Hati-hati, 4 Menu Sarapan Ini Berbahaya bagi Pria Jika Berlebihan


Selasa, 19 November 2019 - 10:17:00 WIB
Hati-hati, 4 Menu Sarapan Ini Berbahaya bagi Pria Jika Berlebihan Ilustrasi

KESEHATAN, HARIANHALUAN.COM - Kesehatan sperma jelas harus dijaga demi kelangsungan kehidupan seksual yang sempurna, terutama saat pasangan suami-istri tengah menanti buah hati. Salah satu cara menjaganya bisa melalui makanan yang dikonsumsi.

Ada makanan-makanan tertentu yang diketahui dapat 'membunuh' kualitas sperma dan menurunkan jumlahnya. Seorang pria disebut memiliki jumlah sperma yang sedikit apabila memiliki lebih rendah dari 39 juta sperma per ejakulasi, yang disebut dengan kondisi oligospermia.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut menu sarapan yang sebaiknya jangan berlebihan untuk menjaga sperma:

1. Produk susu

Biasanya susu menjadi salah satu asupan yang selalu dikonsumsi di pagi hari. Namun, susu tinggi lemak diketahui mengandung esterogen karena berasal dari binatang. Beberapa sapi juga disuntikkan steroid untuk meningkatkan produksi susu yang juga bisa memengaruhi kualitas sperma.

Selain susu berlemak, produk susu lainnya seperti krim atau keju sebaiknya dihindari.

2. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, bakso, atau ham tak hanya mengancam kesehatan jantung tapi juga bisa menyebabkan jumlah sperma menurun dan bahkan menurunkan motilitas (kecepatan gerakan) sperma.

Pria yang sering mengonsumsi makanan cepat saji yang berisi daging olahan memiliki sekitar 25,6 juta sperma lebih sedikit daripada pria yang hidup vegetarian. Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan 39 juta sperma atau lebih adalah jumlah yang normal.

3. Minyak Nabati

Beberapa minyak nabati mengandung lemak tak jenuh ganda yang tinggi dan dapat menyebabkan kadar testosteron Anda menurun secara serius. Menurut Klinik Columbus Men di Columbus, Ohio, testosteron berperan dalam libido pria dan wanita jadi pertimbangkan untuk menggunakan minyak zaitun jika Anda khawatir tak ingin terkena dampak buruknya.

4. Gula

"Gula membutuhkan insulin untuk diproses. Peningkatan insulin yang konstan ini dikaitkan dengan kadar testosteron yang rendah." kata Dr Brahmbhatt.

Karbohidrat berat seperti pasta juga bisa berubah menjadi gula, yang kemudian meningkatkan kadar glukosa darah dan menyebabkan pankreas memproduksi lebih banyak insulin.
 


 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM