BMKG: Gempa Maluku, Bali dan Ambon tidak Saling Berkaitan


Sabtu, 16 November 2019 - 23:08:52 WIB
BMKG: Gempa Maluku, Bali dan Ambon tidak Saling Berkaitan Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa bumi yang terjadi di Laut Maluku, Bali Utara, dan Ambon tidak saling berkaitan. Rentetan gempa juga memiliki sumber berbeda serta mekanisme yang berlainan.

"Apakah ketiga gempa tersebut saling berkaitan dan saling picu? Tentu saja tidak berkaitan dan gempa tidak menjalar ke sana ke mari," kata Kepala Bidang Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/11).
Gempa Laut Maluku berkekuatan magnitudo 7,1 terjadi pada Kamis (14/11), Gempa Bali Utara magnitudo 5,0 juga pada Kamis (14/11), dan Gempa Ambon magnitudo 6,5 terjadi 26 September yang ketiganya memiliki kesamaan dalam tipe gempa. Ketiga gempa tersebut memiliki tipe yang diawali oleh aktivitas gempa pendahuluan (foreshock), selanjutnya terjadi gempa utama (mainshock) dan kemudian diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershock).

Update hingga Sabtu 16 November 2019 pukul 18.00 WIB, tercatat gempa Laut Maluku diikuti sebanyak 185 gempa susulan, gempa Bali Utara diikuti 100 gempa susulan, dan gempa Ambon diikuti 2.345 gempa susulan. Meskipun ketiga gempa tersebut memiliki tipe yang sama, akan tetapi memiliki perbedaan dalam hal sumber gempa dan mekanisme sumbernya.

Gempa Laut Maluku dipicu oleh deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku (gempa intraslab), Gempa Bali Utara dibangkitkan oleh sumber gempa struktur Sesar Naik di Utara Bali, dan gempa Ambon terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan sebelumnya. Selain berbeda dalam sumber gempa, ketiga gempa tersebut juga berbeda dalam mekanisme sumbernya. Gempa Laut Maluku memiliki mekanisme sumber sesar naik (thrust fault), Gempa Utara Bali memiliki mekanisme sumber kombinasi pergerakan dalam arah mendatar dan naik (oblique thrust), dan gempa Ambon memiliki mekanisme sesar geser (strike slip).

Daryono menegaskan, bahwa banyaknya aktivitas gempa bumi di Indonesia bukan disebabkan oleh adanya saling picu antargempat. "Tingginya frekuensi aktivitas gempa bumi disebabkan karena di Indonesia memang banyak terdapat sumber gempa," kata dia.

Indonesia memiliki enam sumber gempa tumbukan lempeng yang jika dirinci menjadi 13 zona sumber gempa megathrust. Selain itu Indonesia juga masih memiliki sumber gempa sesar aktif lebih dari 295 segmen yang menyebabkan Indonesia sering terjadi gempa bumi.

"Setiap sumber gempa memiliki proses akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai fase “matang” sendiri-sendiri, dan selanjutnya mengalami rilis energi dalam bentuk gempa bumi sendiri-sendiri. Jadi banyaknya kejadian gempa bukan karena gempa saling menjalar ke sana ke mari," kata Daryono menegaskan.(*)

 Sumber : Republika /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 09 April 2020 - 22:20:18 WIB

    Beredar Pesan Berantai WA Soal Angin Utara Bawa Wabah Penyakit, BMKG: Hoax

    Beredar Pesan Berantai WA Soal Angin Utara Bawa Wabah Penyakit, BMKG: Hoax JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Beredar pesan singkat yang tersebar di masyarakat melalui Whatsapp yang menyatakan akan ada angin utara menuju selatan yang membawa wabah penyakit. Dalam isi pesan tersebut meminta agar masyarakat.
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 04:29:16 WIB

    BMKG: Waspada Prediksi Hujan Petir di Wilayah Jakarta

    BMKG: Waspada Prediksi Hujan Petir di Wilayah Jakarta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprediksi terjadi hujan disertai kilat dan angin kencang di wilayah DKI Jakarta. Kondisi ini diprakirakan terjadi malam hari di wilayah Jaka.
  • Senin, 18 November 2019 - 08:13:54 WIB

    BMKG: Isu Kekeringan Panjang 2020 Itu Hoaks

    BMKG: Isu Kekeringan Panjang 2020 Itu Hoaks JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah prediksi "Global Warming 2019-2020"  tentang kekeringan panjang dan El Nino pada 2020..
  • Senin, 28 Oktober 2019 - 13:50:40 WIB

    BMKG: Musim Hujan di Wilayah Indonesia Mundur Hingga Desember

    BMKG: Musim Hujan di Wilayah Indonesia Mundur Hingga Desember NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Awal musim hujan di wilayah Indonesia diperkirakan BMKG akan mundur hingga November dan Desember karena cuaca cerah masih mendominasi sebagian besar wilayah..
  • Ahad, 22 September 2019 - 09:28:18 WIB

    Prediksi BMKG: Awal Musim Hujan Pertengahan Oktober

    Prediksi BMKG: Awal Musim Hujan Pertengahan Oktober JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Saifuddin Provinsi Jambi memprediksi bahwa wilayah Jambi akan memasuki musim hujan pada dasarian dua Oktober 2019..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]