Sidang Perusakan, Saksi Sebut Lokasi Bangunan Terdakwa Dalam Hutan Lindung


Selasa, 29 Oktober 2019 - 20:45:51 WIB
Sidang Perusakan, Saksi Sebut Lokasi Bangunan Terdakwa Dalam Hutan Lindung Saksi saat memberikan keterangan pada sidang perusakan lingkungan di Pengadilan Negeri Kelas I Padang.OKIS

PADANG, HARIANHALUA.COM- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cristian Erry kembali menghadirkan sebanyak 2 orang saksi pada sidang dugaan perusakan lingkungan di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dengan terdakwa Wakil Bupati Pessel Rusma Yul Anwar, Selasa (29/10).

Pada sidang ke 7 di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang ini, saksi yang dihadirkan adalah Suardi selaku Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Pelayanan Satu Pintu (DPMP2SP) Pesisir Selatan, dan Rifkaldi selaku Kasi Penataan Ruang pada Dinas PU-PR setempat. 

Suardi mengatakan, awalnya ia tidak mengetahui informasi tersebut, namun hal itu diketahui saat kunjungan kerja bersama Bupati Hendrajoni dan pihak PT Semen Padang ke Puncak Paku kawasan Mandeh pada April 2017 yang rencananya bakal dibangun Rest Area. 

"Dalam perjalanan ke lokasi, kami melihat ada 3 unit Cottage di puncak bukit. Kemudian 1 bangunan lagi arah kepinggir pantai dilokasi terdakwa," katanya dihadapan majelis hakim.

Idealnya kata dia, sebelum dilaksanakan pembangunan di Kawasan Mandeh, pihaknya menegaskan kepada pelaku usaha harus mengantongi izin secara resmi sehingga tidak bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

Sesuai prosedur, dalam penerbitan izin atau usaha pihaknya bakal mencek lokasi dengan melibatkan tim dari dinas terkait untuk selanjutnya dikeluarkan surat rekomendasi layak atau tidak.

"Selanjutnya rekomendasi tersebut kami teruskan ke bupati untuk selanjutnya diterbitkan izin prinsip. Namun, proses ini tidak pernah dilakukan oleh terdakwa," ujarnya.

Saksi selanjutnya, Rifkaldi menyebutkan bangunan yang didirikan terdakwa berada di kawasan hutan lindung. Ia mengatakan pembangunan sodetan (Olo) yang digunakan untuk menyandarkan kapal juga mengakibatkan rusaknya manggrove.

"Hal itu kami pastikan setelah mengecek titik koordinat dan selanjutnya mencocokannya dengan citra satelit. Sodetan tersebut luasnya terus bertambah sejak 2015 hingga 2017," ucapnya. 

Sidang selanjutnya, JPU akan kembali menghadirkan sebanyak tiga orang saksi lagi pada sidang lanjutan yang akan digelar pada Kamis (7/11). (h/kis)

Reporter : OKIS MARDIANSYAH /  Editor : DODI NJ

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]