Jorong Sungai Mangkirai Terancam Terisolasi, Penyebabnya Apa ya..?


Rabu, 20 November 2019 - 14:50:27 WIB
Jorong Sungai Mangkirai Terancam Terisolasi, Penyebabnya Apa ya..? RUSAK, lantai jembatan hubungan Ikan banyak-Sungai Mangkirai dan Koto Marapak rusak parah, jembatan satu satunya menuju kedua jorong tersebut. ZULKIFLI

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Warga Jorong Sungai Mangkirai Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota jadi resah. Pasalnya jembatan berlantai kayu Lubuak Batu Sabalah di Jorong Ikan Banyak, menuju Sungai Mangkirai rusak Parah. Dampaknya hubungan Jorong Ikan banyak-Sungai mangkirai nyaris terputus.

“Bila tidak diperbaiki secepatnya dikhawatirkan jembatan lantai kayu itu, tak bisa dilewati lagi oleh mobil, truk dan sepeda motor. Akibat alas jembatan sudah lapuk dan berlobang. Sehingga ribuan masyarakat Sungai Mangkirai dan Koto Marapak, bakal terisolasi,” ujar Kepala Jorong Sungai Mangkirai, Gusri Efendi dan Kepala Jorong Ikan Banyak, Donika Putra, kepada Haluan di Pandam Gadang, Selasa (19/11).

 

Menurut dia, jembatan ini satu-satunya akses jalan untuk menuju dua jorong Sungai Mangkirai dan Koto Marapak. Warga kedua jorong tersebut tergantung dengan jembatan Lubuak Batu Sabalah ini. Karena itu jembatan Lubuak Batu Sabalah, perlu perhatian Pemkab Limapuluh Koyta. Karena sudah sering rusak dan tidak bisa dilewati sama sekali. Namun, karena belum ada sentuhan Pemkab, maka masyarakat terpaksa goro memperbaiki lantai sejak tahun 2011 lalu.

Tiga tahun terakhir sudah dilakukan perbaikan secara swadaya masyarakat dengan cara patungan. Bahkan sudah menjadi prioritas dalam musrenbang setiap tahun. Namun saat ini kondisinya sudah rusak parah. Tidak jarang kenderaan masyarakat terperosok akibat papan alas jembatan sudah lapuk dan berlobang.

Masyarakat harus berhati-hati memilih papan yang harus dilalui agar tidak terperosok atau tercebur ke sungai bagi pengendara sepeda motor. Lebih lagi ketika lewat dimalam hari dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan masyarakat, karena tidak ada lampu penerang di jembatan sepanjang 24 cm ini, masyarakat perlu ekstra lebih hati-hati menempuh jembatan,” sebutnya.

Ditambahkannya, masyarakat dua jorong ini sebagai penghasil Jesigo puluhan ton per minggu. Namun ketika membawa hasil tani tampak kesulitan terutama ketika harus melewati Jembatan Lubuak Batu Sabalah, diangkut menggunakan kenderaan roda empat, termasuk untuk mengangkut hasil kebun lainnya. Masyarakat setempat meminta Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, untuk melihat kondisi jembatan dan jalan kabupaten yang dilalui tiap hari oleh ribuan masyarakat sesegeranya.

Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Khairul Apit, berharap supaya pemda melalui APBD 2020 nanti benar-benar serius untuk menganggarkan dana pembangun jembatan tersebut.

“Kami berharap Bupati Irfendi Arbi segera datang untuk melihat kondisi Jembatan itu sebelum masyarakat beramai-ramai datang kekantor Bupati huna menyampaikan aspirasi," sebut Khairul Apit.

Ditambahkan mantan Walinagari Pandam Gadang ini, saat menjabat Walinagari dirinya sudah berkali-kali melalui musrenbang mengusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk memperbaiki Jembatan Lubuak Batang Sabalah ini. Tetapi usulan yang sudah menjadi prioritas utama ini baik di tingkat Nagari maupun kecamatan, namun belum terealisasi. (h/zkf)

 

 

 


Reporter : Zulkifli /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM