BPBD Kota Solok Bangun Kelurahan Tangguh Bencana


Kamis, 21 November 2019 - 14:03:30 WIB
BPBD Kota Solok Bangun Kelurahan Tangguh Bencana Sejumlah peserta mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, dalam membentuk Kelurahan Tangguh Bencana di Kantor BPBD Solok, Rabu (20/11). Foto BPBD Kota Solok.

SOLOK, HARIANHALUAN.COM -- Meningkatkan mitigasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, mengadakan pelatihan dalam membentuk Kelurahan Tangguh Bencana di Kantor BPBD Solok, Rabu (20/11). Pelatihan yang diadakan selama dua hari yakni Selasa hingga Rabu (19-20/11) itu dihadiri oleh 30 orang perwakilan dari lima kelurahan yang ada di Kota Serambi Madinah.

Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kota Solok, Adel menyampaikan, tujuan diadakannya pelatihan tersebut untuk membangun kelurahan yang siap dalam menghadapi bencana. “Bencana memang tidak bisa ditebak, tapi kita harus siap menghadapinya tentunya dengan meningkatkan mitigasi." 

Baca Juga : Tegas! Bupati Sutan Riska Larang ASN Mudik

"Kelurahan Tangguh Bencana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan sesuai dengan Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana,” tutur Adel kepada Haluan, Rabu (20/11).

Dia menyampaikan, ada beberapa materi yang diberikan kepada peserta, seperti pengenalan maksud dan tujuan Kelurahan Tangguh Bencana yang disampaikan oleh pemateri Pool Of Fasilitator BPBD Prov Sumbar. Lalu kajian resiko bencana tingkat dasar dari Kogami. Dilanjutkan dengan pelatihan dasar Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) oleh PMI Kota Solok, dasar trauma healing dari ACT Sumbar, komunikasi radio oleh Orari Kota Solok dan latihan evakuasi mandiri.

Baca Juga : Kabupaten Dharmasraya Kembail Raih Predikat WTP Keenam Kali

Dengan materi itu, pihaknya berharap masyarakat di kelurahan dapat mengetahui resiko bencana yang ada di kelurahannya, mampu melakukan mitigasi/ pencegahan terhadap potensi bencana. Lalu mengalokasikan anggaran kelurahan untuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengadapi bencana. 

"Bahkan, mampu melakukan pertolongan pertama ketika terjadi bencana, menenangkan warga yang trauma dan histeris ,mengevakuasi diri dan keluarga dan tentunya memiliki kemampuan menggunakan alat komunikasi radio,” ucapnya.Kota Solok diketahui masuk daerah rawan bencana, salah satunya berada di patahan lempeng semangka, dan tentunya rawan gempa. Tak hanya itu,data BPS mencatat pada 2017 terjadi dua kali banjir besar. (*)

Reporter : Rivo Septi Andries | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]