LIPI Siap Patenkan Aplikasi Pendeteksi Gempa Berpotensi Tsunami


Rabu, 06 November 2019 - 13:36:09 WIB
LIPI Siap Patenkan Aplikasi Pendeteksi Gempa Berpotensi Tsunami Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan aplikasi yang berfungsi untuk mengetahui gempa bumi berpotensi tsunami. Aplikasi tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat supaya dapat mengenali dan mengetahui gempa bumi yang berpotensi timbulkan tsunami.

Pakar gempa yang juga merupakan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Ade Edward mengatakan dengan aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui gempa yang berpotensi tsunami. 

"Alarm yang akan bunyi ketika guncangan terjadi melebihi satu menit menjadi salah satu petunjuk masyarakat untuk menyelamatkan diri dari potensi tsunami," jelasnya.

Aplikasi ini, ungkap Ade, lebih cocok untuk daerah rawan tsunami dengan lead time tsunaminya pendek seperti Mentawai dan pesisir pantai sumbar.

"Rencana kita akan aplikasikan teknologi ini di Pusdalops PB BPBD Sumbar," ucap Ade.

Sebelumnya, dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto mengatakan aplikasi yang sementara bernama Winarah Lindu itu, sudah ada sejak 2017 tapi sepanjang 2018 aplikasi tersebut pun terus dikembangkan.

"Aplikasi tersebut sudah ada sejak 2017, tapi sepanjang 2018 aplikasi tersebut pun terus dikembangkanencananya, rencananya aplikasi itu akan dipatenkan 2019 tetapi belum diketahui pasti kapan waktu peluncuran akan dilakukan. Aplikasi untuk deteksi gempa berpotensi tsunami itu pun masih memiliki nama sementara yaitu Winarah Lindu. Nama tersebut masih dapat berubah nantinya. Untuk lanjutannya, LIPI juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kemenristekdikti terkait aplikasi tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, ada dua hal yang dapat dideteksi oleh aplikasi Winarah Lindu.

"Yang pertama wilayah yang memiliki short realtime tsunami jadi jarak antara kejadian gempa kalau pemicunya gempa atau pemicunya longsor misalnya, dengan gelombang tsunami sampai ke daratan itu katakanlah 10 menit atau kurang, karena apa? Kalau itu 10 menit atau kurang dan kita standarkan pada BMKG sekarang maka ada waktu lima menit hilang," kata Eko.

Gempa berpotensi tsunami, Eko menjelaskan, biasanya berskala di atas 6,5 SR dan guncangan dengan waktu 60 detik. Maka itu pada aplikasi tersebut akan diatur lama guncangan selama 60 detik.

Jika guncangan tetap terjadi dalam waktu tersebut maka alarm pada aplikasi akan berbunyi yang mengartikan jika gempa tersebut berpotensi tsunami.

"Potensi tsunami adalah dia bisa benar-benar memicu tsunami bisa juga tidak. Tapi kan kalau alat seperti itu tidak ada maka satu-satunya cara yang bisa dilakukan masyarakat yang realtime tsunaminya pendek setiap gempa harus lari sehingga lama-lama mereka cape dan pasrah," tuturnya.

Kegunaan yang kedua adalah untuk mendeteksi tsunami gempa bumi. Tsunami yang dipicu oleh gempa yang besar tersebut adalah yang terjadi di Mentawai pada tahun 2010 lalu.

Namun, Eko mengatakan karena gempa tersebut frekuensinya terbilang rendah menyebabkan guncangannya sangat lemah. Hal tersebut dinilainya sangat berbahaya.

"Ini sangat berbahaya ketika seperti di Mentawai 2010 ini, kejadiannya malam hari sedang hujan sehingga guncangan ini tidak membangunkan masyarakat. Alat ini dapat merekam guncangan itu sehingga berbunyi," jelas Eko. (h/mg-yes)

Reporter : Yessi Swita /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 12 Juli 2019 - 17:22:28 WIB

    Rafika Terlipih Jadi Guru PAI

    PASBAR, HARIANHALUAN.COM – Rafika Noviyani, warga Jambak, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), berhasil lulus sekaligus terpilih menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), melalui program bantuan intensif, p.
  • Selasa, 19 Maret 2019 - 11:42:12 WIB

    Rehabilitasi Total Maninjau Menunggu LIPI

    Rehabilitasi Total Maninjau Menunggu LIPI PADANG, HARIANHALUAN.COM—Implementasi atas wacana rehabilitasi Danau Maninjau masih mengawang dan masih harus menunggu. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) hingga saat ini masih menanti hasil penel.
  • Selasa, 23 Agustus 2016 - 12:28:11 WIB

    Tim Kesenian ISI Padang Panjang Bertolak ke Philipina

    PADANGPANJANG HALUAN-ISI Padangpanjang memberangkatkan rombongan kesenian untuk memenuhi undangan kedutaan besar RI di Philipina dalam kegiatan Resepsi Diplomatik bersama Duta besar negara-negara sahabat yang diselenggarakan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]