Berjiwa Besar, Kasus Penganiayaan Walijorong III Kampuang Berakhir Damai


Rabu, 30 Oktober 2019 - 14:56:02 WIB
Berjiwa Besar, Kasus Penganiayaan Walijorong III Kampuang Berakhir Damai Walijorong III Kampuang Nevrigon dan orang tua pelaku Irsal Dt. Majo Lelo aepakat berdamai yang dimediasi Babinkamtibmas Nagarai Gaduik Aiptu Irwan Agus di Polsek Tilatang Kamang, Selasa (29/10). YURSIL.

AGAM, HARIANHALUAN.COM- Kasus penganiyaan terhadap Walijorong III Kampuang Nagari Gaduik Kec. Tilatang Kamang, akhirnya berdamai. Proses perdamaian itu dimediasi langsung Babinkamtibmas Nagari Gadut dengan kedua belah pihak yang disaksikan tokoh masyarakat serta masing masing pihak keluarga, di Polsek Tilatang Kamang, Selasa (29/10).

Walijorong III Kampuang Nevrigon Kando Marajo dengan jiwa besar, tulus dan ikhlas bersedia memaafkan pelaku yang saat ini sudah mendekam di sel tahanan Polres Bukittinggi. 

"Ndak sampai hati saya melihat pelaku (Gerri) ditahan di sel Polres,  tidak sampai hati saya, sedangkan orang lain saja bisa saya maafkan apa lagi Gerri yang masih ada hubungan keluarga dengan saya," kata Nevrigon dihadapan orang tua pelaku dan hadirin yang hadir.

Menurutnya, permasalahan dia dengan orang tua pelaku sudah lama terjadi, namun puncaknya saat terjadi kasus penganiyaan yang dilakukan Gerri, Selasa (22/10) lalu, akibat permasalahan akses jalan ke tanah Koperasi Pemko Bukittinggi. 

"Permasalahan ini dimulai dari Pemilihan Walinagari Gadut beberapa tahun lalu yang mana orang tua Gerri, Irsal DT. Majo Lelo maju pemilihan Walinagari Gaduik namun kalah, faktor kekalahan dituduhkan  kepada saya," terang Nevrigon lebih dikenal Negon.

Dalam mediasi itu, orang tua pelaku, Irsal DT. Majo Lelo lebih banyak diam dan menunduk mendengarkan unek unek Negon terhadap permasalahan yang terjadi. 

Dengan perasaan terbawa emosi, Negon secara gamlang melampiaskan kekesalannya terhadap permasalahan dari awal hingga terjadinya kasus penganiayaan. Dia menjadi korban akibat hasutan orang yang tidak bertanggung jawab.

"Saya tidak dapat berbicara banyak, saya lebih baik diam saja, namun saya menyambut baik perdamaian ini," kata Dt. Majo Lelo. 

Sementara itu, Babinkamtibmas Nagari Gaduik Aipda Irwan Agus menyambut baik kesepakatan  perdamaian kedua belah pihak, namun ia mengingatkan agar kasus itu jangan terulang kembali.

"Ada dua poin isi perdamaian itu diantaranya, pelaku atau pihak keluarga pelaku menganti seluruh biaya pengobatan korban. Poin kedua pelaku harus meminta maaf kepada keluarga korban dan Nagari Gaduik karena korban adalah perangkat Nagari,, kemudian korban mencabut laporan yang tengah ditangani pihak kepolisian, " ungkap Irwan Agus.

Sebelumnya, Wali Jorong III Kampung, Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam,  Nevrigon (36) babak belur dihajar salah seorang warganya bernama Gerri (33). Akibatnya, korban mengalami patah tulang hidung dan luka memar beberapa bagian tubuhnya.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Jorong III Kampuang, tepatnya di belakang kedai depan gerbang Simpang Sawah Dangka, Jorong III Kampung, Selasa (22/10). korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Strok Nasional (RSSN) Bukittinggi.(h/ril).

Reporter : YURSIL /  Editor : DODI NJ

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]