Soal Negosiasi Nasib HRS dengan Saudi, Moeldoko Kebingungan


Selasa, 26 November 2019 - 22:33:28 WIB
Soal Negosiasi Nasib HRS dengan Saudi, Moeldoko Kebingungan Ilustrasi Habib Rizieq Shihab. Ilustrasi detik.com

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku bingung soal negosiasi antar-otoritas tinggi Arab Saudi dan Indonesia terkait Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS). Soal negosiasi itu diungkap oleh Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Esam A Abid Althagafi.

"Saya tidak tahu secara teknis tentang negosiasi. Kalau menurut saya sih apa yang dinegosiasikan?" kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Moeldoko menyebut tidak ada masalah dengan Habib Rizieq. Dia pun mempersilakan Habib Rizieq jika ingin pulang ke Tanah Air.

"Wong secara, tidak ada yang bermasalah sebenarnya. Pak Rizieq mau pulang, pulang aja, kan begitu," tuturnya.

Mantan Panglima TNI itu juga mengaku sudah mengecek ke sejumlah pihak mengenai isu 'pencekalan' Habib Rizieq. Moeldoko menegaskan kabar 'pencekalan' itu tidak benar.

Karena itu, Moeldoko meminta Habib Rizieq tak mengembangkan isu-isu yang belum pasti kebenarannya. "Jadi jangan mengembangkan sesuatu yang memang pemerintah tidak melakukan. Kalau merasa tercekal, ya, silakan aja...," tutur Moeldoko.

Moeldoko juga menepis pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon bahwa pemerintah gagal melindungi warga negaranya dalam kasus Habib Rizieq. Istana menyebut justru HRS-lah yang tak pernah berkomunikasi dengan kedutaan selama tinggal di Arab Saudi.

"Bukan lepas tangan, saya sudah cek. Selama ini Pak Rizieq itu tidak pernah berkomunikasi ke kedutaan, sudah cek. Tadi Pak Mahfud mengatakan seperti itu, nggak pernah koordinasi ke kedutaan," kata Moeldoko.

Pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, membantah pernyataan Moeldoko. Sugito mengatakan pihaknya telah beberapa kali koordinasi dengan kedutaan Indonesia di Saudi.

"Moeldoko mengatakan bahwa tidak pernah melaporkan ke duta besar Arab Saudi, perlu diketahui bahwa beberapa kali kami koordinasi dengan staf Dubes Indonesia di Saudi. Jadi mereka paham betul apa yang terjadi dengan Habib Rizieq. Jadi saya tidak mau berpolemik mengenai masalah berkoordinasi dengan Dubes RI di Saudi, karena Dubes RI di Saudi lebih tahu dibandingkan Pak Moeldoko mengenai masalah apa yang terjadi dengan Habib Rizieq," kata Sugito kepada wartawan, Selasa (26/11).

Namun, menurutnya, saat ini substansinya bukan soal siapa yang harus melakukan komunikasi, melainkan apa yang menjadi penyebab kliennya tak bisa pulang ke Tanah Air. Untuk itu, dia menegaskan bahwa pernyataan Moeldoko tidak tepat jika menyebut Habib Rizieq tidak pernah berkomunikasi dengan pihak Kedutaan RI di Saudi.

"Kalau mengatakan Habib Rizieq tidak pernah berkoordinasi dengan Konjen RI di Jeddah atau Dubes Arab Saudi, menurut saya tidak tepat. Kita tetap ada komunikasi. Sekarang itu kan substansinya bukan soal komunikasi dan tidak komunikasi, kenapa Habib Rizieq tak bisa pulang ke Indonesia," paparnya.

Sebelumnya, Dubes Arab Saudi, Esam A Abid Althagafi, mengatakan ada negosiasi antar-otoritas tinggi antara Arab Saudi dan Indonesia soal Rizieq. Namun dia tak mengungkap detail negosiasi itu.

"Masalah ini sebenarnya sedang dinegosiasikan oleh pejabat tinggi antara dua negara dan kami berharap hal itu dapat diselesaikan segera," kata Esam saat ditanya soal Habib Rizieq setelah bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud Md di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/11).

"Saya tidak bisa mengatakan apa-apa karena sedang dinegosiasikan oleh dua otoritas antara Saudi Arabia dan Indonesia," sambungnya. (h/dtk)


 Sumber : detikNews /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 17 Januari 2020 - 12:01:11 WIB

    DPR Akan Panggil Dewas TVRI soal Pemecatan Helmy Yahya

    DPR Akan Panggil Dewas TVRI soal Pemecatan Helmy Yahya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyari menyatakan pihaknya akan memanggil seluruh Dewan Pengawas (Dewas) dan Direksi TVRI untuk dimintai keterangannya terkait keputusannya memecat Direktur.
  • Rabu, 15 Januari 2020 - 13:21:50 WIB

    Soal China, Luhut: Saya Nggak Akan Khianati Anak Buah yang Gugur

    Soal China, Luhut: Saya Nggak Akan Khianati Anak Buah yang Gugur JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kerap dikritik mengenai hubungannya dengan China. Anggapan negatif pun kerap dilontarkan kepada dirinya karena dianggap terlalu.
  • Rabu, 15 Januari 2020 - 11:05:19 WIB

    Begini Tanggapan Ahok soal Anies Dituntut Mundur

    Begini Tanggapan Ahok soal Anies Dituntut Mundur JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim tak mengetahui rencana aksi unjuk rasa di depan Balai Kota yang menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur da.
  • Selasa, 14 Januari 2020 - 16:45:59 WIB

    Begini Kata Ahok Soal Kemampuan Anies Atasi Banjir Jakarta

    Begini Kata Ahok Soal Kemampuan Anies Atasi Banjir Jakarta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan, masyarakat Jakarta harus mempercayai pemimpinnya dalam menangani permasalahan banjir. Ia menilai, Gubernur DKI Jakarta Anie.
  • Senin, 13 Januari 2020 - 20:45:05 WIB

    Soal SKD Telah Selesai Dibuat, 3 Juta Pelamar Lolos Tes Administrasi Bakal Bersaing Ketat

    JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menerima naskah soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, dari Mente.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM