Awas! Aksi Jual Emas Akan Segera Tiba


Sabtu, 09 November 2019 - 00:16:32 WIB
Awas! Aksi Jual Emas Akan Segera Tiba Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Harga emas anjlok tajam pada perdagagan Kamis (8/11/19) kemarin akibat adanya kabar bagus dari China terkait kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS). Dalam satu hari perdagangan itu, emas tercatat anjlok 1,5% ke US$ 1.467,82/troy ons dan menyentuh level terlemah sejak 1 Oktober lalu, berdasarkan data Refinitiv.

Mengutip CNBC International Kamis kemarin, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan baik AS maupun China setuju untuk mambatalkan rencana pengenaan berbagai bea masuk. Perundingan yang konstruktif dalam dua pekan terakhir membuat kedua negara sudah dekat dengan kesepakatan damai dagang fase I.

Akibat berita tersebut, pelaku pasar menjadi optimis kesepakatan dagang AS-China akan segera diteken. Dampaknya selera terhadap risiko (risk appetite) meningkat, dan aset-aset aman (safe haven) seperti emas menjadi ditinggalkan. Harga emas pun semakin menjauhi level psikologis US$ 1.500/troy ons.

Namun, hari ini pelaku pasar kembali dibuat gelisah. Reuters memberitakan penghapusan bea masuk menimbulkan pertentangan di internal pemerintahan AS. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa terjadi penolakan terhadap rencana tersebut.

"Tidak ada kesepakatan yang spesifik soal pencabutan bea masuk. Pihak AS masih bersikap ambigu, sementara China memang sangat berharap (penghapusan bea masuk) bisa terwujud," tegas Michael Pillsbury, penasihat Presiden AS Donald Trump yang berada di luar pemerintahan.

Peter Navarro, Penasihat Perdagangan Gedung Putih, juga menegaskan bahwa belum ada kesepakatan soal penghapusan bea masuk. Dia menilai China melakukan klaim sepihak.

"Sampai saat ini belum ada kesepakatan mengenai pencabutan bea masuk sebagai syarat ditandatanganinya perjanjian damai dagang fase I. Mereka (China) mencoba bernegosiasi di ruang publik," tegas Navarro dalam wawancara bersama Fox Business Network, seperti dikutip dari Reuters.

AS yang membantah kesepakatan penghapusan bea masuk tersebut seharusnya bisa membuat harga emas menguat. Anehnya, merespon berita tersebut harga emas tidak banyak bergerak, naik tipis 0,09% ke US$ 1.469,20/troy ons pada pukul 12:28 WIB.

Bisa jadi hal tersebut merupakan tanda emas sudah kehabisan "bensin" untuk kembali menguat, sekaligus menjadi sinyal kemungkinan akan adanya penurunan emas lebih dalam.

Analis dari TD Securities bahkan memprediksi aksi jual emas akan segera datang. "Trader mengamati US$ 1.480/oz, dimana emas bertahan di atas level tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Penembusan di bawah level tersebut menyiratkan kenaikan harga emas belakangan ini sudah mendekati akhir" kata analis tersebut sebagaimana dilansir kitco.com.

Emas bergerak di dekat US$ 1.465/troy ons, yang menjadi support (tahanan bawah terdekat). Emas berpeluang turun kembali ke US$ 1.462/troy ons jika menembus support terdekat tersebut. 

Peluang ke area US$ 1.458 sampai US$ 1.453/troy ons menjadi terbuka seandaianya emas mampu menembus konsisten di bawah US$ 1.462/troy ons. 

Sebaliknya mampu bertahan di atas support US$ 1.465/troy ons, emas berpeluang naik ke US$ 1.472/troy ons. Penembusan di atas US$ 1.472/troy ons, akan membawa harga naik ke US$ 1.476 sampai US$ 1.480/troy ons. 

Selama tertahan di bawah US$ 1.480/troy ons, emas cenderung masih akan melemah. (*)


 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM