Duhh.., Indonesia Terancam Dilanda Krisis Jumlah Petani


Ahad, 17 November 2019 - 13:24:34 WIB
Duhh.., Indonesia  Terancam  Dilanda Krisis Jumlah Petani Ilsustrasi. Aareal pertanian. (dn-harianhaluan.com)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Sektor pertanian berpotensi tak bisa diandalkan di masa depan. Sebab, Indonesia diprediksi mengalami krisis jumlah petani dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang.

Alih generasi sektor pertanian kepada kaum milenial menjadi perhatian serius. Saat ini rata-rata petani di Indonesia berusia 47 tahun ke atas.

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

"Rata-rata petani di Indonesia berumur 47 tahun. Petani Indonesia akan menjadi krisis pada 10-15 tahun mendatang," kata Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria seperti dikutip Minggu (17/11/2019).

Persoalan ini pun menjadi topik pembahasan dalam pertemuan menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kantor Kementerian Pertanian. Menurut Arif, penguatan data menjadi kunci untuk mengurai masalah regenerasi petani.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan


"Akurasi data menjadi penting untuk mengambil keputusan. Soal data, kita akan terus gali, perkuat, terutama dalam pengembangan generasi petani," kata Arif.

Asal tahu saja, sejak tahun 1990-2018 kontribusi pertanian terhadap PDB turun drastis dari 22,09% menjadi sekitar 13%. Serapan tenaga kerja untuk sektor ini juga turun tajam dari 55,3% menjadi 31% pada periode yang sama.

Jadi krisis jumlah petani merupakan sebuah keniscayaan. Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan ketika negara semakin maju yang ditandai dengan meningkatnya pendapatan per kapita, maka terjadi juga perubahan struktural dari semula berbasis pertanian menuju industri dan jasa.

"Akibatnya, jumlah petani akan terus menurun. Apa itu dicemaskan atau tidak, sejarah pembangunan ekonomi di semua negara, selalu terjadi tren jumlah petani menurun, jadi itu suatu keniscayaan," kata Dwi Andreas.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan persoalan margin di sektor pertanian membuat orang tak tertarik di bisnis ini.

Badan Pusat Statistik merilis keadaan ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2019. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, ada penurunan pekerja di bidang pertanian, kehutanan, perikanan.

BPS mencatat pada Agustus 2019, penduduk yang bekerja pada tiga bidang itu sebanyak 34,58 juta orang (27,33% dari seluruh lapangan pekerjaan utama). Angka itu turun 1,12 juta atau 1,46% dibandingkan Agustus 2018 yang tercatat 35,70 juta orang. (cnbci)

Editor : DODI NJ | Sumber : CNBCIndonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]