Dirut Bulog Budi Waseso Minta Rp20 T ke Pemerintah, Untuk Apa?


Kamis, 21 November 2019 - 17:13:35 WIB
Dirut Bulog Budi Waseso Minta Rp20 T ke Pemerintah, Untuk Apa? Budi Waseso

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) meminta agar pemerintah memberikan modal Rp 20 triliun untuk pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP).

"Kami mengusulkan pemberian modal kerja untuk pengadaan CBP. Karena selama ini pengadaan beras CBP kami menggunakan pinjaman dari perbankan. Modal yang kami usulkan sebesar Rp 20 triliun," kata Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Menurut Buwas, modal tersebut diperlukan untuk mendanai CBP sehingga Bulog tak perlu lagi meminjam ke bank dan terlilit bunga komersial.

"Kita mengusulkan CBP itu didanai oleh pemerintah. Berapa jumlahnya real untuk itu? Jumlahnya Rp 20 triliun. Sehingga kita tidak perlu pinjaman yang ada bunganya," terang dia.

Perlu diketahui, pemerintah menugaskan Bulog untuk menyerap beras dalam negeri dari awal tahun hingga akhir tahun 2019 sebesar 1,8 juta ton. Sedangkan, di tahun 2020 penugasannya sebanyak 1,6 juta ton.

Menurut PMK 88/PMK.02/2019, dana untuk pengadaan CBP 2019 sebesar Rp 2,5 triliun. Dari modal tersebut, pemerintah menggunakan patokan Harga Pembelian Beras (HPB) Rp 9.583 per kilogram (kg) dengan mekanisme pembayaran menggunakan pola penggantian selisih. Artinya, pemerintah hanya membayarkan selisih dari harga beras yang dijual Bulog ke pasar. Bukan harga keseluruhan per kg berasnya.

Sedangkan, jika CBP yang diserap Bulog tak tersalurkan ke pasar, Bulog tak mendapatkan uang pengganti untuk harga penyerapan beras yang merupakan sisa dari selisihnya tersebut. Padahal, ketika beras tersebut tak tersalurkan, bunga pinjaman bank untuk pengadaan CBP tetap berjalan.

"Permasalahan CBP itu karena menggunakan dana pinjaman. CBP itu kan punya pemerintah. Kita tidak bisa menjual CBP kecuali ada penugasan. Berarti ketika tidak ada penugasan maka akan stuck beras ini. Sedangkan bunganya tidak pernah stuck," papar Buwas.

Maka dari itu, selain mengusulkan pemerintah meningkatkan modal CBP menjadi Rp 20 triliun, Buwas juga meminta modal tersebut diberikan di awal, atau sebelum Bulog melakukan penyerapan. Pasalnya, menurut PMK tersebut juga, pembayaran CBP oleh pemerintah kepada Bulog baru bisa dicairkan ketika penyerapan sudah direalisasi.

"Pembayaran kembali kredit tersebut baru dapat dilakukan setelah realisasi penjualan serta pencairan CBP yang tidak selalu di awal tahun," pungkasnya.(*)


 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 05 Desember 2019 - 17:40:38 WIB

    Fix..! Erick Thohir Copot Dirut Garuda, Ini Pernyataan Lengkapnya

    Fix..! Erick Thohir Copot Dirut Garuda, Ini Pernyataan Lengkapnya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pencopotan ini terkait dengan dugaan penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepe.
  • Senin, 25 November 2019 - 15:35:59 WIB

    Terungkap Alasan Erick Thohir Tak Angkat Ahok Jadi Dirut Pertamina

    Terungkap Alasan Erick Thohir Tak Angkat Ahok Jadi Dirut Pertamina JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan alasan Erick Thohir tak menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). .
  • Sabtu, 02 November 2019 - 07:32:13 WIB

    Iuran Naik 100%, Dirut BPJS Kesehatan: Lebih Murah dari Pulsa

    Iuran Naik 100%, Dirut BPJS Kesehatan: Lebih Murah dari Pulsa JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Mulai tahun depan akan berlaku kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja. Kenaikannya mencapai 100%. Namun itu diyakini masih terjangkau buat masyarak.
  • Selasa, 29 Oktober 2019 - 14:58:50 WIB

    Wah..! Dirut AirAsia Dendy Kurniawan Dicopot, Ada Apa?

    Wah..! Dirut AirAsia Dendy Kurniawan Dicopot, Ada Apa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ada pergantian jajaran direksi di PT Indonesia AirAsia. Nama Dendy Kurniawan kini tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama Indonesia AirAsia..
  • Selasa, 30 April 2019 - 17:42:25 WIB
    PADANG RAIH BEST ALL CRITERIA TOP BUMD 2019

    Walikota Top Pembina BUMD, Dirut PDAM Padang Top CEO BUMD

    Walikota Top Pembina BUMD, Dirut PDAM Padang Top CEO BUMD JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Tutup bulan April menjadi hari istimewa bagi Pemko Padang. Ibu kota Provinsi Sumbar ini meraih empat penghargaan sekaligus Best All Criteria 2019 dan Top BUMD 2019..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM