Kakak Beradik Asal NTT Dilantik Jadi Tentara Amerika 


Ahad, 03 November 2019 - 13:21:45 WIB
Kakak Beradik Asal NTT Dilantik Jadi Tentara Amerika  Kevin Sunti berpose bersama sang ayah Fredi Sunti

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bertempat di Lapangan Air Force Academy Colorado Spring, 680 taruna dilantik menjadi Perwira Angkatan Udara Amerika Serikat (U.S Air force) pada Minggu pagi 2 November 2019 Pukul 08.00 waktu Colorado Amerika Serikat.

Siapa sangka, salah satu perwira yang langsung disematkan pangkat E-5 atau setara Letnan Dua itu berasal dari Indonesia. Dia adalah Kevin Sunti, taruna kelahiran Karot Ruteng Manggarai Nusa Tenggara Timur. Kevin yang masih berusia 20 tahun menghabiskan waktu dua tahun untuk menyelesaikan pendidikan Angkatan Udara.

Pelantikan Kevin didampingi kedua orang tuanya Fredi Sunti dan Triana Sunti serta kakaknya Tania Sunti yang juga merupakan perwira Angkatan Laut Amerika (U.S Navy) lulusan tahun 2017 lalu.

Dihubungi melalui telepon WhatsApp Minggu malam atau Senin pagi waktu Colorado, Fredi Sunti mengaku bangga bisa hadir langsung dalam acara pelantikan anaknya Kevin sebagai perwira angkatan udara Amerika.

“Tadi acara pelantikannya hanya 1,5 jam di Lapangan Air Force Colorado Spring. Kevin satu-satunya tentara berdarah Indonesia,” kata Fredi dilansir dari VIVAnews.

Menurut Fredi, Kevin masih harus menjalani pendidikan khusus sebagai penerbang pesawat tempur di Virginia USA setelah itu akan ditempatkan di wilayah penugasan masing-masing.

“Kemungkinan Kevin akan ditempatkan di Eropa sebagai pilot pesawat tempur,” ujar dia.

Fredi Sunti tambah bahagia karena pelantikan Kevin juga dihadiri anak sulungnya Tania yang sejak tahun 2018 lalu ditugaskan di Okinawa Jepang sebagai mekanik pesawat di atas kapal induk Amerika.

“Saya dan istri senang sekali anak sulung kami yang juga sebagai tentara Amerika yang bertugas di Jepang bisa hadir, dia datang dari Okinawa,” ucap dia.

Tania terang Fredi merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Laut Amerika tahun 2017 dengan bidang penugasan sebagai mekanik pesawat tempur di atas kapal induk Amerika.

Beasiswa

Fredi Sunti dan Triana Sunti bisa jadi merupakan pasutri asal Indonesia yang memiliki pengalaman hidup berbeda dari orang kebanyakan, betapa tidak dua orang anaknya yang lahir besar di Manggarai Flores kemudian didapuk menjadi tentara di Negara super power.

Untuk tahuh saja, Tania dan Kevin Sunti lahir dan besar di Karot Sondeng Ruteng dan sempat menjadi murid di SDI Karot namun tidak tamat. Tahun 2006 silam kakak beradik itu mendapat beasiswa dari pemerintah Amerika melalui relasi seorang sahabat Fredi Sunti di Amerika sehingga keduanya pun meneruskan pendidikan, SD, SMP, SMA hingga masuk akademi militer di Colorado.

Di Amerika, Tania dan Kevin tinggal bersama sahabat karib Fredi di Colorado. Pada saat masuk akademi militer keduanya tinggal di asrama akademi militer hingga tamat. Sementara kedua orang mereka masih tinggal di Ruteng.

Dituturkan Fredi, semenjak Tania menjadi perwira muda U.S Navy barulah ia dan istrinya Triana sering diajak ke Amerika oleh Tania bahkan belum lama ini Tani membeli rumah di Colorado untuk ayah bundanya.

“Kalau dulu ya pigi datang saja tapi sekarang tinggal bisa setahun apalagi Tania ada beli rumah kecil untuk kami orang tuanya jadi bisa tinggal lama. Kalau saya masih pulang ke Flores setahun sekali urus bisnis kopi sebagai mitra dari sahabat saya di Amerika,” kata pria berdarah Cumbi Kecamatan Ruteng itu.

Dikisahkan Fredi Sunti, keputusan membolehkan anaknya melanjutkan pendidikan di Amerika merupakan keputusan yang sangat dilematis sebab kedua anaknya ketika itu masih kecil-kecil. Tania melanjutkan kelas V SD di Amerika sedangkan Kevin waktu itu masih kelas IV Sekolah Dasar.

“Dulu saya percayakan sahabat saya dari Amerika untuk mengasuh dan mendidik Tania dan Kevin dan Puji Tuhan karena didikan yang baik dari kawan saya yang bikin Tania dan Kevin jadi orang,” katanya.

Rutin pulang ke Indonesia

Sejak lulus dari Akademi Angkatan Laut Amerika (U.S Navy) sudah dua kali Tania pulang berlibur di tanah kelahirannya Manggarai Flores, terakhir Tania dan bapaknya datang bulan September 2019. Selama berlibur Tania lebih banyak menghabiskan waktu di Karot Ruteng dan Cumbi.

“Tania ini kan bahasa Indonesia-nya lancar bahkan bahasa Manggarai juga masih bisa sehingga kalau libur dia lebih banyak dengan keluarga di kampung, pergi berdoa di kuburan kakek nenek,” ulas Fredi.

Sedangkan Kevin lanjut Fredi baru bisa merencanakan pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan khusus sebaga pilot Angkatan Udara Amerika. (h/vva)


 


 Sumber : vivanews /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM