9000 Meter Jalan Menembus Rimba Untuk Hubungkan Dua Desa, Berkat TNI Kini Petani Tak Lagi Pikul Padi


Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:16:25 WIB
9000 Meter Jalan Menembus Rimba Untuk Hubungkan Dua Desa, Berkat TNI Kini Petani Tak Lagi Pikul Padi Pembangunan jalan TMMD di Situjuah, Ladang Lawe. Berkat TNI Kini Petani Tak Lagi Pikul Padi. DADANG

LIMAPULUHKOTA,HARIANHALUAN.COM-Melangkahdi jalan setapak, berjalan menuruni lembah, memanjat licinnya tebing-tebing perbukitan dan mengarungi rimba dengan beban puluhan kilogram dipundak. Sepi, sunyi dari derungan mesin-mesin beroda dan sayup-sayup terdengar cuitan burung yang saling sahut-menyahut diatas ranting pepohonan.

Oleh: DADANG ESMANA

Begitu lah suasana mengiringi langkah demi langkah Zulfikar, salah seorang petani di Nagari (sebutan lain nama Desa di Sumatera Barat) Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota untuk pergi ke sawah sejak puluhan tahun lalu. Tetapi, menjelang awal Oktober tahun ini, wajah pria 64 tahun tersebut mulai terlihat bersinar,gembira akan adanya harapan baru yang luar biasa terjadi dikampung halamannya. Dibenak Zulfikar, hari-hari untuk melangkah dijalan setapak melewati rimba sepi sambil memikul beban dipundak atau kepala, tidak lagi dialaminya.

Yang terbayang oleh bapak tiga anak itu, dalam waktu dekat sudah ada jalan bagus, mulus yang membentang di dekat sawah-sawah untuk mempermudah akses transportasi bagi petani disana. Harapan itu muncul seiring beredarnya informasi dari warga ke warga setempat dengan adanya program pembukaan jalan baru di kampung mereka."Petani sini, harus melewati jalan setapak untuk sampai kesawah. Sawah dan ladang berada di balik-balik perbukitan. Kabarnya akan ada pembukaan jalan baru didaerah ini,"terang Zulfikar pada 5 September lalu.

 

Satu-satunya akses jalan untuk sampai kesawah, hanyalah dengan menjajaki jalan setapak. Itupun ditempuh dengan jarak yang begitu jauh. "Jarak ke sawah ada sekitar 3 sampai 6 kilometer dari rumah-rumah petani. Itupun hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tidak ada jalan lain kesana,"terang Zulfikar.

Berjalan kaki sejauh itu dengan menelusuri rimba yang masih asri, menuruni lembah dan mendaki tebing, tidak hanya dilakoni Zulfikar saja. Mayoritas, petani di Nagari Situjuah Ladang Laweh itu harus berjuang untuk sampai ke sawah-sawah mereka. Itupun sudah menjadi pemandangan biasa bagi mereka. Tak jarang juga , petani-petani setempat bertemu dengan binatang liar dan hewan virus mematikan didalam hutan yang sesekali bisa mengancam nyawa mereka. Seperti kera, babi dan ular.

Perjuangan petani untuk bisa hidup di nagari yang jaraknya sekitar 25 kilometer dari pusat Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota itu, belum sampai disana. Untuk mengangkut hasil tani berupa padi, juga harus dengan tenaga ekstra. Bagi petani yang memiliki uang lebih, mereka bisa mengupah petani lain sebagai buruh angkut untuk membawa padi agar sampai dirumahnya. Seperti yang dikatakan Ujang, petani sekaligus buruh angkut. Ketika tidak sedang menggarap sawah, pria 50 tahun tersebut kerap mendapatkan orderan mengangkut padi dari sawah yang ada dibalik-balik lembah jauh kedalam hutan sampai ke rumah si pemilik sawah. 

