Fenomena Tanah Abang Sepi, Satu Lagi Bukti Ekonomi Lesu Nih


Jumat, 22 November 2019 - 14:12:26 WIB
Fenomena Tanah Abang Sepi, Satu Lagi Bukti Ekonomi Lesu Nih Ruko Tanah Abang

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Cerita berdesak-desakan saat berbelanja di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat seolah kisah usang masa lalu. Kini, melangkah di pasar Tanah Abang relatif lebih lengang.

Dilansir dari CNBC Indonesia yang sempat menyambangi kawasan ini pada Selasa Sore (19/11) sekitar pukul 16.00. Arus lalu lintas dari arah Jati Baru dan Stasiun Tanah Abang juga sangat lancar, tak mencerminkan anggapan bahwa jalan di sekitar Pasar Tanah Abang yang selalu identik dengan kepadatan.

Sehari berselang, kami sambangi Blok B Tanah Abang, Rabu (20/11) sekitar pukul 15.00. Suasana di dalam pasar, tampak sepi tak biasanya, beberapa ruko tutup. Tidak banyak lalu-lalang pembeli. Penampakan pasar Tanah Abang dan sekitar memang dua hari itu memang tak padat.

Penasaran, kami pun kembali menyambangi kawasan ini pada Kamis (21/11), kali ini pagi hari hingga siang hari. Kali ini beberapa blok di Tanah Abang kami telusuri lantai demi lantai, dan hasilnya memang memberi kesan Tanah Abang dari pantauan tiga hari berturut-turut tak seramai sebagai pasar yang tersohor penuh kesibukan dan lalu lalang orang yang sangat padat.

Kini, penampakan lorong-lorong yang masih terlihat sepi di blok-blok Pasar Tanah Abang sudah hal biasa. Menurut sejumlah pedagang, kondisi sepi di Pasar Tanah Abang sudah mulai terasa setahun terakhir.

Sri, pedagang toko Zaid di blok F mengatakan, sepinya hilir-mudik pengunjung, seingatnya sudah berlangsung sejak setahun terakhir. Ia mengklaim penjualan gamis turun hampir mencapai 50% dibanding tahun sebelumnya.

"Ini sudah hampir setahun lebih, kan bisa dilihat perekonomian juga turun," kata Sri dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (21/11/2019).

Sementara itu, Fauziah, yang juga pedagang gamis mengatakan, penurunan terasa setelah demonstrasi pasca-Pemilu 2019 pada Mei lalu. Akhir pekan yang biasanya bisa mendongkrak penjualan juga tak terlalu banyak membantu belakangan ini.

"Sabtu-Minggu yang lewat banyak tapi belum tentu belanja, yang belanja sama aja [hasilnya seperti weekday]," kata Fauziah.

Ia sudah mencoba memosting di Facebook dan mempromosikan barang dagangannya melalui WhatsApp, namun Fauziah mengaku itu belum cukup mengangkat penjualan.

Pedagang lain, Muhaimin, mengalami nasib serupa. Menjelang Natal dan Tahun Baru, adalah momen orang-orang akan berburu pakaian di tempatnya. Namun, saat ini ia justru penjualannya sepi.

"Kadang sehari cuma untuk penglaris saja," katanya yang berjualan pakaian anak-anak ini.

Beberapa pedagang yang ditemui CNBC Indonesia mengungkapkan persoalan ini ditengarai akibat perpindahan gaya berbelanja orang ke online alias tak melalui tatap muka langsung dengan pedagang. Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin juga mengatakan demikian saat dikonfirmasi. Menurutnya, kondisi di sana merupakan persaingan antar pedagang dan juga pelanggan yang sudah mengorder barang melalui online dan sambungan telepon sehingga memang tak perlu datang langsung ke Tanah Abang.

Namun di sisi lain, pedagang grosir Blok A, Lucas, mengaku pelanggannya yang rata-rata berjualan di lapak online juga mengalami kelesuan penjualan. Itu juga yang membuat permintaan barang di toko Lucas di Tanang Abang juga turun.

"Belanja toko online juga ngedrop. Bukan kita doang. Perekonomian kurang bagus," kata Lucas.

Namun, Arief Nasrudin membantah terjadi kelesuan di Tanah Abang. Ia beranggapan bahwa sebenarnya itu bentuk persaingan antar pedagang. Pun dengan fenomena belanja online yang marak saat ini.

"Persaingan semakin banyak, ada kompetesi lama [yang harus] diantisipasi pedagang," kata Arief kepada CNBC Indonesia, Kamis (21/11/2019).

Walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan III 2019 di angka 5,02% atau dalam tren melambat, Arief mengatakan bukan berarti perdagangan juga ikut menurun.

"Apapun antisipasi dengan Pertumbuhan Ekonomi 5,02% ketika memang terjadi kelesuan apa dampaknya signifikan, ini perlu dikaji lebih dalam," kata Arief. (h/cnbc)


 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 November 2019 - 21:20:45 WIB

    Fenomena 200 Hari Tanpa Hujan, Begini Penjelasan BMKG

    Fenomena 200 Hari Tanpa Hujan, Begini Penjelasan BMKG JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Adi Ripaldi menjelaskan perihal beberapa daerah di Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa T.
  • Senin, 14 Oktober 2019 - 16:32:07 WIB

    Fenomena Aneh, Tanah Berasap Bikin Tanda Tanya Warga Jombang

    Fenomena Aneh, Tanah Berasap Bikin Tanda Tanya Warga Jombang JOMBANG, HARIANHALUAN.COM - Warga Dusun Ngemplak Timur, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang dibuat bertanya-tanya dengan tanah yang tiba-tiba mengeluarkan asap. Asap tersebut berbau menyengat mirip tetes tebu atau molase.
  • Ahad, 13 Oktober 2019 - 14:03:03 WIB

    VIDEO: Fenomena Aneh Sebelum Topan Hagibis! Langit Jepang Tampak Cantik, Tapi Menakutkan

    VIDEO: Fenomena Aneh Sebelum Topan Hagibis! Langit Jepang Tampak Cantik, Tapi Menakutkan HARIANHALUAN.COM - Angin topan Hagibis melanda sebagian wilayah Jepang, Minggu (13/10) dini hari. Bencana dhsyat itu menimbulkan korban tewas, hilang dan ribuan warga diungsikan. Sebelum toan datang, fenomena aneh terjadi di .
  • Selasa, 12 Maret 2019 - 21:18:32 WIB

    Fenomena Tanah Bergetar, BPBD Janji Temui Warga Pila Tarok

    Fenomena Tanah Bergetar, BPBD Janji Temui Warga Pila Tarok PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kejadian tanah bergetar di kawasan Pila Tarok, Kelurahan Pasar Ambacang, Kuranji, Kota Padang, masih terus terasa dan meresahkan sejumlah warga hingga saat ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (.
  • Selasa, 30 Januari 2018 - 19:22:33 WIB

    Fenomena Langka "Super Blue Blood Moon", Bisa Dilihat di Bukittinggi

    Fenomena Langka JAKARTA, HARIANHALUAN.COM--Tanggal 31 Januari 2018, akan terjadi Fenomena Super Blue Blood Moon atau Supermoon yang bertepatan dengan Gerhana Bulan Total, yaitu posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM