Tanggung Jawab Pelayanan Publik, Masyarakat Minta PDAM Sawahlunto Tidak Jual Air Tangki


Selasa, 19 November 2019 - 20:58:00 WIB
Tanggung Jawab Pelayanan Publik,  Masyarakat Minta PDAM Sawahlunto Tidak Jual Air Tangki Antrian masyarakat untuk mendapatkan pasokan air.(Foto: Ist)

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM-Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sawahlunto yang menerima dampak gangguan pasokan air, akibat kerusakan trafo, meminta PDAM untuk memberikan pasokan air tangki secara gratis, sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan perusahaan.

“Kami berharap, PDAM memberikan bantuan air tangki secara gratis. Hitung-hitung kompensasi dari perusahaan terhadap pelanggannya,” ujar As (56) salah seorang pelanggan PDAM di kawasan Karang Anyer Desa Santur Sawahlunto, kepada Haluan, Selasa (19/11).

Menurut As, pasukan air PDAM Sawahlunto sudah tidak lagi tersalur ke bak penampungnya, sejak pekan pertama November. Untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangganya, As harus membeli air tangki dari PDAM.

Untuk satu tangki, As sendiri harus mengeluarkan uang sebesar Rp70 ribu. Padahal, biasanya hanya seharga Rp60 ribu. Padahal, air yang beli itu terkadang juga tidak terlalu bersih, harus disaring terlebih dahulu sebelum dipergunakan.

Mantan anggota DPRD Sawahlunto, Hasjhonni mengharapkan PDAM Sawahlunto dapat memberikan bantuan air melalui tangki secara gratis, perusahaan tidak lagi menjual air tangki kepada masyarakat yang terkena dampak dari permasalahan yang dihadapan PDAM saat ini.

“Seharusnya PDAM dengan mobil tangkinya tidak memungut bayaran pula. Sebab, masalah air yang dirasakan pelanggan, dikarenakan masalah yang terjadi di perusahaan PDAM sendiri,” tambah Hasjhonni.

Menurut wakil rakyat tiga periode itu, secara aturan, PDAM Sawahlunto harus memberikan perlindungan terhadap konsumen yang menjadi pelanggan mereka selama ini. Salah satu jalannya dengan memberikan bantuan secara gratis.

Penyaluran bantuan air tangki secara gratis itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan mendistribusikan ke titik-titik simpul masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan solusi atas dampak dari masalah yang dihadapi PDAM.

Pemerintah sendiri, terang Hasjhonni, sudah sangat tanggap dengan mengerahkan mobil tangki BPBD untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat secara gratis. Namun hal itu tidak diikuti PDAM sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pelanggannya.

Sementara itu, Riki Ekoni, tokoh pemuda Santur Sawahlunto, malah mengambil inisiatif sendiri. Dengan satu unit mobil pick up yang dimilikinya dan satu tadmond, menyalurkan air gratis untuk fasilitas umum.

“Hari ini, kami mengisi Mesjid Darul Iman Santur, yang memang sangat membutuhkan air untuk kebutuhan air wudu’. Nanti kalau ada permintaan untuk fasilitas umum lainnya, kami akan berusaha untuk membantu,” ujar Riki Ekoni.

Sebelumnya, Direktur PDAM Kota Sawahlunto, Arifman menyebutkan, bahwa sementara dilakukan pembagian air dengan mobil tanki ini, proses perbaikan trafo yang terganggu sistem kelistrikannya itu tetap dilakukan. Diperkirakan proses perbaikan ini segera rampung dalam 10 atau 15 hari ke depan.

"Tim teknisi kita sedang bekerja, bahkan sampai 2 shift, sehingga malam pun tetap dilakukan perbaikan di trafo dengan bobot sekitar 2,8 ton ini," ujar Arifman, saat ditemui Senin 18 November 2019 di Balaikota.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta, ketika memanggil Direktur PDAM, menginstruksikan agar sebisa mungkin proses perbaikan trafo yang rusak tersebut dapat dipercepat. Sebab kebutuhan air sangat vital bagi masyarakat, maka jangan sampai terlalu lama masyarakat kesulitan memperoleh akses air tersebut.

"Kita sudah sampaikan pada pihak PDAM untuk memaksimalkan dan menyegerakan perbaikan ini. Sementara mereka bekerja memperbaiki, mau tidak mau kita dan masyarakat ya harus bersabar dahulu,” pungkasnya.(h/dil)

Reporter : DIL /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]