"Setiap kali panen, ada yang minta bantu untuk angkut padi mereka keluar dari hutan. Jaraknya ya lumayan jauh,"kata Ujang. Untuk sekali angkut, pria yang sudah ditumbuhi uban itu hanya mampu membawa sebanyak 40 kilogram padi saja. Beban seberat itupun harus digotong dipundak atau junjung dikepala. "Biasanya dikasih upah. Satu kilogam padi upah angkutnya Rp 300. Sekali angkut bisa capai 40 kilogram dengan digotong,"ucap Ujang. Sehari, katanya, bisa membawa padi sampai 200 hingga 250 kilogram dengan upah yang diterima sampai Rp 80ribu. Seminggu, terkadang ada tiga kali orderan mengangkut padi yang diterima Ujang 

Untuk mempermudah mengangkut padi, Ujang sesekali menitipkan gerobak dilokasi jalan yang datar. Sesampai di medan yang berat, padi kembali digotong sesekali dipindahkan ke kepala.

Hal yang sama juga dilakukan oleh petani lainnya untuk mengangkut hasil pertanian dan membawa pupuk, juga harus digotong. Kondisi medan yang berat, mengharuskan petani di Nagari Situjuah Ladang Laweh bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ada ratusan hektar petak sawah di dalam lembah-lembah dalam hutan sana. 


Awal Oktober, Nagari Situjuah Ladang Laweh kedatangan tamu istimewa. Nagari yang berada di ketinggian 1400 mdl tersebut jadi perhatian bersama, terutama dari unsur pertahanan di wilayah teritorial Kabupaten Limapuluh Kota. Ratusan prajurit TNI datang silih berganti. Mesin-mesin baja berkekuatan ekstra berupa eskavator dan truk-truk jumbo mendaki menuju arah perkampungan warga.

Kedatangan prajurit-prajutir berbaju loreng tersebut, tidak membuat takut masyarakat disana. Malahan, kedatangan prajurit gabungan dari Komando Distrik Militer 0306/50 Kota, Batalyon Infantri 131/Braja Sakti serta Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti disambut gembira oleh warga.


Mereka datang, tanpa membawa senjata berupa senapan ataupun mariam. Cangkul, sekap dan sepatu boots adalah senjata utama bagi prajurit TNI di desa tersebut. Rencananya, misi kedatangan prajurit-prajurit TNI tersebut, bukan untuk perang melainkan untuk mengubah hidup petani setempat kearah yang lebih baik. Salah satunya melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 dengan sasaran pembukaan jalan baru.


Walinagari (sebutan Kepala Desa di Sumatera Barat) Situjuah Ladang Laweh, sangat berterimakasih dengan hadirnya TNI yang membawa program manunggal untuk pembangunan di desa yang dipimpinnya itu. "Tak terbayang, ada jalan baru di kampung ini. Masyarakat sangat mendukung program TNI ini. Kami senang , TNI bisa hadir ditengah-tengah masyarakat,"terang Mawardi Datuak Sindaro Paneh Walinagari Situjuah Ladang Laweh.


Katanya, bukti keseriusan dari masyarakat untuk sukseskan TMMD tersebut, mereka rela menyerahkan harta berharga berupa tanah untuk dibebaskan demi dibangunnya akses jalan di desa setempat. "Sudah 8 hektar lebih tanah dibebaskan. Ini pun tanpa diminta ganti rugi oleh masyarakat. Saya pun terharu atas tingginya partisipasi masyarakat ini,"ucap Mawardi Datuak Sindaro Paneh.

Dijelaskannya, rencana jalan baru yang akan dibangun tersebut yaitu menyambung buntunya jalan utama di nagari berpenduduk sekitar 1500 jiwa itu dan nantinya terhubung ke desa sebelah. Yaitu Desa Situjuah Tungkar. Menurutnya, pembukaan jalan baru itu, sebenarnya sudah lama diimpikan oleh masyarakat didua nagari tersebut, sudah bertahun-tahun. Tetapi 2019 ini baru bisa terwujud. "Jalan ini, sudah lama diimpikan. Yang pasti jalan baru nanti bakal menghubungkan dua nagari," kata Mawardi.


