Cegah Fitnah..! Wako Ramlan Nurmatias Berdialog Langsung dengan Pedagang Pasa Ateh


Rabu, 30 Oktober 2019 - 15:56:37 WIB
Cegah Fitnah..! Wako Ramlan Nurmatias Berdialog Langsung dengan Pedagang Pasa Ateh Pertemuan langsung Walikota Ramlan Nurmatias dengan para pedagang korban kebakaran Pasa Ateh di auditorium Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi, Rabu (30/10). RUDI GATOT

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM-Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait persoalan Pasar Atas yang pekerjaannya hampir rampung, Pemko Bukittinggi menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Atas untuk berdialog dengan Walikota dan unsur Forkopimda di auditorium Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi, Rabu (30/10).

Dalam pertemuan yang berlangsung, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan, pemerintah daerah sengaja mengundang para pedagang korban kebakaran Pasar Atas, khususnya pedagang pemilik kartu kuning dan penyewa, guna meluruskan  berbagai persoalan terkait kesimpangsiuran pembangunan kembali Pasa Ateh. Karena saat ini banyak isu yang beredar, seolah-olah pemko menzalimi pedagang.

"Fitnah yang saya hadapi, menjadi ujian bagi saya. Upaya saya dalam mengupayakan percepatan pembangunan kembali Pasa Ateh, malah disambut beberapa fitnah oleh beberapa  oknum. Tapi ini tidak menyurutkan niat saya dalam membangun kembali Pasa Ateh agar geliat perekonomian  pedagang, dapat kembali meningkat. Saya ingin warga kota tenang dan aman di Bukittinggi. Kalau ingin bertanya, silahkan bertanya kepada yang mengerti aturan agar tidak timbul fitnah," kata  Ramlan.

Dalam melaksanakan setiap pekerjaan ujar Ramlan,  pemerintah tentu  harus taat aturan, karna  Semua yang dilakukan itu untuk masyarakat Bukittinggi, bukan untuk kepentingan pribadi. Khusus untuk Pasa Ateh yang terbakar,  pemko selalu bergerak cepat, mulai dari penampungan dan pembangunan kembali, sesuai aturan yang berlaku.

"Saya bekerja untuk masyarakat. Bagi saya aturan nomor satu. Percuma jadi Walikota kalau tidak dapat bekerja untuk masyarakat. Tapi saya terus berkomitmen untuk terus membangun kota.Bukittinggi ke arah yang lebih baik dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat," tegas Ramlan.

Ia menjelaskan, dari 835 petak toko  di  Pusat Pertokohan Pasar Atas yang baru dibangun itu, memang diperioritaskan terlebih dahulu bagi 763 pedagang pemegang kartu kuning yang dikeluarkan oleh Pemko Bukittinggi melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan.

Apabila seluruh pedagang pemegang kartu kuning ini berkeinginan kembali untuk menempatinya, maka sisa petak toko yang ada  akan diperioritaskan bagi pedagang penyewa yang aktif berdagang dikawasan  Pusat Pertokohan tersebut atau pedagang penyewa yang menjadi korban akibat musibah kebakaranPasar Atas.

“Kita ingin ada kepastian berdagang bagi pedagang. Kartu kuning yang dikeluarkan merupakan  sebagai bukti hak pakai bagi pedagang, bukan hak milik. Toko ini nantinya tidak boleh disewakan dan dipindahtangankan ke pihak lain. Terkait dengan penempatan pedagang dibanguan Pasar Atas yang baru itu,  nantinya pedagang akan ditempatkan sesuai jenis dagangan mereka masing masing. Setelah itu baru dilakukan lotting tempat,”  ujar Ramlan

Sementara itu perwakilan KPKNL, Syukriah mengatakan, dalam mengelola Pasar Atas sebagai aset daerah, pemerintah akan menetapkan sistem sewa.

"Jumlahnya sewa itu dapat dihitung setelah pembangunannya selesai 100 parsen," ungkapnya. (h/tot)


Reporter : RUDI GATOT /  Editor : DODI NJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM