PIT - Konker Pernefri 2019, Ahli Ginjal se Indonesia akan Berkumpul di Padang


Sabtu, 09 November 2019 - 16:58:54 WIB
PIT - Konker Pernefri 2019, Ahli Ginjal se Indonesia akan Berkumpul di Padang Ketua Pelaksana PIT - Konker Pernefri 2019 dr. Harnavi Harun SpPD-KGH, FINASIM bersama Korwil Pernefri Sumbar, Riau dan Kepri dr Syaiful Azmi SpPD KGH, FINASIM dan rekan lainnya

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Para ahli ginjal se tanah air akan berkumpul di Padang pada hari Kamis - Sabtu (14-16 November). Selama tiga hari itu, mereka akan mengikuti Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Konferensi Kerja Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Konker Pernefri) 2019 di Grand Inna Padang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pelaksana PIT - Konker Pernefri 2019 dr. Harnavi Harun SpPD-KGH, FINASIM kepada wartawan Jumat (8/11) di Bagian Penyakit Dalam RS Dr. M. Djamil. "Kegiatan yang bertema Best Practice in Kidney Diseases and Hypertension Care in Indonesia ini, akan diikuti sekitar 1.000 lebih peserta dari seluruh Indonesia. Mereka terdiri dari para dokter ahli ginjal, dokter ahli penyakit dalam serta sejawat dokter," kata Harnavi yang saat itu didampingi Korwil Pernefri Sumbar, Riau dan Kepri dr Syaiful Azmi SpPD KGH, FINASIM, Sekretaris Panitia dr. Drajat Priyono SpPD KGH, Wakil Sekretaris I dr Deka Viotra SpPD KGH, Ketua Persatuan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PPDAI) Sumbar dr Armen Ahmad, SpPD, KPTI-FINASIM, Ketua Ketua Subbagian Hematologi dan Onkologi Medik RS M Djamil DR dr Irza Wahid SpPD KHOM FINASIM serta Ketua Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil DR dr. Najirman SpPD-KR FINASIM.

"Penyakit ginjal merupakan tiga besar penyakit yang ditanggung BPJS saat ini, di samping penyakit jantung dan kanker. Kasus penyakit ginjal selalu meningkat setiap tahunnya. Dulu hanya 12,5 % peningkatannya, sekarang naik menjadi 13,5 %," kata Harnavi.

Ditambahkan Syaiful Azmi, sekitar 400 orang per 1 juta penduduk menderita penyakit ginjal. Ginjal kronik menjadi tantangan di bagian ginjal, karena sifatnya yang irrevesibel. Pengobatannya hanya bisa dengan cuci darah sebagai pengganti ginjal yang tak berfungsi. Atau dengan transplantasi ginjal. "Di Sumbar hingga saat ini sudah berhasil dilakukan  transplantasi ginjal kepada 11 pasien penderita ginjal. Dan kondisi mereka hingga saat ini sehat," tambahnya.

Obesitas (kelebihan berat badan) termasuk salah satu risiko penyebab penyakit ginjal. Sementara usia 40 tahun ke atas paling banyak menderita ginjal kronis.

Karena itulah, para sejawat dokter umum, dokter ahli penyakit dalam maupun dokter ahli ginjal, perlu mengikuti kegiatan yang akan membahas semua perkembangan terbaru dalam dunia kedokteran, khususnya penyakit ginjal dan hipertensi ini. "Nara sumber nantinya berasal dari para ahli internasional dan nasional. Di antaranya dari Australia, Jepang, Malaysia maupun para ahli di tingkat nasional," kata Harnavi.

Lebih jauh Irza Wahid menyebutkan, kegiatan yang terlaksana dengan kerjasama PB Pernefri, IDI, dan badan ginjal dunia (ISN) tersebut, akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. "Kami sangat bersyukur, kegiatan ini juga didukung penuh oleh Dirut RS M Djamil. Semoga ke depan pelayanan terhadap pasien penderita ginjal akan semakin baik lagi seiring bertambahnya ilmu pengetahuan para dokter di sini," katanya.

Harapan senada disampaikan DR. Najirman. "Sub bagian penyakit dalam di M Djamil sudah diakui untuk melakukan pendidikan sub spesialis ginjal hipertensi. Artinya,  pelayanan terhadap
 pasien pasti akan semakin meningkat," kata Najirman.

Adapun kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut antara lain workshop, plenary lecture, simposium, serta presentasi dan lomba karya ilmiah berupa makalah bebas oral dan poster.  (h/atv)

loading...
Reporter : atviarni /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]