Divonis 20 Tahun,  Bos First Travel Dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur


Senin, 18 November 2019 - 22:28:22 WIB
Divonis 20 Tahun,  Bos First Travel Dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur Bos First Travel, Andika Surachman (Lamhot Aritonang/detikcom)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Jaksa melakukan eksekusi terhadap bos First Travel, Andika Surachmake Lapas Gunung Sindur dari sebelumnya ditahan di Rutan Kelas II B Cilodong Depok.

 Vonis 20 tahun penjara  sudah dinyatakan inkrah. "Kalau untuk terpidana otomatis sudah dieksekusi, surat perintahnya saya rasa sudah ada juga instruksi," kata Kajari Depok, Yudi Triadi, di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Sementara Kapuspenkum Kejagung, Mukri, mengatakan istri Andika, Anniesa Hasibuan dieksekusi ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. Hal yang sama dilakukan kepada adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan.


"Untuk eksekusi terpidananya sudah dilakukan. Khusus untuk dua terpidana sudah dilakukan di Lapas Wanita di Bandung. Laki-lakinya di Lapas Gunung Sindur," kata Mukri dihubungi terpisah.

Mukri mengatakan para terpidana dieksekusi di lapas yang berada di Jawa Barat (Jabar) atas pertimbangan lokasi dan peristiwa pidana yang terjadi di daerah Jabar.

"Kalau ini kan berdasarkan locus delicti mengingat penanganan perkara ini di Depok, Jabar. Kemudian melakukan upaya hukum bandingnya di Jabar, kasasinya di DKI Jakarta. Namun melihat locus dan delicti-nya di Jabar maka eksekusinya di Jabar," jelas Mukri.


Sementara itu, pengacara Andika dan Anniesa Hasibuan, Boris Tampubolon, membenarkan kliennya sudah dieksekusi jaksa. 
"Iya sudah, Andika sudah dipindah ke Lapas Gunung Sindur. Anniesa dipisah, di Lapas Wanita IIA Bandung Sukamiskin," kata Boris dikonfirmasi terpisah.

Boris menambahkan pihaknya dalam waktu dekat akan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK). 

Dia mengaku menemukan novum atau bukti baru, ia berharap nantinya hakim akan sependapat dengan permohonannya bahwa kasus tersebut masuk ke ranah perdata sehingga kliennya hanya membayar ganti rugi dan lepas dari hukuman pidana.(dtc)

loading...
 Sumber : Detik.Com /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 19:12:46 WIB

    Divonis Mati, Istri Hakim Jamaluddin Menangis

    Divonis Mati, Istri Hakim Jamaluddin Menangis HARIANHALUAN.COM - Zuraida Hanum otak pelaku pembunuhan berencana terhadap Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin menangis tersedu-sedu begitu mendengar dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu.
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 19:05:01 WIB

    Terbukti Membunuh, Istri Hakim Jamaluddin Divonis Mati

    Terbukti Membunuh, Istri Hakim Jamaluddin Divonis Mati HARIANHALUAN.COM - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman pidana mati terhadap Zuraida Hanum (41), istri yang juga terdakwa pembunuh berencana hakim Jamaluddin, Rabu, 1 Juli 2020..
  • Rabu, 06 Mei 2020 - 19:09:22 WIB

    Waduh! Alat Tes Tak Akurat, Ratusan Warga Bali Sempat Divonis Positif Corona

    Waduh! Alat Tes Tak Akurat, Ratusan Warga Bali Sempat Divonis Positif Corona BALI, HARIANHALUAN.COM - Satu Dusun di Bali, yakni Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, sempat diisolasi oleh Pemerintah Provinsi Bali setelah 443 orang dari 1.210 warganya dinyatakan reaktif terhadap rapid test atau tes cep.
  • Senin, 27 April 2020 - 13:52:32 WIB

    Sempat Dipenjara Seumur Hidup, Mafia 120 Kg Sabu Akhirnya Divonis Mati

    Sempat Dipenjara Seumur Hidup, Mafia 120 Kg Sabu Akhirnya Divonis Mati JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) hanya menjatuhkan hukuman pidana penjara seumur hidup kepada mafia 120 kg sabu Misri (50). Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pun memperberatnya menjadi huku.
  • Senin, 20 Januari 2020 - 20:30:27 WIB

    Kasus Suap Kemenag, Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Penjara

    Kasus Suap Kemenag, Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Penjara JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]