Ada Apa ya..? 6 Juta Peserta BPJS Kesehatan Akan Dihapus Pemerintah


Sabtu, 09 November 2019 - 00:35:37 WIB
Ada Apa ya..? 6 Juta Peserta BPJS Kesehatan Akan Dihapus Pemerintah Menko PMK Muhadjir Effendy saat Kunjungan Kerja ke Rumah Sakit Aisyiyah, Malang, Jumat (8/11/2019). OKENEWS

KOTA MALANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah berencana menghapus sejumlah data peserta BPJS yang identitasnya tidak dikenali, baik karena tidak mempunyai nomor induk kependudukan.

"Laporan saya sementara akan ada cleanshing data dari penerima BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang identitasnya tidak dikenali. Ada 6 juta akan kita keluarkan akan kita ganti yang terindentifikasi dengan baik," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja ke Rumah Sakit Aisyiyah, Malang, Jumat (8/11/2019).

Menurutnya, sejumlah peserta BPJS PBI yang belum mempunyai E-KTP dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), akan didorong untuk segera mengurus supaya terindentifikasi sehingga tidak dicoret dari data.

"Yang belum punya nik akan kita pastikan segera melalui dukcapik bahwa memastikan dia memang penduduk yang dibuktikan dengan NIK itu," ucap Muhadjir.

Langkah ini, menurut Muhadjir, sebagai upaya penyerapan dana pemerintah supaya betul - betul tepat sasaran. "Agar penggunaan dana pemerintah BPJS betul-betul terserap oleh klien yang menjadi sasaran. Kalau data abal - abal bisa meragukan bahwa itu tepat sasaran," papar mantan Mendikbud itu.

Sementara Direktur Utama (Dirut) BPJS Fahmi Idris menyatakan saat ini proses cleanshing atau pembersihan data sudah selesai dilakukan BPJS Kesehatan.

"Cleanshing sudah selesai nanti akan kordinasi dengan Kemensos (Kementerian Sosial) karena yang punya basis data itu Kemensos," tutur Fahmi.

Ia menambahkan, setidaknya sudah ada 27 juta data yang dihapus dan hasilnya telah disampaikan ke Menteri Kesehatan, untuk selanjutnya dikordinasikan antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

"Semua sudah selesai, BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) menemukan 27 juta data ya sudah kita cleanshing semua. Hasil cleanshing itu sudah disampaikan ke menkes menkes sudah sampaikan ke Mensos akan ada rapat lagi antar kementerian," urainya. (h/oke)


 Sumber : okenews /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 19 November 2019 - 09:33:53 WIB

    Pegawai KPK Dikhawatirkan Mundur Massal, Ada Apa?

    Pegawai KPK Dikhawatirkan Mundur Massal, Ada Apa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menyoroti peralihan status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN). Adnan menilai akan banyak .
  • Senin, 18 November 2019 - 19:22:04 WIB

    Duh..!! Ada yang Iseng Pakai Foto Sate Ditemukan di Pendaftar CPNS 2019

    Duh..!! Ada yang Iseng Pakai Foto Sate Ditemukan di Pendaftar CPNS 2019 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Kepegawaian Negara menemukan pendaftar CPNS 2019 abal-abal. Pemilik akun menggunakan foto sate sebagai foto profil..
  • Senin, 18 November 2019 - 19:07:53 WIB

    Ada Apa? Kemenkeu Bekukan Sementara Dana Desa

    Ada Apa? Kemenkeu Bekukan Sementara Dana Desa JAKARTA,HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih belum bisa mengidentifikasi total kerugian negara yang terjadi karena adanya desa fiktif yang mendapat transfer dana desa. .
  • Senin, 18 November 2019 - 14:59:08 WIB

    Wamenag: Aset First Travel Semestinya Dikembalikan pada Korban Penipuan

    Wamenag: Aset First Travel  Semestinya Dikembalikan pada Korban Penipuan JAKARTA,HARIANHALUAN.COM–Mahkmah Agung (MA) dalam putusan kasasinya justru memerintahkan aset First Travel menjadi rampasan negara. Namun Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan kepada calon jamaah korban peni.
  • Sabtu, 16 November 2019 - 19:17:09 WIB

    Waspada! Begini Ragam Modus Penipuan CPNS Jelang Pendaftaran

    Waspada! Begini Ragam Modus Penipuan CPNS Jelang Pendaftaran JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Para peserta yang hendak mengikuti pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) diimbau untuk lebih berhati-hati. Itu karena biasanya marak modus penipuan yang memanfaatkan lowongan CPNS..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM