Rizki Kurniawan Nakasri Silaturahmi ke Rimbo Data


Rabu, 30 Oktober 2019 - 12:35:45 WIB
Rizki Kurniawan Nakasri Silaturahmi ke Rimbo Data Kandidat Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) bersilaturahmi dengan masyarakat Nagari Tanjung Pauh, Rimbo Data, Kecamatan Pangkalan Koto Baru,  Selasa (29/10).

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Kandidat Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) bersilaturahmi dengan masyarakat Nagari Tanjung Pauh, Rimbo Data, Kecamatan Pangkalan Koto Baru,  Selasa (29/10). Kedatangan RKN ke daerah perbatasan Sumbar-Riau itu dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.

"Kedatangan kami ke sini untuk lebih banyak mendengar ke masyarakat karena kami sadar betul bahwa dalam memimpin daerah, seorang kepala daerah harus banyak mendengar sehingga lebih memahami persoalan yang ada di masyarakat," ujar RKN.

Dalam silaturahmi tersebut, masyarakat menyampaikan keluhannya kepada RKN terutama soal anjloknya harga gambir. "Sekarang harga gambir Rp 22 ribu per kg. Idealnya Rp 40 ribu per kg, baru petani dapat menikmati keuntungan," ujar tokoh masyarakat setempat, H. Daranin. 

Daranin meminta agar pemerintah daerah hadir dan memiliki political will dalam menyikapi anjloknya harga komoditas gambir ini. "Pemda jangan hanya pandai mengambil pajak saja dari gambir ini, namun harus terlibat dalam menstabilkan harga," ucapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga Nagari Gunung Malintang, Rustam. Petani gambir dan karet itu menyayangkan harga gambir yang tak kunjung stabil sehingga mengakibatkan morat-maritnya ekonomi ratusan keluarga di daerah tersebut. "Sekarang gambir kami cuma dihargai Rp 19 ribu. Idealnya kalau bisa Rp 50 ribu per kg," ujar transmigran yang tinggal di Limapuluh Kota sejak 1985 itu.

RKN menanggapi persoalan tersebut dan sepakat bahwa Pemkab harus memperhatikan salah satu komoditas unggulan Limapuluh Kota itu. "Sebagaimana pemikiran yang sudah saya sosialisasikan dalam beberapa tulisan, diperlukan BUMD yang dikelola secara profesional untuk menstabilkan harga gambir. Dia bisa membeli dan menstok gambir ketika harganya turun," ucapnya.

Di sisi lain, Pemkab juga perlu memikirkan bagaimana komoditas gambir ini perlu pengolahan lebih lanjut  sehingga Limapuluh Kota tak hanya menjual bahan baku. "Perlu pabrik pengolahan gambir agar komoditas ini memiliki nilai tambah sehingga kapasitas produksi gambir yang melimpah di Limapuluh Kota bisa diserap. Di sini perlu kepiawaian Pemkab dalam menggandeng investor," tutur RKN.

Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Pauh Rimbo Data, Taufit JS, mengapresiasi kunjungan RKN ke nagarinya. Menurutnya, Limapuluh Kota membutuhkan sosok muda yang memiliki keberanian dalam mengeksekusi keputusan dan kebijakan untuk kemaslahatan masyarakat Limapuluh Kota.

"Ketidakberanian pemimpin dalam mengambil keputusan mengakibatkan kita semakin tertinggal dari daerah-daerah lain sehingga banyak peluang-peluang pembangunan baik bersumber dari APBD provinsi maupun APBN menjadi tidak terealisasi," katanya.

Terkait proses pencalonan, RKN mengaku niatnya maju pada Pilkada Limapuluh Kota mendatang karena dorongan untuk mengabdi ke masyarakat. "Latar belakang aktivis di kampus membentuk pemikiran bahwa saya harus mengabdikan diri dalam dunia politik. Di samping dorongan almarhum ayahanda yang memang menginginkan anaknya menjadi bupati," ucapnya.

Namun di sisi lain, RKN mengaku dirinya tak ambisius dalam mengejar kekuasaan karena sejatinya kekuasaan berada di tangan Allah SWT. "Saya tidak ambisius, tapi ketika sudah diputuskan, saya sungguh-sungguh untuk berikhtiar. Insya Allah yang muda lebih punya kesehatan, tenaga dan waktu untuk bekerja," tuturnya. (h/mg-ari)

Reporter : Arie Alfikri /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]