Hal yang sama juga dikatakan Walinagari Situjuah Tungka, Yosrizal Datuak Pado. Katanya, program TMMD disambut positif masyarakat di desa yang dipimpinnya. Dengan adanya jalan baru itu, bisa mempermudah akses transportasi antara kedua nagari yaitu Nagari Situjuah Tungka ataupun Nagari Situjuah Ladang Laweh.


"Banyak manfaat apabila jalan sudah tembus. Karena itu masyarakat rela menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan ini,"ucap Yosrizal.


Sedangkan, Komandan Satuan Tugas TMMD ke 106, Letnan Kolonel Kav Solikhin menjelaskan, sasaran TMMD ke 106 tersebut, salah satunya pembukaan jalan. Yaitu pembukaan jalan sepanjang 9000 meter dengan lebar 9 meter. Jalan baru tersebut, berada didalam hutan kawasan lereng Gunuang Sago.

"Medan pembukaan jalan baru sangat berat. Pasalnya, yang kita diolah itu adalah hutan yang disulap jadi jalan. Kondisinya berada di lereng-lereng dan lembah. Panjangnya mencapai 9000 meter,"terang Letkol Kav Solikhin saat peninjauan lokasi TMMD pada pertengan Oktober lalu.

Jalan baru tersebut, kata Letkol Kav Solikhin sekaligus Komandan Distrik Militer 0306/50 Kota, juga dilengkapi gorong-gorong 10 titik dan plat dacker di 4 titik. "Demi berjalannya TMMD ada 150 prajurit TNI yang terlibat,"terangnya. Begitupun, perwira dua melati itu juga memerintahkan prajuritnya yang berada dilokasi TMMD untuk selalu berbaur dengan masyarakat setempat. "Saya ingatkan prajurit untuk tidur dirumah-rumah masyarakat dan berbaur dengan masyarakat,"tegasnya.


Apa yang di komandokan Letkol Kav Solikhin terhadap anak buahnya, malah didukung masyarakat. Masyarakat pun bangga terhadap TNI sekaligus bisa menjaga rumah-rumah mereka selama TMMD berlangsung. Bahkan, masyarakat pun bahu-membahu untuk menyediakan logistik berupa makanan bagi prajurit TNI yang bertugas disana. "Saya salut dengan respon masyarakat. Ibu-ibu saling bahu membahu menyediakan makanan dan bapak-bapak serta pemuda sampai ikut membantu TNI membangun jalan. Saya pun terharu,"terang Dansatgas TMMD ke 106 tersebut.


Pelaksanaan TMMD ke 106 di Nagari Situjuah Ladang Laweh dan Nagari Situjuah Tungkar tersebut, sempat didatangi Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar TNI. Jendral bintang dua, yakni Marsekal Muda Nazirsyah sekaligus Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kepala Staf Angkatan Udara memimpin rombongan Wasev Mabes TNI tersebut.

Disela-sela pertemuan dengan masyarakat Nagari Situjuah Ladang Laweh dan Nagari Situjuah Tungkar yang dipusatkan di Mesjid Al- Akhdar Nagari Situjuah Ladang Laweh, Marsda Nazirsyah menjelaskan, pembangunan jalan baru di Situjuah itu, merupakan jalan terpanjang menjadi sasaran TMMD ke 106 di Indonesia.

"Saya pun salut dengan TNI. Bisa membangun jalan ribuan meter dengan medan yang begitu berat. Ini adalah jalan terpanjang yang di bangun TNI pada TMMD 106 ini. Sampai 9000 meter dengan lebar 9 meter. Ini luar biasa"terang mantan Komandan Lanud Iskandar Muda itu pada Kamis (24/10) lalu. Marsda Nazirsyah juga mengapresiasi masyarakat yang ikut berjibaku untuk sukseskan pembangunan jalan tersebut.

