Skandal Lem Aibon Rp82 Miliar Terbongkar, Komika Ernest Sanjung PSI


Rabu, 30 Oktober 2019 - 13:54:29 WIB
Skandal Lem Aibon Rp82 Miliar Terbongkar, Komika Ernest Sanjung PSI Screenshot anggaran lem Rp82 miliar di Pemprov DKI Jakarta.

NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Kontroversi anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk pembelian lem aibon senilai Rp82,2 miliar, memantik atensi komika Ernest Prakasa. Ernest Prakasa menyanjung kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang pertama kali membongkar kejanggalan anggaran tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan pria yang juga dikenal sebagai sineas itu, melalui jejaring Twitter pribadinya @ernestprakasa, Selasa (30/10). "Kader @psi_id di DPRD bongkar skandal aibon 82 miliar, sampai-orang DKI nggak punya jawaban lain selain "salah ketik," cuitnya.

Ernest mengaku lega, akhirnya partai pilihannya saat pemilu terbukti memiliki kinerja baik. Ia lantas mengaitkan hal itu dengan mereka yang golput. Ia berharap kedepannya masyarakat bisa menyuarakan hak pilihnya. "Gue lega suara gue di Pemilu kemarin nggak sia-sia. Tolong cc-in ke yang golput dong, siapa tau lain kali jadi lebih pengen pakai hak suaranya. Siapa tahu," sambungnya.

Sebelumnya diketahui, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana mempertanyakan anggaran pembelian lem aibon yang mencapai Rp 82,8 miliar, melalui Twitter. "Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya. Buat apa?" cuit William Selasa (29/10/2019) malam.

Berdasarkan laman apbd.jakarta.go.id, anggaran itu diusulkan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat dengan nama "Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Dasar Negeri" senilai Rp 82,8 miliar. Pun bila dirinci, dana sebanyak itu digunakan untuk lem aibon bagi 37.500 orang selama 12 bulan dengan harga satuannya sebesar Rp184.000.

Terkait itu, Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengakui kalau pihaknya sudah merevisi anggaran itu. Namun pihaknya, kata Susi, juga sedang melakukan pemeriksaan ulang. "Kami sudah revisi. Tapi kami lakukan pengecekan ulang untuk menyisir kembali seluruhnya," ujar Susi. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]