalah yang paling cepat mengontrol penyakit ini. Namun demikian, jangan lupa lemak bisa menjadi gula kalau kelebihan mengkonsumsinya. Jadi tetap kontrol asupan makanan tidak hanya gula tapi juga lemak.

"Pola makan yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah dengan 3J yakni perhatikan JENIS makanannya. Atur JADWAL tetap 3x makan (pagi, siang dan malam) serta 2x snack (sebelum siang dan sore). Terakhir adalah JUMLAH, harus benar diatur jumlahnya bukan berarti penderita diabetes menghindari makanan yang manis atau gula tinggi tapi jenis dan jumlahnya yang harus dibatasi," jelasnya.

"Sebab gula adalah bagian dari karbohidrat, saran dari Kementerian Kesehatan asupan gula orang dewasa normal adalah tidak boleh lebih dari 50 gr/hari setara 4 sendok makan sehari. Tidak ada minimal asupan gula pada penderita diabetes tapi minimalkan saja pemberian gula meja atau makanan atau minuman yang manis seperti donat, soft drink, cake dan lain-lain," imbuhnya.
dr Muliaman menganjurkan pilihlah sumber makanan mengandung gula yang tidak cepat meningkat dalam darah seperti roti gandum asli, beras merah, buah yang tidak terlalu manis, dan sayuran. "Saat ini juga tersedia gula seperti isomaltulosa dekstrin dan jangan lupa serat untuk memperlama dan mengurangi gula diserap dari pencernaan ke dalam darah," tuturnya.

Selain mengatur takaran gula dan lemak yang paling penting adalah mengatur kalori, penderita diabetes biasanya diberikan pengetahuan bagaimana cara memilih makanan oleh dokter atau ahli gizinya. Karena bosan dan kadang susah menentukan takaran kalori makannya saat ini tersedia meal replcement atau makanan minuman pengganti sarapan atau makan malam untuk penderita diabetes seperti Diabetasol.

Diabetasol merupakan meal replacement yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti makan pagi dan snack malam dengan nutrisi lengkap. Setiap porsinya pun mampu mencukupi kebutuhan kalori 260 kkal serta memiliki kandungan vitamin dan mineral terukur yang memang juga diperkukan oleh penderita diabetes.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]