Menag: Banyak Masyarakat Mencari Tuhan di Internet


Rabu, 13 November 2019 - 16:55:11 WIB
Menag: Banyak Masyarakat Mencari Tuhan di Internet Menag, Fachrul Razi.

NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Sebagian besar masyarakat Indonesia diklaim mencari informasi mengenai religiusitas dengan cara berselancar di dunia maya. Klaim tersebut diungkapkan Menteri Agama Fachrul Razi merujuk data yang diterbitkan oleh Badan  Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2019.

Fachrul mengatakan, masyarakat Indonesia kerap mencari ihwal keberadaan Tuhan hingga kuasaNya lewat internet. Data yang dirilis BNPT tersebut mencapai indeks 100,9,89 orang. "Dengan mengutip indeks desiminasi media sosial yang diterbitkan BNPT tahun 2019 diperoleh angka indeks sebesar 39,89, ini (patokan) indeks tertingginya 100, 9,89 orang Indonesia yang menggunakan medsos mencari dan menyebarkan konten tentang agama," kata Fahrul di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Ia melanjutkan, Seperti keberadaan Tuhan indeks yang didapat 43,91, sifat-sifat Tuhan 40,31; kuasa Tuhan 40,31; dan kisah hidup orang-orang suci 36,72. Fachrul menyimpulkan, media sosial kekinian menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berinteraksi. Ia menuturkan, Interaksi tersebut merujuk pada perbincangan soal agama.

"Jadi menunjukkan minatnya, pemahaman-pemahaman agama mencari pengetahuan di medsos luar biasa tingginya. Dari data itu, maka dapat menyimpulkan hampir dari setengah total masyarakat Indonesia menggunakan medsos untuk melakukan interaksi dengan orang lain dan untuk mencari informasi tentang persoalan kehidupan termasuk masalah agama," jelasnya.

Maka, Fachrul menilai internet meruntuhkan pandangan masyarakat soal otoritas agama menjadi pilihan alternatif. Berbeda dengan generasi terdahulu yang menjunjung tinggi fatwa kepala otoritasnya.

"Dengan fasilitas internet ini, masyarakat cenderung menganggap otoritas agama seperti kiai, ustaz, guru, guru agama yang tradisional hanya pilihan alternatif belaka dari kehidupan sehari-hari mereka. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang sangat taat kepada fatwa kepala otoritasnya," papar Fachrul.

"Mereka berkonsultasi dengan berbagai sumber untuk memenuhi kehausan agamanya. Sering kali kita mendengarkan tafsir-tafsir agama mainstream dikalahkan oleh pilihan-pilhan personal bersumber dari yang bukan otoritas, tapi mungkin demi memenuhi akal sehat mereka," tambahnya.

Akibatnya, kebenaran menjadi sesuatu yang majemuk --beragam dan tak manunggal. Lantas, masyarakat intoleran dan terpapar wacana radikal makin mencuat ke permukaan. "Akibatnya pemikiran keagamaan sebagian besar kita, cenderung intoleran dan mudah terpapar ideologi radikal ekstrem. Atau sebaliknya jadi super toleran yang mengganggu sendi-sendi beragama," imbuh Fachrul. (*)


 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 04 Desember 2019 - 22:32:24 WIB

    Tidak Ikut, Tetap Boleh Ceramah, Wamenag: Sertifikasi Dai Bersifat Sukarela

    Tidak Ikut, Tetap Boleh Ceramah, Wamenag: Sertifikasi Dai Bersifat Sukarela JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi mengatakan sertifikasi dai sifatnya voluntary atau sukarela sehingga tidak ada paksaan dalam proses pemberian sertifikat uji kompetensi penceramah ter.
  • Jumat, 29 November 2019 - 12:21:25 WIB

    Korban First Travel Tolak Umroh dari Menag: Saya Mau Duit Kembali!

    Korban First Travel Tolak Umroh dari Menag: Saya Mau Duit Kembali! NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Rencana Menteri Agama Fachrul Razi ingin membantu korban penipuan umrah First Travel agar bisa berangkat ke tanah suci Mekah Arab Saudi untuk beribadah umroh mendapat tanggapan dari para korban. .
  • Kamis, 28 November 2019 - 10:49:24 WIB

    Menag: Dulu Saya Tidak Suka FPI, Sekarang...

    Menag: Dulu Saya Tidak Suka FPI, Sekarang... JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mendukung perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI). Namun, Fachrul mengaku sempat tidak menyukai FPI karena mengutak-atik Pancasila.
  • Rabu, 27 November 2019 - 17:08:07 WIB

    Menag: FPI Sudah Buat Pernyataan Setia Pancasila-Tak Langgar Hukum

    Menag: FPI Sudah Buat Pernyataan Setia Pancasila-Tak Langgar Hukum JAKARTA, HARIANHLUAN.COM - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan FPI sudah membuat surat pernyataan setia kepada Pancasila-NKRI. Dia mengatakan proses pengurusan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI sudah mengalami ke.
  • Senin, 18 November 2019 - 14:59:08 WIB

    Wamenag: Aset First Travel Semestinya Dikembalikan pada Korban Penipuan

    Wamenag: Aset First Travel  Semestinya Dikembalikan pada Korban Penipuan JAKARTA,HARIANHALUAN.COM–Mahkmah Agung (MA) dalam putusan kasasinya justru memerintahkan aset First Travel menjadi rampasan negara. Namun Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan kepada calon jamaah korban peni.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM