Kalahkan Petahana, Pengacara Jadi Presiden Baru Argentina


Rabu, 30 Oktober 2019 - 14:27:46 WIB
Kalahkan Petahana, Pengacara Jadi Presiden Baru Argentina Alberto Fernandez, Presiden baru Argentina.

INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Calon presiden Alberto Fernandez memimpin perolehan suara Pilpres Argentina yang digelar Minggu (27/10). Fernández berhasil mengungguli petahana Mauricio Macri dengan perolehan 47,48 persen suara. Macri yang berasal dari konservatif itu meraup 41,08 persen.

Dengan hasil itu, Fernandez dipastikan menang tanpa perlu pemungutan suara putara kedua. Setelah tempat pemungutan suara ditutup, Alberto Fernandez langsung merangkul kekasih. Pendukungnya pun langsung bersorak. Dia kemudian menyapa para pendukung yang berkumpul di luar gerbang apartemen. 

"Alberto presidente!" teriak para pendukung. Sementara ratusan orang yang berkumpul di kantor pemenangan mengibarkan bendera Argentina. "Saya sangat senang. Kami menunggu perubahan ini sejak lama. Kami lelah dengan semua yang telah terjadi," kata salah satu pendukung Juan Jose De Antonio, dikutip dari Associated Press.

Pilpres ini digelar di tengah anjloknya sektor perekonomian Argentina. Para pemilih Fernandez diyakini adalah orang-orang yang kecewa dengan kinerja Macri dalam menangani krisis ekonomi. Akan tetapi, terpilihnya Fernández dikhawatirkan akan mengembalikan Argentina ke arah Peronis berhaluan kiri.

Macri terpilih sebagai presiden pada 2015 mengalahkan Cristina Fernandez. Kini Cristina Fernandez maju kembali menjadi calon wakil presiden mendampingi Alberto Fernandez. Kemenangan Fernandez menjadi sinyal referendum pinjaman pemerintah dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan penghematan belanja yang dilakukan sebagai syarat pinjaman tersebut.

Sebelumnya Macri juga kalah di pemilu pendahuluan. Kala itu pelaku pasar khawatir, sebab Macri merupakan sosok pro bisnis sedangkan Fernandez cenderung lebih sosialis. Sejatinya, popularitas Macri sudah anjlok setelah Argentina mengalami krisis mata uang tahun lalu, di mana nilai tukar peso sempat anjlok 50 persen.

Kemudian, Macri juga dikritik karena melakukan kebijakan pengetatan anggaran yang mengecewakan rakyat Argentina karena daya belinya ikut tergerus. Kebijakan ini berujung pada penarikan dana bantuan IMF sebesar US$56 miliar, yang dinilai analis harus segera direstrukturisas. (*)

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 15 Februari 2020 - 02:34:47 WIB

    Wow..! XL Klaim Berhasil Kalahkan Telkomsel-Indosat

    Wow..! XL Klaim Berhasil Kalahkan Telkomsel-Indosat JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- XL Axiata mengklaim berhasil mengungguli Indosat dan Telkomsel. Keunggulan ini dilihat dari pertumbuhan penetrasi ponsel pintar, proporsi pendapatan data, dan penggunaan data per pelanggan. Pertu.
  • Sabtu, 26 Oktober 2019 - 13:58:24 WIB

    Robot Bakal Kalahkan Manusia? Ini Kata CEO Toyota

    Robot Bakal Kalahkan Manusia? Ini Kata CEO Toyota TEKNOLOGI, HARIANHALUAN.COM - Masyarakat dunia dihadapkan dengan berbagai jenis automasi. Segala hal yang biasanya harus dilakukan oleh manusia mulai tergantikan oleh robot yang memiliki kecerdasan buatan, tak terkecuali di i.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]