Usai Ahok, Erick Thohir Panggil Mantan Petinggi KPK ke Kantornya


Senin, 18 November 2019 - 10:04:49 WIB
Usai Ahok, Erick Thohir Panggil Mantan Petinggi KPK ke Kantornya Chandra Hamzah

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah mendatangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pagi ini, Senin (18/11/2019).

Dari pantauan detikcom di lokasi, ia tiba di Kementerian BUMN pada pukul 8.30 WIB. Ia tampak berjalan kaki dari sisi belakang gedung.

Chandra mengenakan kemeja batik dengan dominan warna cokelat. Sampai di gedung kementerian, Chandra sempat registrasi di resepsionis kemudian ia dijemput salah seorang pegawai kementerian dan ke lantai atas.

Belum diketahui maksud kedatangan Chandra datang ke kementerian. Ia mengatakan hanya ingin minum kopi.

"Ngopi-ngopi saja," katanya di lokasi.

Namun, kabar Chandra Hamzah akan dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir sudah berhembus dari beberapa hari lalu. Kabar yang beredar, pertemuan Erick dan Chandra Hamzah tak jauh beda saat Erick bertemu dengan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok beberapa waktu lalu. Kemungkinan, Erick akan menawarinya untuk mengisi salah satu kursi di BUMN.

BUMN sendiri bukan hal yang baru bagi seorang Chandra Hamzah. Hamzah pernah menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) di mana ia diangkat pada Desember 2014 lalu.

"Mengangkat Chandra Hamzah sebagai komisaris utama, Hasan Bisri sebagai komisaris, dan Budiman sebagai komisaris," kata Menteri BUMN Rini Soemarno kala itu di kantornya, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Namun, belum genap setahun ia diberhentikan. Pada 10 November 2015, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengumumkan pemberhentian dua komisaris yang salah satunya Chandra Hamzah.

Edwin saat itu menjelaskan pemberhentian dua komisaris PLN yang belum genap menjabat 1 tahun bertujuan untuk mempererat koordinasi antara regulator dan operator kelistrikan. Apalagi, PLN mendapat amanat sebagai koordinator di proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) serta membangun transmisi kelistrikan sehingga memerlukan koordinasi yang baik.

"Supaya 35.000 MW ini lebih lancar serta mempererat hubungan regulator dan operator," kata Edwin.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 24 Mei 2020 - 23:22:54 WIB

    Usai Lebaran, Pasar Keuangan RI Harus Waspadai Ini

    Usai Lebaran, Pasar Keuangan RI Harus Waspadai Ini HARIANHALUAN.COM - Pasar keuangan dalam negeri kompak pada pekan ini, dalam tiga hari perdagangan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan 0,85%, rupiah lebih dari 1%, seme.
  • Sabtu, 02 Mei 2020 - 13:23:08 WIB

    Usai Viral di Medsos, Kue Lebaran yang Dijual Driver Ojol Ini Laris Manis

    Usai Viral di Medsos, Kue Lebaran yang Dijual Driver Ojol Ini Laris Manis JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Dapat puluhan orderan kue lebaran, Oka (32) bantu ekonomi rekan dan saudaranya yang turut terdampak Covid-19. Oka merupakan satu diantara pekerja harian di salah satu hotel bintang lima yang ada d.
  • Kamis, 30 April 2020 - 10:07:26 WIB

    Usai Koreksi, Emas Antam Mandek di Posisi Rp928 Ribu per Gram

    Usai Koreksi, Emas Antam Mandek di Posisi Rp928 Ribu per Gram JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp928 ribu per gram pada Rabu (29/4) atau stagnan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Begitu juga dengan harga pembelian .
  • Rabu, 15 April 2020 - 09:30:49 WIB

    Bisnis Ini Diprediksi Bakal Berjaya Usai Pandemi Corona

    Bisnis Ini Diprediksi Bakal Berjaya Usai Pandemi Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pengamat kebijakan dan komunikasi strategis dari Universitas Daegu, Korea Selatan, Prof. Gil H. Park menilai bisnis online akan berjaya seusai pandemi corona..
  • Rabu, 08 April 2020 - 13:42:59 WIB

    Bukan Mobil, Ini Barang Pertama yang Bakal Dicari usai Wabah Corona

    Bukan Mobil, Ini Barang Pertama yang Bakal Dicari usai Wabah Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Hampir semua para pelaku bisnis sibuk mencari cara, agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi virus corona. Beberapa ada yang menyerah, dan harus memutus hubungan kerja dengan karyawan mereka..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]