Menurut jendral bintang dua itu, pembukaan jalan baru yang dilakukan prajurit TNI tersebut, nantinya bisa sebagai pintu masuk penunjang untuk kemajuan daerah.


Seperti, dibukanya objek wisata baru, kawasan olahraga serta penunjang sarana transportasi masyarakat dan akses pertanian. " Setelah saya tinjau, pemandangan alam sepanjang jalan sangat bagus. Ini berpotensi untuk pembukaan objek wisata alam baru. Kemudian, jalan baru melewati kawasan perbukitan dengan ketinggian yang lumayan bagus untuk olahraga paralayang, ini juga bisa dibuka disini. Jalan baru juga bisa sebagai akses utama transportasi masyarakat serta sarana untuk mempermudah ke kawasan pertanian,"ucapnya lagi. Malahan, katanya lagi, pembangunan jalan masih dalam pengerjaan tetapi sudah bisa dimanfaatkan langsung bagi masyarakat untuk sarana mengangkut hasil tani. 

 

 

TMMD Didukung Penuh Pemerintah Daerah


Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi berterimakasih kepada prajurit-prajurit TNI yang sudah ikut membantu daerah dalam pembukaan akses jalan baru di TMMD ke 106. Menurut Irfendi, dengan adanya jalan baru tersebut setidaknya sudah membuka berbagai akses untuk menghubungkan kedua nagari. 

"Berkat bantuan TNI ini, masyarakat senang. Kampung yang awalnya jalan buntu, kini sudah terhubung ke kampung sebelah,"terang Bupati. Jauh-jauh hari, orang nomor satu di Limapuluh Kota tersebut selalu mensupport pelaksanaan TMMD ke 106 di dua nagari yang berpenduduk hampir 5 ribu jiwa itu. Bahkan, Pemerintah Daerah juga menganggarkan untuk program TMMD sebesar Rp 2 Miliar. "Ini bentuk kepedulian kita. Mudah-mudahan pelaksanaan TMMD tahun depan bisa bermanfaat banyak bagi masyarakat,"terang Bupati.

Sementara, Komandan Satuan Tugas TMMD 106 wilayah Kodim 0306/50 Kota, Letkol Kav Solikhin mengatakan, ada banyak sasaran dalam pelaksanaan TMMD tahun ini. Seperti pembukaan jalan baru sepanjang 9000 meter, pembangunan 4 unit Rumah Tak Layak Huni serta pembangunan 1 unit mushalla dan banyak kegiatan-kegiatan non fisik lainnya. "Sasaran non fisik TMMD kali ini seperti penyuluhan atau sosialisasi dan pembekalan berbagai materi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ini dilakukan hampir setiap hari dengan melibatkan dari murid SD hingga masyarakat umum. Kemudian, juga dilakukan penyebaran ribuan bibit ikan,"ucap Letkol Kav Solikhin.


Pembangunan Jalan Harap Dilanjutkan


31 Oktober, pelaksanan TMMD ke 106 resmi ditutup. Jalan 9000 meter yang dibangun TNI rampung dikerjakan. Seiring dengan ditutup program manunggal membangun desa itu, masyarakat berharap ada kelanjutan pembangunan jalan, dari pembukaan jalan yang masih dasar tanah oleh TNI, ke jalan aspal yang diharapkan dibangun pemerintah.

Walinagari Situjuah Tungkar, Yosrizal Datuak Pado mengatakan, harus ada kelanjutan pembangunan setelah dibukanya akses jalan oleh prajurit TNI. "Sehingga jalan yang dibuka bisa bermanfaat maksimal. Dibuka saja kami senang apalagi kalau sampai diaspal,"ucap Yosrizal.

Harapan dari Walinagari Situjuah Tungka itu disambut positif Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi. "Insha Allah, setelah jalan dibuka, 2020 mendatang pembangunan jalan tersebut kita lanjutkan seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat. Terima kasih TNI,"ucap Bupati.(*)


Reporter : DADANG ESMANA /  Editor : DODI NJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM