Soal Ucapan Salam Agama Lain, Begini Kata Imam Besar Istiqlal


Ahad, 17 November 2019 - 10:43:41 WIB
Soal Ucapan Salam Agama Lain, Begini Kata Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur untuk menghindari ucapan salam agama lain dimaksudkan untuk menciptakan kerukunan di antara umat beragama.

Imbauan MUI Jatim tersebut termaktub dalam surat edaran bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

"Fatwa MUI harus diambil substansinya, fatwa itu sebenarnya ingin menciptakan kerukunan antar umat beragama. Menurut saya, tidak keluar dari koridor itu," kata Nasaruddin kepada awak media usai acara Interfaith Walk 2019 di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (17/11).

Kendati demikian, mantan Wakil Menteri Agama periode 2011-2014 ini menghimbau kepada semua pihak untuk membatasi diri dalam memberikan keterangan tanpa melibatkan aspirasi masyarakat.
Sebelumnya, MUI Jatim menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syuhbat, dan patut dihindari oleh umat Islam.

Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori membenarkan bahwa surat itu memang resmi dikeluarkan oleh pihaknya. Imbauan tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Nusa Tenggara Barat, 11-13 Oktober 2019 lalu.

"Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bidah, yang tidak pernah ada di masa lalu. Minimal mengandung nilai syubhat, yang patut dihindari," demikian penggalan bunyi surat tersebut, saat diterima CNNIndonesia.com pada 11 November lalu.
Abdusshomad menjelaskan dalam Islam, salam merupakan doa, dan doa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah. Bahkan di dalam Islam, doa adalah inti dari ibadah. Pengucapan salam pembuka menurut Islam bukanlah sekadar basa basi.

Begitu juga pada agama lain, Abdusshomad beranggapan penyebutan salam di agama Hindu, Kristen, Buddha, serta agama lainnya memiliki arti tersendiri dan merupakan doa kepada Tuhan masing-masing.

Menurut Abdusshomad, jika si pengucap salam ini beragama Islam, maka ucapkanlah assalaamualaikum. Begitu juga jika si pengucap salam ini beragama lain, maka ucapkanlah salam dengan cara agama lain pula.(*)


 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 05 Desember 2019 - 15:53:33 WIB

    UAS Jelaskan Soal Perceraian dengan Istrinya

    UAS Jelaskan Soal Perceraian dengan Istrinya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan resmi bercerai dengan istrinya, Melia Juniarti. Kuasa hukum UAS, H Hasan Basri, menjelaskan jika persoalan rumah tangga UAS sudah terjadi hampir empat tahun lalu,.
  • Senin, 02 Desember 2019 - 11:29:24 WIB

    PA 212 Kritik Ucapan Stafsus Jokowi soal Megap-megap

    PA 212 Kritik Ucapan Stafsus Jokowi soal Megap-megap JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif mengkritik ucapan Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo, Billy Mambrasar, tentang 'kubu sebelah megap-megap'. Pernyataan Billy itu disampaika.
  • Ahad, 01 Desember 2019 - 21:59:58 WIB

    Soal PMA Majelis Taklim, Ketum PP Muhammadiyah: Rezim Ini Jangan Terlalu Jauh Mengatur Aktivitas Keagamaan

    Soal PMA Majelis Taklim, Ketum PP Muhammadiyah: Rezim Ini Jangan Terlalu Jauh Mengatur  Aktivitas Keagamaan JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir minta  pemerintah tidak terlalu jauh mengatur kegiatan keagamaan seperti majelis taklim melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2019 .
  • Selasa, 26 November 2019 - 22:33:28 WIB

    Soal Negosiasi Nasib HRS dengan Saudi, Moeldoko Kebingungan

    Soal Negosiasi Nasib HRS dengan Saudi, Moeldoko Kebingungan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku bingung soal negosiasi antar-otoritas tinggi Arab Saudi dan Indonesia terkait Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS). Soal negosiasi itu diungkap oleh Du.
  • Senin, 25 November 2019 - 18:33:54 WIB

    Dubes Saudi: Ada Negosiasi oleh Pejabat Tinggi RI-Saudi soal Habib Rizieq

    Dubes Saudi: Ada Negosiasi oleh Pejabat Tinggi RI-Saudi soal Habib Rizieq JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Duta Besar (Dubes) Arab Saudi, Esam A Abid Althagafi, mengatakan ada negosiasi antar-otoritas tinggi antara Arab Saudi dan Indonesia soal Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Namun dia tak mengungka.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM