Darak Badarak Mentas di Pekan Nan Tumpah 2019


Rabu, 20 November 2019 - 00:32:49 WIB
Darak Badarak Mentas di Pekan Nan Tumpah 2019 Dokumentasi pertunjukan "Bokal" karya koreografer Wan Harun Ismail bersama Wan Dance Studio pada, dalam perhelatan Festival Pekan Nan Tumpah 2019 di Gedung Teater Tertutup Mursal Esten, FBS, Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (19/11). IST/ANDRE PRATAMA

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kelompok musik dari Kota Pariaman, Darak Badarak, bakal unjuk diri dalam penyelenggaraan Pekan Nan Tumpah 2019 hari kelima, Selasa (20/11), di Gedung Teater Tertutup Mursal Esten, FBS, Universitas Negeri Padang (UNP). Kelompok yang dikepalai Ribut Anton Sujarwo ini akan membawakan tiga komposisi musik yang terangkum dalam judul Energi Tradisi Asa Tuduah.

Jelang pementasan, Ribut menerangkan bahwa Energi Tradisi Asa Tuduah akan mengeksplorasi musik tradisional Minangkabau, khususnya perkusi, yang diadaptasi dengan beberapa unsur musik populer yang hidup di kalangan anak muda saat ini, dengan tujuan agar karya komposisinya bisa menjadi pintu masuk bagi kaum muda yang ingin mengenal dan mengakrabi musik etnik Minangkabau, atau etnik Nusantara pada umumnya.

 “Komposisi musik yang dibawakan dalam Pekan Nan Tumpah 2019 ini sebelumnya juga pernah dibawakan dalam beberapa kesempatan lain. Hanya saja dilakukan beberapa perombakan dan penyesuaian agar bisa terasa lebih segar,” kata Ribut, sebagaimana rilis yang diterima Haluan.

Pertunjukan ini nantinya akan didukung oleh Ribut Anton Sujarwo (Penata Musik), Jefri Vernando (Koreografer Aksi Panggung), Gusti Restu Pratama Nandita (Produser), Restu (Drum), Jefri (Talempong), Zaki (Tambua), Khalis (Tambua), Farhan Yaskur (Tambua), Farhan Junior (Tambua), Haikal (Tambua), Tegar (Tambua), Rohan (Tambua dan Jimbe), Ulhak (Bass dan Talempong), Nanda (Bansi), Aurel (Bass), Farhan Candra (Gitar), dan Ariffin Prangge (Kibor).

Tentang Darak Badarak sendiri, Ribut mengatakan bahwa kelompok ini awal berdiri dengan memanfaatkan kolong rumah panggung sebagai lokasi latihan beberapa anak muda Kota Pariaman yang tertarik kepada musik etnik Minangkabau. Ia menilai bahwa aktivitas itu akhirnya menjadi ruang atau media ekspresi dan makin lama makin berkembang ke arah yang lebih baik. 

"Hingga saat ini, Darak Badarak telah diundang mementaskan karya mereka ke beberapa tempat di dalam dan luar negeri. Serta telah meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional," sebutnya lagi.

Wan Dance Studio: Bokal 

Sehari sebelumnya, Selasa (19/11), kelompok tari yang dipimpin Wan Harun Ismail, Wan Dance Studio, sukses mementaskan karya tari yang berjudul Bokal. Bokal adalah pertunjukan tari yang mengadopsi elemen tradisi lisan Kampar dan silat.

Wan Harun selaku koreografer Bokal menuturkan, Bokal merupakan interpretasi akan makna dan filosofi dari sastra lisan dan silat yang terdapat di Kampar. Bokal sendiri ditafsirkan sebagai upaya membentengi diri terhadap hal-hal yang bisa merusak sistem dan tatanan kehidupan manusia. Pemahaman karya Bokal lebih kepada persiapan benteng diri menghadapi kehidupan berdasarkan aturan agama dan adat istiadat. 

"Bisikan sastra lisan yang mengalir di telinga dari mulai kita melihat dunia, diinterpretasikan sebagai upaya penyelamatan dini oleh orang tua kita. Silat hadir sebagai sesuatu yang kompleks sebagai sebagai bekal hidup, hal ini dapat dirasakan baik secara fisikal maupun nilainya," kata Wan.

Penyatuan dua objek yang secara maknawi, sambutnya, mempunyai tujuan yang sama dan coba ditafsirkan ke dalam karya yang didukung oleh tiga penari di antaranya, M. Shobri, Nuraini Tri Utami, dan  Reni Damayanti; serta 2 (dua) orang pemusik, yaitu Viogi Rupiyanto dan Anjang Fitrah. (h/isq)


Reporter : Ishaq /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM