Sri Sultan Hamengkubuwono X Jadi Keynote Speaker di Bukittinggi


Rabu, 13 November 2019 - 14:46:33 WIB
Sri Sultan Hamengkubuwono X Jadi Keynote Speaker di Bukittinggi Sri Sultan Hamengkubuwono X, foto bersama usai menjadi Keynote Speaker dalam Seminar dan Lokakarya Kearsipan 2019 di Istana Bung Hatta. GATOT

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Daerah Istimewa  Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X, menjadi Keynote Speaker dalam Seminar dan Lokakarya  Kearsipan 2019, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi di Istana Bung Hatta, Selasa (12/11)

Seminar dan Lokakarya yang mengangkat tema “Peranan Bukittinggi Dalam Sejarah Perjalanan Bangsa,” dibuka secara resmi Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. Kegiatan pembukaan  turut dihadiri Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi, dan  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota, dan  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Wardarusmen.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi Johnny mengatakan, seminar yang dilaksanakan dalam rangka rangka menyambut  Hari Jadi Kota (HJK)  Bukittinggi ke 235. Adapun maksud dan tujuan dari seminar yang dilaksanakan,  karena Bukittinggi merupakan kota bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Seminar yang berlangsung selama tiga  hari diikuti sebanyak 150 orang peserta,  yang terdiri dari tokoh masyarakat, guru, dosen, mahasiswa perguruan tinggi dan undangan lainnya. Dalam seminar menghadirkan pemateri Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur DIY, Haryo Winaso Dosen ITB Bandung,  Gusti Asnan Dosen Sejarah Unand Padang, beserta Ahamad Murad Merican  dan Dirwan Ahmad Darwis.

“Melalui seminar dan lokakarya ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan kesadaran masyarakat Kota Bukittinggi khususnya, dan masyarakat Sumbar pada umumnya untuk melestarikan  dan memelihara arsip yang ada di Kota Bukittinggi,” kata Johnny.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam kesempatan itu  menyampaikan ucapan  terima kasih kepada Gubernur Yogyakarta yang telah menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan seminar  dan lokakarya kearsipan dalam rangka menyambut HJK Bukittinggi ke 235 yang jatuh pada Desember 2019. Menurutnya  Bukittinggi dan Yogyakarta punya keterkaitan  dalam sejarah pejalanan bangsa dan kemerdekaan RI.

"Dengan kegiatan ini, tentu kita dapat mengetahui bagaimana peranan Bukittinggi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sehingga sejarah ini harus menjadi arsip intelektual kita secara pribadi dan pemerintahan. Sejarah perlu ada kepastian dan harus diarsipkan agar dapat disampaikan kepada generasi penerus," ujar Ramlan.

Sementara itu  Sri Sultan Hamengkubuwono X  dalam  Keynote Speechnya menyampaikan sejarah pemerintahan  dari Bukittinggi ke Yogyakarta. Ia mengatakan,  peristiwa “Djokja kembali” menjadi momentum simbolik dan titik awal berfungsinya kembali pemerintahan RI, dan tonggak sejarah ditarik mundurnya  tentara Belanda dari Ibukota  Republik Yokyakarta pada 29 Juni 1949. Kemudian disusul kembalinya Presiden dan Wakil Presiden pada 6 Juli  1949 di Yogyakarta.

Pada  13 Juli 1949, Sjafruddin Prawiranegara sebagai Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menyerahkan kembali mandatnya kepada President. “Itulah tanggal yang menandai kembalinya pemerintahan dari Bukittinggi ke Yogyakarta,” ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Menurutnya, peranan  Bukittinggi dalam sejarah  perjalanan bangsa tidak bisa dilupakan . Karena sejarah menyebutkan  bahwa pemerintahan Yogya kembali itu adalah kembali dari Bukittinggi, salah satu kota yang ditetapkan sebagai Ibukota Negara Indonesia pada masa PDRI dibawah kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara.

"Satu catatan yang patut dikenang dan menjadi pelajaran beharga  bagi generasi muda, bahwa pada 1949 dalam sejarah NKRI hanya sekali terjadi, dimana kekuasaan Negara terbagi di tangan empat pejabat  yang berbeda kewenangan  dan tugas  serta lokasinya. Tetapi yang menyatukan adalah satunya tekad untuk mempertahakan RI,” ungkap Sri Sultan.

Melalui Seminar dan Semiloka Kearsipan di Istana Bung Hatta ini ulasnya, diharapkan  dapat membangkitkan memori kolektif untuk mengingat kembali memori historis dalam proses perjalanan bangsa. Karena memori historis dibangun untuk menumbuhkan rasa perasaan bersatu dalam semangat kebangsaan.

“Lewat semangat inilah wawasan kebangsaan muncul sebagai satu ikatan bersama melawan kolonialisme. Itulah makna terdalam dari  semangat persaudaraan Yogyakarta - Bukittinggi yang menjadi pengikat semangat kebangsaan untuk Indonesia. Bukittinggi adalah kota sejarah yang memiliki semangat kebangsaan sekaligus semangat kejuangan. Dirgahayu Kota Bukittinggi diusianya  yang ke- 235 tahun," ucap Hamengkubuwono(h/tot)


Reporter : Gatot /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 01 November 2019 - 20:20:32 WIB

    Duh..! Tim Sri Lanka dan Australia Mundur Diri dari TdS 2019

    Duh..!   Tim Sri Lanka dan Australia Mundur Diri dari TdS 2019 PADANG,HARIANHALUAN.COM-Jumlah tim yang akan berpacu pada  balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2019, 2-10 November berkurang  setelah mundurnya Tim dari Sri Lanka dan Australia..
  • Kamis, 25 Juli 2019 - 17:12:14 WIB

    Pabrik Gambir PT SRI di Limapuluh Kota Resmi Tutup

    LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Kabupaten Limapuluh Kota, sudah memiliki pabrik gambir yang dibangun investor asing dari India. Pabrik tersebut, sudah beroperasi mengolah komoditi gambir sejak setahun lalu, dengan membeli .
  • Jumat, 03 Mei 2019 - 00:34:28 WIB

    Sempat Memanas, Jasriman Terpilih Sebagai Ketua PWI Padang Panjang

    Sempat Memanas, Jasriman Terpilih Sebagai Ketua PWI Padang Panjang PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM – Meski tak serumit Pemilu Pilpres, namun Konferensi Cabang (Konfercab) memilih ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang berlangsung cukup alot. Pasalnya, perolehan suara.
  • Kamis, 28 Maret 2019 - 21:53:05 WIB

    Srikandi PLN Jadi Narasumber Acara Anti Korupsi di Padang Panjang

    Srikandi PLN Jadi Narasumber Acara Anti Korupsi di Padang Panjang PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.Com – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar mengirimkan salah satu srikandinya sebagai narasumber dalam acara Training of Trainers (ToT) Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang berlangsung di Bala.
  • Kamis, 29 November 2018 - 19:55:18 WIB

    Isril: Pertanian Sawah Harus Ada Perda

    Isril: Pertanian Sawah Harus Ada Perda PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kota Padang diharapkan bisa mempunyai Peraturan Daerah (Perda) terkait pertanian sawah, baik dari segi lahan atau petaninya sendiri. Sebab, sampai saat ini diperkirakan hanya ada 4.000 hektare laha.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM