Keren Nih, Anggota Polres Padang Pariaman Kenakan Baju Adat Saat Operasi Zebra


Rabu, 30 Oktober 2019 - 12:25:03 WIB
Keren Nih, Anggota Polres Padang Pariaman Kenakan Baju Adat Saat Operasi Zebra OPERASI ZEBRA -- Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, AKP Alfin mengecekan surat-surat kendaraan kepada salah satu pengendara sepeda motor saat Operasi Zebra Singgalang 2019 digelar, Selasa (29/10). NASRIZAL

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Puluhan anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Padang Pariaman menggelar Operasi Zebra Singgalang 2019 di daerah Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (29/10).

Pada operasi kali ini (kemarin,red) terlihat tidak seperti biasanya. Ada yang berbeda dalam operasi yang dilaksanakan, karena beberapa anggota polisi mengenakan pakaian adat Minangkabau sambil memberikan brosur mengenai keselamatan berlalu lintas saat operasi digelar.

Hal tersebut sontak menarik perhatian para pengendara yang terjaring operasi dan warga setempat. Banyak pengendara yang merasa terhibur. Seperti, Heru, seorang pengendara yang terjaring operasi. Setelah diperiksa oleh petugas, ia langsung mengajak petugas yang mengenakan kostum pakaian adat tersebut berselfi.

“Giat yang dilakukan polisi kali ini sangat diancungkan jempol, karena sangat kreatif dengan memakai baju adat Minangkabau. Semoga lebih banyak lagi inovasi di kepolisian ke depannya, sehingga dalam mengajak masyarakat untuk taat berlalu lintas, polisi tidak terkesan galak, tetapi humanis,” kata Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, AKP Alfin.

Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, AKP Alfin mengatakan, pada Operasi Zebra Singgalang kali ini beberapa polisi menggunakan baju adat. Selain mereka melakukan penindakan pelanggaran, juga memberitahukan kepada pengendara larangan dalam berkendara.

“Polisi menggunakan pakaian adat, agar masyarakat tidak melihat polisi merasa ketakutan. Diharapkan para pengendara bisa tertib berlalu lintas dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Alfin, operasi yang digelar hari ini (kemarin,red) pihaknya mengundang jaksa, hakim, panitera dan petugas BRI di lokasi razia. Sebab, pihaknya langsung melakukan sidang di tempat, sehingga para pelanggar lalu lintas tidak repot-repot untuk mengurus ke pengadilan.

“Pada operasi kali ini, sat lantas telah menindak sebanyak 609 kendaraan yang ditilang dan 20 kendaraan yang dikandangkan,” tuturnya.

Pengendara yang terjaring polisi, lanjut Alfin, kebanyakan tidak menggunakan helm, tidak menggunakan plat kendaraan dan mematuhi aturan berlalu lintas. “Pengendara yang nakal kebanyakan rata-rata usia di atas 20 sampai 40 tahun,” ujarnya. (h/nas)

Reporter : Nasrizal /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]