Ahok Dianggap 'Sapu Kotor' yang Tak Mampu Bersihkan BUMN


Kamis, 21 November 2019 - 17:05:36 WIB
Ahok Dianggap 'Sapu Kotor' yang Tak Mampu Bersihkan BUMN Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kontorversi tak pernah berhenti sejak muncul kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) akan jadi pimpinan BUMN. Banyak yang menolak Ahok masuk ke BUMN, meskipun ada juga yang mendukung mati-matian.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara pun menjadi salah satu kubu yang menolak Ahok. Dia dan beberapa pembicara hari ini menggelar diskusi publik bertajuk 'Tolak Ahok Pimpin BUMN Milik Rakyat'.

Marwan menjelaskan alasannya menolak lantaran Ahok dinilai memiliki catatan hitam di bidang hukum. Ada beberapa kasus yang dianggap justru belum dipertanggungjawabkan oleh Ahok, seperti kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Saya ingin kasus hukum ini ditindak lanjuti. Semua lambaga negara penegak hukum mengatakan bahwa mereka bukan mengusut kasus dugaan korupsi Ahok tapi mencari alasan melindungi Ahok. Salah satunya Sumber Waras. Kasus ini buktinya sudah lebih dari 3 bukti, termasuk yang ditemukan BPK. Itu pun diabaikan. KPK bilang Ahok tidak punya niat jahat," ujarnya di Pulau Dua Resto, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Dia juga menilai prestasi Ahok membangun Simpang Susun Semanggi juga bermasalah. Saat itu Ahok membangun Simpang Susun Semanggi tidak membahasnya dulu dengan DPRD.

Hal itu dikarenakan dana yang digunakan merupakan dana CSR dari kompensasi atas kelebihan koefisien luas bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Nilai proyeknya mencapai Rp 345,067 miliar.

Karena bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Ahok tidak izin DPRD dulu. Namun menurut Marwan itu bermasalah dan berpotensi timbul kecurangan.

Selain itu, menurut Marwan masih ada beberapa kasus yang membuat integritas Ahok dipertanyakan.

"Saya jelaskan supaya ini fair. Jangan kita bicara hal objektif lalu dikira bicara politik," terangnya.

Dengan alasan itu Marwan meragukan munculnya anggapan bahwa masuknya Ahok ke BUMN untuk melakukan bersih-bersih. Justru dengan integritas Ahok yang dipertanyakan dia curiga pratik kotor di BUMN akan semakin merajalela.

"Kala dikatakan Ahok ingin bersih-bersih karena di BUMN banyak mafia. Kalau mau menyapu halaman secara bersih gunakanlah sapu yang bersih. Tapi kalau sapu belepotan banyak kotoran ya tidak bisa," tuturnya.

"Kalau Ahok diduga belepotan berbagai kasus korupsi, saya duga justru banyak orang yang lebih terkontaminasi atau bahkan ada dugaan melanggengkan mafia yang ada," tambahnya.

Dia pun menjelaskan bahwa dirinya menolak Ahok secara objektif bukan karena landasan politik.

"Kami imbau yang mendukung Ahok agar hatinya terbuka. Karena ada tanggung jawab sosial. Sikap mendukung ahok membabi buta itu salah dan melanggar konstitusi," tutupnya.(*)


 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 November 2019 - 11:22:50 WIB

    Ditolak Serikat Pekerja Pertamina, Begini Komentar Ahok

    Ditolak Serikat Pekerja Pertamina, Begini Komentar Ahok JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hari ini diangkat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Dirinya tiba di Kementerian BUMN pagi ini untuk menerima SK pengangkatan sebagai dewan kom.
  • Senin, 25 November 2019 - 07:59:32 WIB

    Dilantik Hari Ini Jadi Komut Pertamina, Ahok Disebut Sekarang Lebih Kalem

    Dilantik Hari Ini Jadi Komut Pertamina, Ahok Disebut Sekarang Lebih Kalem JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - PDIP berharap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). PDIP mengatakan sosok Ahok berbeda dengan ketika dulu dia menjaba.
  • Sabtu, 23 November 2019 - 15:44:01 WIB

    Musisi Senior Iwan Fals Ikut Komentari Ahok, Ada Apa?

    Musisi Senior Iwan Fals Ikut Komentari Ahok, Ada Apa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Musisi senior Iwan Fals turut mengomentari penempatan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Kali ini, Iwan Fals menyinggung me.
  • Sabtu, 23 November 2019 - 15:00:51 WIB

    Jadi Komut, Wewenang Ahok di Pertamina Terbatas

    Jadi Komut, Wewenang Ahok di Pertamina Terbatas JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut). Usulan ini disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menangg.
  • Sabtu, 23 November 2019 - 11:03:44 WIB

    Erick Thohir Perintahkan Ahok Mundur dari Partai, Sekjen PDIP: Tidak Harus!

    Erick Thohir Perintahkan Ahok Mundur dari Partai, Sekjen PDIP: Tidak Harus! JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyatakan Ahok dan semua komisaris di BUMN harus mundur dari partai. Namun SekjenPDIP Hasto Kristiyanto menyebut Ahok tak harus mundur..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM